-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://finance.detik.com/energi/d-4896598/gaya-ahok-bikin-pertamina-transparan-mirip-saat-jadi-gubernur-dki?tag_from=wp_beritautama&_ga=2.206862676.6


Rabu, 12 Feb 2020 17:50 WIB

Gaya Ahok Bikin Pertamina Transparan Mirip Saat Jadi Gubernur DKI

Soraya Novika - detikFinance
Share 0
Tweet 0
Share 0
232 komentar
Ilustrasi Ahok Pilgub DKI 2017  Foto: Ilustrator Edi Wahyono
Jakarta -

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok lagi-lagi 
buat gebrakan baru yang menggegerkan publik. Melalui akun resmi Twitternya 
@basuki_btp mengumumkan gebrakan transparansi Pertamina.

Dengan begitu, mulai sekarang masyarakat bisa ikut memantau langsung data impor 
bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina (Persero). Masyarakat bisa memantau data 
itu melalui laman resmi perseroan di www.pertamina.com.

"Mulai hari ini, akses Informasi operasional PT Pertamina (Persero) terkait 
pengadaan Crude, LPG dan BBM termasuk status kapal charter sudah dapat diakses 
melalui website resmi perseroan di www.pertamina.com," tulis dia dalam 
unggahannya, Rabu (12/2/2020).
Baca juga: Top! Ini Cara Ahok Bikin Pertamina Transparan

Gebrakan ini ternyata tak jauh berbeda dengan yang pernah dilakukan Ahok ketika 
menjabat sebagai Gubernur DKU Jakarta pada 2014 hingga 2017 silam.

"Transparansi yang dilakukan Pak Ahok di Pertamina sekarang sama dengan saat 
beliau menjabat sebagai Gubernur DKI lalu," ujar Pengamat kebijakan publik dari 
Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah kepada deticom, Rabu (12/2/2020).

Gaya tranparansi ala Ahok itu dikenal dengan pendekatan rational comprehensive 
yang mengedepankan rasionalitas namun tetap mengedepankan kepentingan publik.

"Pak Ahok ini orang yang matang di dalam birokrasi publik, sehingga beliau ini 
tau liku-likunya, jadi ketika mengambil keputusan itu lebih didasarkan pada 
pendekatan rational comprehensive, dia mengambil kebijakan untuk hal-hal yang 
masuk akal, tapi juga ada comprehensive artinya publiknya juga diperhatikan, 
kalau bahasa kebijakan politik itu namanya populis," paparnya.
Baca juga: Ahok Bikin Pertamina Transparan, Masyarakat Bisa Pantau Impor BBM

Pendekatan semacam ini sangat efektif dalam menggiring suatu perusahaan publik 
seperti Pertamina ini menjadi lebih baik lagi ke depannya.

"Pak Ahok terlepas dari kekurangannya, tapi dalam hal pengelolaan manajemen 
pemerintahan dan pengambilan keputusan ini sangat rational comprehensive, saya 
meyakini hal itu akan menjadikan organisasi ini sehat, kompetitif dan di mata 
investor itu akan semakin diminati," pungkasnya.
Gaya Ahok Bikin Pertamina Transparan Mirip Waktu Jadi Gubernur DKI


Simak Video "Kabar Penolakan Jadi Bos Pertamina, Ahok: Hidup Gue Salah Melulu"

(dna/dna)



                        =========






https://finance.detik.com/energi/d-4896839/tak-cukup-bikin-pertamina-transparan-ahok-perlu-ini-untuk-basmi-mafia


Rabu, 12 Feb 2020 20:30 WIB

Tak Cukup Bikin Pertamina Transparan, Ahok Perlu Ini untuk Basmi Mafia

Soraya Novika - detikFinance
Share 0
Tweet 0
Share 0
37 komentar
Sejumlah tokoh terus berdatangan ke pelantikan Presiden-Wakil Presiden. Dari 
Ahok hingga Mulan Jameela terlihat sangat semringah.       Ahok alias Basuki 
Tjahaja Purnama (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Langkah transparansi Pertamina yang diambil Komisaris Utama Pertamina Basuki 
Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sangat efektif dalam menyingkirkan mafia 
minyak dan gas (migas) yang selama ini lama bercokol di tubuh perusahaan pelat 
merah tersebut.

Hal itu dapat terjadi karena upaya transparansi yang diambil Ahok itu mau tidak 
mau memaksa internal Pertamina berlaku lebih profesional terutama dalam 
penyampaian data.

"Dengan transparansi yang dijalankan Ahok ini nantinya bisa membuat mafia migas 
itu tersingkir dengan sendirinya," ujar Pengamat kebijakan publik dari 
Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah kepada detikcom, Rabu (12/2/2020).
Baca juga: Gaya Ahok Bikin Pertamina Transparan Mirip Saat Jadi Gubernur DKI

Namun, ia menambahkan, membuat Pertamina transparan saja tak cukup. Ahok juga 
harus melakukan langkah-langkah tegas lainnya yang bisa menghilangkan mafia 
migas seutuhnya.

"Jadi selain transparansi perlu juga penegakan hukum yang tegas salah satunya 
dengan menerapkan reward and punishment," tambahnya.

Selain itu, Ahok diminta berani memecat orang-orang yang tidak profesional di 
perseroan tersebut.

"Lakukan mutasi terhadap orang-orang yang tidak profesional, supaya memutus 
jaringan dengan mereka yang istilahnya mafia migas itu, karena mafia migas ini 
kerap bersinggungan langsung dengan internal-internal di Pertamina, bahkan ada 
yang dari internal Pertamina itu sendiri, namanya juga penyakit kronis 
istilahnya patologi birokrasi di Pertamina yang memang sudah ada sejak lama, 
ini perlu pembenahan serius," paparnya.
Baca juga: Ahok Bikin Pertamina Transparan, Masyarakat Bisa Pantau Impor BBM

Untuk memperkuat posisi Ahok di Pertamina, Ahok diimbau untuk dapat memperkuat 
jaringannya dengan berbagai pihak terutama kepada para aparat penegak hukum.

"Pak Ahok juga harus melakukan koordinasi dengan stakeholder baik dari aparat 
penegak hukum maupun dengan perusahaan-perusahaan yang ada di luar negeri, dan 
dengan pemerintah juga," pungkasnya.

Ahok baru saja membuat gebrakan yang menggegerkan publik. Melalui akun resmi 
Twitternya @basuki_btp mengumumkan gebrakan transparansi Pertamina.

Dengan begitu, mulai sekarang masyarakat bisa ikut memantau langsung data impor 
bahan bakar minyak (BBM) hingga LPG milik PT Pertamina (Persero). Masyarakat 
bisa memantau data itu melalui laman resmi perseroan di www.pertamina.com.

Masyarakat bisa melihat langsung informasi itu di menu informasi pengadaan 
Pertamina.

Dalam menu tersebut ada tabel besar yang isinya data lengkap kegiatan impor 
Pertamina. Khusus untuk minyak mentah mulai dari kualitas produk, supplier, 
volume, hingga harganya dalam nominal dolar. Tercatat pada tahun 2019, total 
produk yang diimpor mencapai 87.063.238 barel (bbl) dengan nilai US$ 5,72 
miliar.


Simak Video "Kabar Penolakan Jadi Bos Pertamina, Ahok: Hidup Gue Salah Melulu"

(dna/dna)







     

Kirim email ke