Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel>
Guru, salah satu kunci penentu pendidikan
Oleh M IfdhalSenin, 9 Desember 2019 09:58 WIB
Guru, salah satu kunci penentu pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD menyerahkan penghargaan
kepada guru dalam rangka memperingati HGN dan HUT PGRI ke 74 tingkat
Provinsi Aceh tahun 2019.
Aceh Besar (ANTARA) - Guru menjadi salah satu penentu kualitas
pendidikan di Tanah Air. Di tangan guru-guru yang mumpuni akan
mengoptimalkan potensi yang ada dalam setiap peserta didik.
Setiap individu dapat saja belajar dari berbagai media, namun untuk
proses pendidikan yang hakiki, khususnya pada jenjang awal pendidikan
seperti di taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menegah tingkat
pertama dan sekolah menengah atas tetap memerlukan dharma bakti guru.
Peran guru dalam mendidik belum dapat tergantikan dengan mesin dalam
melahirkan sumber daya manusia unggul dan mewujudkan program Aceh Hebat
melalui program Aceh Carong.
Mengingat akan peran kunci dalam pendidikan, Pemerintah Aceh melalui
Dinas Pendidikan Aceh menaruh harapan besar untuk meningkatkan mutu guru
dan juga redistribusi guru-guru unggul untuk pemerataan mutu sekolah di
seluruh kabupaten/kota di Aceh.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD mengatakan di era
industri 4.0 ini sudah seharusnya guru mengembangkan perangkat
pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi informasi komunikasi (TIK).
"Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah berpengaruh
terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, karena mendorong era baru
peradaban manusia dari era industri ke era informasi," katanya.
Ia mengatakan pergeseran paradigma tersebut menuntut perubahan yang
mendasar dalam sistem pendidikan abad 21. Di mana guru yang berkompeten
dalam pemanfaatan TIK sangat diperlukan untuk mengembangkan kompetensi
personal, pedagogis, sosial dan profesional sesuai dengan Permendiknas
No.16 Tahun 2007 tentang Kompetensi Guru.
"Kapasitas guru untuk memanfaatkan TIK secara efektif sangat diperlukan
guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan TIK ini akanĀ
mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas-tugas
lain di luar mengajar," katanya.
Kepala UPTD Balai Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan
(Tekkomdik) Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Fariyal, mengatakan pihaknya
fokus meningkatkan kompetensi guru dalam hal penguasaan TIK untuk
pendidikan.
"Untuk meningkatkan kompetensi guru, kita melakukan desiminasi
pemanfaatan media belajar berbasis animasi dan info grafis di seluruh
Aceh," katanya.
Ia menilai pengembangan pola mengajar perlu disampaikan dalam berbagai
desain, termasuk dalam desain-desain belajar mandiri.
Menurut dia, pengembangan profesional juga harus relevan secara
kontekstual untuk berbagai fungsi pekerjaan di lingkungan pendidikan.
Guru harus mampu mempersiapkan bahan ajarnya dan tidak semestinya lagi
mengajar secara konvensional. Perkembangan teknologi komunikasi dan
informasi telah mengubah paradigma pembelajaran yang dulunya hanya
terpusat pada guru semata, kini berkembang menjadi belajar dari berbagai
sumber.
"Kini terbentuk mekanisme belajar dari berbagai sumber dengan materi
ilmu pengetahuan mutakhir yang disajikan dalam multimedia yang dapat
menjadikan pola mengajar yang efektif, efisien dan menarik," katanya.
*Baca juga:Inspirasi: Guru perlu beri kesempatan siswa bangun pemahaman
sendiri
<https://www.antaranews.com/berita/1194931/inspirasi-guru-perlu-beri-kesempatan-siswa-bangun-pemahaman-sendiri>
Baca juga:Kadisdik: Kota Bogor masih kurang 1.000 guru berstatus ASN
<https://www.antaranews.com/berita/1193388/kadisdik-kota-bogor-masih-kurang-1000-guru-berstatus-asn>*
*Peningkatan mutu*
Perkembangan teknologi digital telah melahirkan pola hidup baru dalam
bekerja, berinteraksi, memandang nilai-nilai kehidupan serta dalam
memaknai hidup.
Kondisi tersebut mengharuskan semua pihak memberi pembobotan pembangunan
sumber daya manusia yang lebih tinggi melalui peningkatan mutu
pendidikan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan program Aceh Hebat
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD mengatakan penguatan
kelembagaan sekolah menjadi sebuah keharusan yang tidak mungkin
dihindari lagi. Sekolah harus mampu melakukan inovasi yang dapat
memberikan jaminan terhadap kualitas dan keunggulan dari kompetensi
lulusan yang dihasilkan.
