-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/289591-presiden-tindak-tegas-pelaku-intoleransi-gereja-karimun


Rabu 12 Februari 2020, 18:09 WIB

Presiden: Tindak Tegas Pelaku Intoleransi Gereja Karimun

Nur Azizah | Politik dan Hukum
 
Presiden: Tindak Tegas Pelaku Intoleransi Gereja Karimun

Antara
Joko Widodo
 

PRESIDEN Joko Widodo angkat bicara mengenai polemik pembangunan Gereja Katolik 
Paroki Santo Joseph Tanjung Balai, Karimun, Kepulauan Riau.

Renovasi gereja terhalang aksi protes dari sekelompok massa yang 
mengatasnamakan diri Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) meski sudang mengantongi 
Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Menanggapi kondisi itu Presiden Jokowi meminta Menteri Politik, Hukum, dan 
Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Idham Azis turun tangan.

"Tadi juga sudah saya perintahkan kepada Menkopolhukam, Kapolri, untuk menjamin 
terlaksananya kebebasan dalam beribadah dan menindak tegas kelompok atau 
masyarakat yang mengganggu berjalannya sesuai dengan jaminan konstitusi," kata 
Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (12/2).

 

Baca juga: Pemerintah Diminta Selesaikan Kasus Gereja di Karimun

 

Jokowi menegaskan bahwa negara mengakui dan menjamin kemerdekaan setiap 
penduduk untuk memeluk agama masing-masing.

"Ya ini masalah intoleransi. Konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap 
penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat sesuai dengan 
kepercayaannya, jelas itu konstitusi kita memberikan payung kepada seluruh 
masyarakat," terang dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tak akan membiarkan praktik intoleransi ada. Ia 
pun kecewa lantaran daerah setempat tak bisa menyelesaikan masalah tersebut.

"Mestinya daerah bisa menyelesaikan ini, tapi saya lihat karena tidak ada 
pergerakan di daerah jadi saya perintahkan Menkopolhukam dan Kapolri selesaikan 
ini, baik yang berkaitan dengan gereja yang ada Karimun Tanjung Balai, maupun 
masjid yang ada di Minahasa Utara," ungkap dia.

Jokowi minta diselesaikan denga cepat. Sebab, kejadian ini bisa menjadi 
preseden buruk dan menjalar ke daerah lain. (OL-8)






Kirim email ke