----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Lusi D.' [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Kepada:
"[email protected]" <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>; Chalik Hamid
[email protected] [nasional-list]
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 24 November 2019 21.13.33
GMT+1Judul: [nasional-list] Jkw - Ahok - Habib Riziek
Berita aktual Jkw - Ahok - Habib Riziek dsb.
Salam.
1.:
Law&Justice
Sabtu, 23/11/2019 15:15 WIB
Ini Sindiran Telak Denny Siregar ke Habib Rizieq Soal Ahok
law-justice.co - Pegiat media sosial Denny Siregar turut memberikan
komentar di akun Twitternya, @Dennysiregar7 terkait resmi diangkatnya
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris utama PT Pertamina
(Persero).
"Yang dipenjara sekarang jadi Komisaris Utama minyak. Yang
memenjarakannya sekarang terjebak di negeri minyak.. Cara Tuhan
membalas seseorang memang anggun sekali..," kata Denny dalam cuitan
Twitternya yang dipantau Akurat.co, Jumat (22/11/2019).
Cuitan tersebut berisi sindiran kepada Imam Besar Front Pembela Islam
(FPI) Habib Rizieq Shihab yang masih berada di Negara Arab Saudi
(negara penghasil minyak terbesar).
Seperti diketahui bahwa Rizieq adalah salah satu orang yang berperan
dalam menjebloskan Ahok ke penjara perihal penistaan agama.
Seperti diketahui, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
alias Ahok resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina
(Persero).
"Insya Allah sudah putus dari beliau (Presiden Jokowi), Pak Basuki akan
jadi Komut (Komisaris Utama) Pertamina," kata Menteri Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) Erick Thohir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta,
Jumat (22/11/2019).
Erick Thohir menyampaikan hal tersebut seusai berbicara empat mata
dengan Presiden Jokowi di beranda Istana Merdeka sekitar 10 menit.
"Nanti akan didampingi pak Wamen (Wakil Menteri BUMN) Pak Budi Sadikin
menjadi wakil Komisaris Utama. lalu, nanti juga ada direktur keuangan
yang baru, Ibu Emma (Emma Sri Martini) dari yang sebelumnya Dirut
Telkomsel," tambah Erick.
Erick menilai bahwa dengan menjadikan Ahok sebagai komut PT Pertamina,
Ahok dapat mendorong perusahaan itu mencapai target
(Gumilang Hidayat\Editor)
2.:
Minggu, 24/11/2019 09:15 WIB
Ahok Muncul, Terpuruknya Kondisi Indonesia Teralihkan
Jakarta, law-justice.co - Direktur Gerakkan Perubahan (Garpu), Muslim
Arbi menyebut pengangkatan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok) sebagai petinggi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
dinilai sengaja dimunculkan untuk menutupi persoalan bangsa yang tidak
mampu diselesaikan Presiden Joko Widodo.
Menurut Muslim, isu Ahok dinilai sengaja dimunculkan untuk mengalihkan
perhatian masyarakat terhadap bobroknya pemerintahan Jokowi di periode
pertama.
"Isu Ahok dimunculkan karena dinilai paling manjur untuk mengalihkan
perhatian masyarakat," kata Muslim Arbi seperti melansir
moeslimchoice.com.
Muslim mencontohkan, saat seperti periode pertama Presiden Jokowi, Ahok
menjadi fokus pembahasan di tengah-tengah masyarakat melalui kasus pada
2016 hingga 2017.
"Nah muncul Ahok, saya berfikir bahwa jangan-jangan Ahok ini
dimunculkan juga untuk menutupi persoalan-persoalan ekonomi nasional
yang sekarang ini kita merasakan," imbuhnya.
"Nah saya khawatir jangan-jangan dimunculkan begini bukan semata-mata
menempatkan dia sebagai dirut bukan," lanjutnya.
Tudingan tersebut semakin menguat ketika 32 hari pemerintahan Presiden
Jokowi di periode kedua dinilai tidak ada perbaikan terhadap persoalan
bangsa.
"Sekarang ini 32 hari pemerintahan, apa yang kita lihat? Selama 32 hari
ini apa yang diperbuat pemerintah ini untuk memperbaiki ekonomi? Saya
belum ketemu, setiap hari hanya keluhan Menteri Ekonomi, yang ada
adalah urusan radikalisme," sesalnya.
Muslim menegaskan, kontroversi Ahok memang sengaja diangkat agar isu
utama seperti perbaikan ekonomi terlupakan.
"Isu Ahok ini di eksploitasi, dimunculkan agar kontroversi. Padahal isu
utama adalah perbaikan ekonomi dan sebagainya itu akan terlupakan. Jadi
menurut saya kontroversi ini diangkat, sengaja diangkat," pungkasnya.
(Annisa\Editor)
3.:
Minggu, 24/11/2019 10:05 WIB
Alumni ITB: Begitu Besarkah Rahasia Jokowi di Tangan Ahok ?
Jakarta, law-justice.co - Sebagian publik masih terheran-heran dengan
pengumuman yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok bakal menggantikan Tanri Abeng sebagai
komisaris utama Pertamina.
Pasalnya pengumuman itu tetap disampaikan di tengah gelombang penolakan
Ahok. Di mana mantan narapidana penista agama itu masih menyisakan
banyak kasus hukum yang belum tuntas diusut.
