Fanatisme agama On Thu, Feb 13, 2020 at 10:36 AM ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote:
> > > Coba jelaskan apa yang tersirat. > > --- ronggo303@... wrote; > > > > Maksudnya, fanatisme agama. > > jangan hanya mendengar yg terucap, tapi dengarlah apa yg tersirat. > > On Thu, Feb 13, 2020 at 10:21 AM ajeg wrote: > > Bocah-bocah milenial kaya itu membanggakan hasil kerja mereka "bisa bikin > kubu sebelah megap-megap". > > Kepala BPIP mengamininya. > > Dan, Frans Magnis yang pernah satu kubu pun megap-megap. > > - > > Frans Magnis: Sebaiknya Kepala BPIP Mundur > > Februari 12, 2020 23:38 > > [image: Frans Magnis Suseno] > Frans Magnis Suseno > > *Jakarta, aktual.com <http://aktual.com> –* Rohaniwan yang juga tokoh > nasional, Frans Magnis Suseno menilai statemen Kepala Badan Pembinaan > Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi sebagai statemen yang gawat > dan membahayakan. > Dalam wawancara dengan media Selasa kemarin (11/2), Yudian jelas menyebut > musuh Pancasila adalah agama. Statemen ini sontak mengundang kontroversi > dan kecaman publik, khususnya di media sosial. > bahkan menyebut, Yudian tidak paham dan tidak memiliki kompetensi sebagai > Kepala BPIP yang berurusan dengan ideologi negara itu. > Berikut ini pernyataan Magnis yang juga Guru Besar Teologi di Sekolah > Tinggi Driyakara, Jakarta, yang beredar luas di kalangan grup whatsapp: > “Ucapan Kepala BPIP baru amat gawat. Kok sesudah Menteri Agama–semula > mengajak kembali para pejuang ISIS–sekarang angkatan Presiden Jokowi bidang > “ideologi” kedua mempertentangkan Pancasila dengan agama!” > “Presiden kok sepertinya keliru terus. Kepala BPIP memang barangkali bukan > masalah ideologi, melainkan kurangnya kompetensi. Lengkap beliau k/l > mengatakan: “Musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan.” > “Jadi maksudnya barangkali: yang mengancam Pancasila bukan pertama-tama > sukuisme, melainkan radikalisme agama. Tetapi kalau begitu tidak tahu > bagaimana omong benar, ya kompetensi minimum untuk mengepalai BPIP tidak > ada. Sebaiknya Beliau mundur.” (sam) > > > >
