Para Tokoh Papua Sampaikan 10 Aspirasi ke Prabowo Subianto
Rabu, 11 Desember 2019 – 13:11 WIB


jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah tokoh Papua menghadap Menteri Pertahanan
Prabowo Subianto, menyampaikan aspirasi terkait pembangunan dan
peningkatan kesejahteraaan masyarakat di ujung timur Indonesia.

Para tokoh Papua yang tergabung dalam Tim Forum Peduli Papua Maju itu
diterima di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara 4 Kebayoran baru
Jakarta Selatan, Selasa (10/12) malam.

Ketua DPD Gerindra Provinsi Papua Yanni yang diminta para tokoh
memfasilitasi pertemuan mengatakan, pertemuan berlangsung dalam suasana
penuh kekeluargaan dan akrab.

Sejumlah masukan yang disampaikan kepada Prabowo dinilai rasional dan
relevan untuk kondisi Papua.

"Pak Prabowo menyampaikan terima kasih atas aspirasi para tokoh Papua.
Terkait masukan peningkatkan akses dalam rekruitmen TNI, menhan akan
melakukan afirmative action terhadap orang asli Papua, agar mendapat
porsi lebih dalam rekrutmen anggota TNI," ujar Yanni di Jakarta, Rabu
(11/12)

Menurut Yanni, Prabowo mengaku sangat memahami karakter masyakarat
Papua karena separuh hidupnya berada di Indonesia Timur, bahkan dia
juga berdarah Indonesia Timur.

Di mata Prabowo, orang Papua suka bicara blakblakan dan terus terang
tetapi hatinya sangat baik.

Menghadapi orang Papua yang sebenarnya berhati baik, Prabowo
berpandangan pentingnya membangun dengan sentuhan tangan dan hati,
bukan dengan kekuatan militer di Papua.

"Saya sebagai menhan selalu meminta prajurit TNI melakukan pendekatan
kepada rakyat dengan hati, bukan pendekatan represif-militeristik yang
bisa mengorbankan masyarakat," katanya.

Prabowo disebut berencana akan mengunjungi Papua dalam waktu dekat. 

Para tokoh Papua yang tergabung dalam Forum Peduli Papua Maju
masing-masing: Petrus Yoram Mambai (tokoh masyarakat Saireri), Daniel
Ayub Dawan (akademisi), Otniel Sem (tokoh agama) Mathius Murib (tokoh
HAM Papua), Budi Projonegoro Yokhu (tokoh pemuda Kabupaten Jayapura), H
Williem Waros Gebze (tokoh msyarakat Imbuti-Malid Merauke), Marselino
Yokomdo (tokoh penasehat masyarakat Muyu Merauke), Simson Sonny Manoach
(tokoh agama), Benediktus Tambonop (Bupati Boven Digoel), Elisa Kambu
(Bupati Asmat), Abok Busup (Bupati Yahukimo), Manuel Piter Urbinas
(Wakil Bupati Raja Ampat), Nathan Pahabol (koordinator Kabupaten
Yahukimo), Apeniel Sani (koordinator Kabupaten Intan Jaya), Viktorianus
Ohoiwatun (koordinator rombongan), Fachri Lahmady (koordinator
rombongan/tokoh pemuda Muslim) dan Jasman Tumpu (koordinator Muslim
Asmat).

Dalam pertemuan Forum Peduli Papua Maju juga menyampaikan sepuluh poin
pokok pikiran aspirasi:

1.Distribusi sumber daya manusia orang asli Papua (OAP) di birokrasi
pusat pemerintahan RI, termasuk penempatkan OAP pada eselon tertentu di
Kementerian Pertahanan.

2. Pemerataan dan distribusi kesejahteraan bagi OAP melalui subsidi
kegiatan sosial ekonomi berbiaya tinggi.

3. Pengembangan wilayah perbatasan NKRI di Papua sebagai pusat
pertumbuhan ekonomi, agar   orang asli Papua di wilayah-wilayah
perbatasan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

4. Pengembangan kota-kota bersejarah di Papua yang ikut andil  dalam
perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagai pusat destinasi  wisata
sejarah, seperti di Biak, Serui dan Bovendigoel.

5. Peningkatan kesadaran ketahanan nasional di Papua dan  Papua Barat
dengan membentuk   Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP)
perwakilan Papua dan Papua Barat di Jayapura.

6. Pemulihan solidaritas nasional di Papua dalam konteks penghargaan
terhadap tokoh-tokoh Papua yang   ikut andil dalam sejarah perjuangan
kemerdekaan, serta penyelesaian   isu-isu HAM berbasis pada jaminan
kesejahteraan keluarga korban pelanggaran HAM.

7. Mengendalikan secara efektif operasi militer dalam pengejaran
kelompok kriminal bersenjata (KKB) di beberapa wilayah konflik di
Papua, agar tidak berdampak kepada masyarakat sipil.

8. Membangun sarana dan prasarana transportasi darat dan udara di
wilayah pegunungan yang  efektif dan berkualitas sebagai   bagian dari
strategi membangun pertahanan nasional.

9. Meningkatkan akses orang asli Papua dalam rekruitmen menjadi
prajurit TNI/Polri.

10. Meningkatkan  kesejahteraan  prajurit TNI/Polri yang ditugaskan  di
Papua, terutama di wilayah-wilayah konflik.(gir/jpnn)

Kirim email ke