Ketua Forum Alumni ITB Angkatan 1973 (Fortuga) Kelana Budi Mulia bahkan
memiliki empat pertanyaan mendasar mengenai penunjukan Ahok tersebut.
Pertama, pria yang akrab disapa Muli itu mempertanyakan alasan Presiden
Joko Widodo tetap memuluskan langkah Ahok. Apakah, katanya, Jokowi
memang menaruh perhatian lebih pada mantan wakilnya saat menjabat
gubernur DKI.
“Sebegitu perhatiannya kah Jokowi terhadap Ahok, sampai keukeuh untuk
memaksakan Ahok punya suatu jabatan dalam perusahaan besar sehingga
bisa punya income resmi yang lumayan,” tanyanya seperti melansir
rmol.id.
Kedua, Muli mempertanyakan kekuatan yang dimiliki Ahok hingga Jokowi
tidak berdaya menolak. Ketua Tim Jurdil 2019, itu menduga Ahok
menyimpan rahasia besar Jokowi, sehingga Jokowi harus tunduk membela.
“Sebegitu besarkah rahasia di tangan Ahok tentang Jokowi sehingga Ahok
harus selalu dibela, diamankan dari kasus-kasus hukumnya?” tanyanya
lagi.
Ketiga, Muli turut mempertanyakan kehebatan para taipan pengendali
Jokowi, sehingga selalu membukakan jalan untuk bisa menghasilkan
keuntungan lewat Ahok.
“Semisal mencari pekerjaan di Blok Masela lewat Ahok?” tanyanya.
Terakhir, Budi bertanya mengenai ketidakberdayaan rakyat Indonesia
dalam menghadapi kasus Ahok. Rakyat seperti tertunduk tidak berdaya
dalam menerima keputusan elti.
“Padahal itu untuk hal-hal yang terkait dengan kehidupan masyarakat
luas,” pungkasnya.
(Ade Irmansyah\Editor)
4.:
Minggu, 24/11/2019 15:26 WIB
Berpeluang Susul Ahok, Sandiaga Uno: Saya Fokus OK OCE Saja
Jakarta, law-justice.co - Mantan Calon Wakil Presiden pada Pilpres
2019, Sandiaga Uno menegaskan bakal tetap setia pada Program OK OCE.
OK OCE atau One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship merupakan
program yang berusaha melakukan pembinaan kewirausahaan terhadap pelaku
usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sandi sedang mengembangkan OK
OCE ke seluruh pelosok nusantara.
Padahal Menteri BUMN, Erick Thohir disebut bakal membuka pintu untuk
Sandiaga Uno menempati posisi salah satu perusahaan plat merah.
Sandi mengaku bakal menolak tawaran itu jika benar.
Baca juga : Alumni ITB: Begitu Besarkah Rahasia Jokowi di Tangan Ahok ?
"Saya fokus di OK OCE saja," kata Sandi kepada wartawan usai
menandatangani MoU antara OK OCE dengan Pemerintah Provinsi Sumatera
Barat di Padang seperti melansir detik.com.
Dia mengaku hingga Sabtu pagi masih berhubungan dengan Erick Thohir.
"Tadi pagi, Saya masih terhubung dengan Pak Erick," aku Sandi.
Meski tak ingin di posisi BUMN, namun Sandi menyebut selalu memberi
masukan yang terbaik soal BUMN kepada sang Menteri.
"Kita selalu memberi masukan. BUMN butuh talenta terbaik, butuh juga
BUMN yang bebas dari politik. Orang terbaik di posisi terbaik," tambah
dia.
Berkaitan dengan posisi yang diberikan kepada Basuki Tjahaja Purnama
atau Ahok, Sandi hanya berujar singkat, "Kita menunggu alasan
penunjukan beliau dan bagaimana kinerjanya," tutup Sandi.
Sebelumnya, Erick Thohir membuka pintu untuk Sandi bila mau bergabung
ke BUMN.
"Kalau memang Pak Sandi mau bantu BUMN bagus juga," kata dia ditemui di
Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (22/11/2019).
(Annisa\Editor)
5.:
Minggu, 24/11/2019 21:45 WIB
Terima Jabatan Komut Pertamina, Ahok Dinilai Tak Tahu Diri
Jakarta, law-justice.co - Penolakan terhadap Mantan Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini sudah menjadi Komisaris
Utama Pertamina terus berlanjut. Kali ini kembali datang dari alumnus
212 Damai Hari Lubis yang menyebut AHok tidak tahu diri karena
membandingkan dirinya dengan Tuhan dikala banyak orang yang menolaknya.
"Dia manusia yang baik, jujur apalagi mulia saja tidak, kok bisa sebut
perbandingan dirinya dengan Tuhan,” kata Damai, Minggu (24/11/2019)
seperti dikutip dari JPNN.
Ketua Divisi Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu juga menilai Ahok
linglung karena tak bisa menjaga ucapannya. Padahal, Ahok sudah pernah
dihukum karena ucapannya sendiri.
“Kasihan Ahok, dia tak bisa atau belum introspeksi diri, sehingga tak
tahu diri,” lanjutnya.
Diketahui, nama Ahok telah ditetapkan sebagai komisaris utama
Pertamina. Namun, tak sedikit yang menolak Ahok karena dianggap hanya
akan membuat gaduh.