Menurut dia, diagnosis terhadap kebutuhan sumber daya manusia yang
diperlukan dalam rentang waktu kekinian dan masa yang akan datang
semakin memperlihatkan kebutuhan sebuah generasi yang memiliki kemampuan
berfikir dan ketrampilan yang lebih tinggi serta memiliki keteguhan
akhlak mulia.
"Saat ini kita sedang berupaya meningkatkan kemampuan proses evaluasi
melalui pelatihan kemampuan guru dalam menyusun soal dengan
kategori/High Order Thinking Skil/(HOTS). Kategori soal tersebut telah
diimplementasikan dalam penyusunan soal-soal Ujian Nasional," katanya.
Pihaknya terus berupaya mendorong pembiasaan berlangsungnya proses
pendidikan yang memungkinkan berkembangnya potensi siswa secara optimal.
Ia juga mengajak semua pihak untuk berkenan memaksimalkan peran dan
fungsinya masing-masing sebagai ikhtiar dan tanggungjawab dalam
mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik.
*Baca juga:1.198 guru PPPK Kabupaten Bogor masih menanti gaji
<https://www.antaranews.com/berita/1191416/1198-guru-pppk-kabupaten-bogor-masih-menanti-gaji>
Baca juga:Hadiah umrah disiapkan bagi guru berprestasi-inovatif di Aceh
Barat
<https://www.antaranews.com/berita/1188743/hadiah-umrah-disiapkan-bagi-guru-berprestasi-inovatif-di-aceh-barat>*
*Pemerataan guru*
Sebagai wujud dan komitmen Pemerintah Aceh untuk meningkatkan mutu
pendidikan, maka pemerataan guru ke seluruh pelosok daerah di 23
kabupaten/kota di provinsi paling ujung di barat Indonesia itu menjadi
sangat penting.
Dinas Pendidikan Aceh menargetkan pemerataan guru di seluruh Aceh harus
tuntas terlaksana sebelum akhir November Tahun 2019 sesuai dengan yang
diamanahkan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.
"Tugas ini menjadi tanggung jawab kita semua dan harus di tuntaskan.
Saya berharap seluruh tim dan para kepala dinas serius dan fokus
menyelesaikan pemerataan guru," kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh,
Rachmat Fitri HD.
Dia akan mengevaluasi secara berkala kinerja guru dan tenaga
kependidikan di Aceh.
"Semoga pemerataan guru ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan
program prioritas Pemerintah Aceh dalam bidang pendidikan, yaitu Aceh
Carong," katanya.
Penyebaran guru dan rasio guru-murid yang rendah akan mempengaruhi
kegiatan ajar mengajar.
"Ketidakmerataan guru berdampak negatif pada pelayanan publik bidang
pendidikan. Sekolah-sekolah yang kekurangan guru menjadi tidak maksimal
karena pada jam pelajaran banyak kelas dibiarkan kosong tanpa kegiatan
belajar. Kriteria ketuntasan mengajar tidak tercapai, dan akhirnya
kompetensi murid menjadi rendah," katanya.
Guru-guru yang bertugas di sekolah yang berkelebihan guru
menjadi/idle/dan tidak dapat memenuhi jumlah jam mengajar sesuai standar
(24 Jam per pekan) karena harus berbagi dengan guru lainnya.
"Kondisi ini menimbulkan kerugian pada guru, karena berpengaruh pada
pengembangan karir guru, yakni sertifikasi dan kenaikan pangkat yang
mensyaratkan terpenuhinya jam mengajar," katanya.
Ia mengatakan peningkatan jumlah guru dan rasio guru-murid yang tinggi
akan menjadikan jumlah murid per rombongan belajar menjadi kecil dan
dengan demikian proses pembelajaran lebih efektif.
"Ada dua aspek terkait dengan situasi tersebut yang memerlukan
eksplorasi lebih lanjut, yakni pengangkatan guru baru dan distribusi
guru. Dalam era desentralisasi, tanggung jawab pengangkatan guru menjadi
urusan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat berwenang menetapkan kuota
jumlah guru PNS," katanya.
Menurut dia, kuota untuk guru PNS di semua tingkatan terus meningkat
menyusul perubahan status guru honorer menjadi guru PNS.
Guru merupakan ujung tombak untuk membenahi layanan pendidikan di
masing-masing zona, karenanya peningkatan mutu guru yang dilakukan
secara berkelanjutan dan juga pemerataan guru menjadi bagian penting
yang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh dalam menghadirkan pendidikan
bermutu di seluruh daerah.*
*Baca juga:Mendikbud janji sederhanakan kurikulum
<https://www.antaranews.com/berita/1187224/mendikbud-janji-sederhanakan-kurikulum>
Baca juga:Memulihkan sekolah, memulihkan manusia
<https://www.antaranews.com/berita/1183831/memulihkan-sekolah-memulihkan-manusia>*
Oleh M Ifdhal
Editor: Erafzon Saptiyulda AS