Tentang Globalisasi, Kenapa Dunia Ingat Davos ?
http://indonesian.cri.cn/20200121/d76ae755-e658-b9c7-1ab9-92b6e8e58461.html
2020-01-21 11:14:08
图片默认标题_fororder_davos
Sidang tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2020 bakal digelar di Davos,
Swiss. Tiga tahun yang lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam
pidatonya di depan sidang tahunan WEF pada waktu itu mengatakan,
“Menyalahkan masalah dunia pada globalisasi ekonomi, tidak sesuai dengan
fakta, dan juga tidak bermanfaat terhadap penyelesaian”. Dia
menunjukkan, menghadapi peluang dan tantangan yang didatangkan
globalisasi ekonomi, pilihan yang tepat ialah menggunakan segala
peluang, dan bekerjasama untuk menghadapi segala tantangan, serta
membimbing arah perkembangan globalisasi ekonomi.
图片默认标题_fororder_davos2
Justru dibimbing dengan ide tersebut, selama 3 tahun belakangan ini,
Tiongkok terus memperluas keterbukaan terhadap dunia luar, berupaya
membuka pasar global, “membagi-bagikan peluang dan keuntungan serta
mewujudkan saling menguntungkan dan menang bersama dalam proses
keterbukaan.”
Di satu sisi, Tiongkok mendorong keterbukaan komoditi, terus mendorong
pelaksanaan rangkaian langkah fasilitasi perdagangan antara lain
reformasi pengintegerasian clearance kepabeanan di seluruh negeri, dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dalam perdagangan internasional,
terus mengurangi daftar negatif investasi bagi penanaman modal asing,
memperlonggar izin pasar modal asing di bidang-bidang perbankan, saham,
dan industri asuransi. Tahun ini, pihaknya akan membatalkan secara
keseluruhan pembatasan persentase kepemilikan saham, untuk mempercepat
laju keterbukaan bidang moneter. Di sisi lain, Tiongkok terus melakukan
keterbukaan peraturan, berturut-turut mengesahkan Undang-Undang
Investasi Modal Asing, mendirikan Kawasan Percontohan Shenzhen, dan Area
Spesial Lingang milik Zona Perdagangan Bebas (FTZ) Pilot Shanghai,
menambah 6 FTZ Pilot, serta mengesahkan Peraturan Optimalisasi Kemudahan
Berusaha, Tiongkok sedang mempromosi keterbukaan tingkat tinggi ke arah
marketisasi.
Sementara itu, Tiongkok berupaya memperkaya pola kerja sama global
melalui pembangunan “Sabuk dan Jalan” berkualitas tinggi serta
penyelenggaraan Ekspo Impor Internasional Tiongkok (CIIE). Dewasa ini
tercatat 160 negara dan organisasi internasional telah menandatangani
dokumen kerja sama pembangunan “Sabuk dan Jalan” dengan Tiongkok. Nilai
kontrak dalam dua kali CIIE mencapai hampir 129 miliar dolar AS.
Berbagai teknologi, jasa dan komoditi dapat bersinergi dengan pasar
Tiongkok, sehingga menstimulasi pertumbuhan ekonomi dunia.
Pada 3 tahun yang lalu, Presiden Xi menunjukkan, masalah yang dihadapi
ekonomi dunia ialah kurang kuatnya daya penggerak pertumbuhan, inovasi
adalah daya penggerak pertama untuk membimbing perkembangan. Laporan
Indeks Inovasi Global yang diumumkan Organisasi Properti Intelektual
Dunia (WIPO) menunjukkan, Tiongkok telah menduduki urutan ke-14, dan
posisinya terus naik selama 4 tahun berturut-turut.
Keunggulan Tiongkok di bidang teknologi telekomunikasi 5G sangat
menonjol, baik dari jumlah paten maupun daya pengaruh standarnya, namun
“satu bunga bermekar tidak berarti musim semi sudah datang”. Tiongkok
senantiasa menekankan kesediaannya untuk membagi-bagikan hasil iptek
terbaru termasuk teknologi 5G dan AI, bersama-sama membina daya saing
krusial yang baru dan mengubah pola pertumbuhan ekonomi dunia.