*Astagafirulah  mana bisa PKI  memimpin rezim berkausa, sebab kalau PKI
berkuasa cilaka busaaar,  semua koruptor dibabat, tetapi karena sebagian
besar orang berkuasa  bermental tukang catut maka oleh  sebab itu korupsi
merajalela dan  NKRI  menjadi Negara Koruptor Republik Indonesia. Lihat
kementrian agama menjadi sarang penyamun, tiga menteri agama mulai dari
rezim Megawati, SBY, hingga  Jokowi I, menteri/menetri agama mereka terkait
korupsi. Jangan dilupakan mereka disumpah jabatan pakai kitab Suci diatas
kepala, mereka melakukan ibadah dan ritualnya secara teratur, tetapi dasar
mental tukang catut maka tangan mereka gatal terhadap fulus.*

https://www.suara.com/news/2020/02/16/132621/kontroversial-video-pengkhotbah-sebut-indonesia-kini-dipimpin-rezim-pki?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler


*Kontroversial! Video Pengkhotbah Sebut Indonesia Kini Dipimpin Rezim PKI*

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita

Minggu, 16 Februari 2020 | 13:26 WIB

[image: Kontroversial! Video Pengkhotbah Sebut Indonesia Kini Dipimpin
Rezim PKI]Indonesia disebut penganut paham komunis. (Twitter)

*"Kondisi gerakan PKI ini sudah terlalu parah, sudah 13 angkatan dari
partai-partai yang ada untuk berlatih ke Beijing 2004-2014," kata
dia.* *Suara.com
- *Jagat media sosial Indonesia digegerkan oleh klaim seorang yang
disebut-sebut *pemuka agama* <https://www.suara.com/tag/pemuka-agama>,
mengatakan RI kekinian menganut rezim komunis. Klaim itu disampaikan lewat
video yang kekinian *viral <https://www.suara.com/tag/viral>**.*

Salah satunya dibagikan oleh pengguna Twitter @yusuf_dumdum, Sabtu
(14/1/2020).

Dalam dua cuplikan video yang beredar, dibeberkan pernyataan-pernyataan
kontroversial dari seorang laki-laki, mengenai pemerintah menganut rezim
komunis *PKI* <https://www.suara.com/tag/pki>.

Bukan tanpa sebab, pernyataan tersebut disampaikan laki-laki itu, berkaca
pada kejadian beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut, telah terjadi rekrutmen besar-besaran untuk membentuk gerakan
PKI di Tanah Air, di mana melibatkan sejumlah kader partai politik.

*"Kondisi gerakan PKI ini sudah terlalu parah, sudah 13 angkatan dari
partai-partai yang ada untuk berlatih ke Beijing 2004-2014,"* ungkap
laki-laki dalam video.

*"Sementara mereka sedang melakukan lansiran tahun 2015. Tahun 2015 belum
sanggup memecah kekuatan mereka, 2019 mereka menang kembali dan rezim h**ari
ini adalah rezim komunis,"* *imbuhnya.*


Ia lantas mengungkapkan, *"Saya mengatakannya dengan sadar"*.

Melihat kondisi sedemikian rupa, ia menyoroti sikap pemerintah yang dinilai
abai soal gerakan komunis di Tanah Air. Hal itu dituding, lantaran
ketakutan akan stigma anti Pancasila.

Laki-laki dalam video pun mengkritisi terpilihnya Yudian Wahyudi menjadi
Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Orang yang bersangkutan dinilai tak layak memimpin BPIP lantaran sempat
mencetuskan desertasi mengenai legalitas perzinahan saat pacaran.

*"Sekarang dia (Dr. Wahyudi) jadi Ketua Badan Pengawal Pancasila, ini
sedang terjadi dan tidak ada yang dikarang-karang oleh Ustaz Alfian
Tanjung,"* katanya.

Dengan didapuknya Wahyudi sebagai Ketua BPIP, pemerintah dinilai secara
perlahan membangun proses-proses berpaham komunis.Begitu pula dengan
fenomena jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Disebutkan mereka
yang mencalonkan diri sebagai gubernur atau wali kota berasal dari kalangan
polisi. Itulah yang disebut sebagai tindakan polisasi dalam rezim
*komunisme* <https://www.suara.com/tag/komunisme>.

*"Ada 80 persen calon daripada Pilkada, serentak per 23 September 2020
adalah polisasi. Kalau polisi-polisi sudah jadi gubernur, wali kota. Nanti
2021, 2022, 2023 tidak ada lagi Pilkada. Akan ditetapkannya Plt (pejabat
sementara) yang menetapkan Menteri Dalam Negeri,"* ungkapnya.

Untuk itu, ia mengatakan, *"Kalau anda lihat, teori komunisme, akan terjadi
polisasi, maka negara itu sedang menuju rezim komunis".*

Tindakan polisasi dan rekrutmen besar-besaran kian menunjukkan bawah
Indonesia mendorong terbentuknya rezim PKI.

*"Jadi polisasi semua, maka negara kita akan menjadi NKRI (Negara
Kepolisian Republik Indonesia). Itu artinya, negara komunis Indonesia.
Negara yang didominasi polisi, itu negara komunis. Silakan diperiksa di
seluruh dunia,"* kata laki-laki dalam video, memungkasi.

Sejak dibagikan, rekaman soal klaim pemerintah menganut paham komunis telah
disaksikan lebih dari 24,5 ribu kali.



Indonesia disebut penganut paham komunis. (Twitter)

Lebih lanjut, pria yang menegaskan dirinya sebagai Ustaz Alfian Tanjung
tersebut membahas soal *"polisisasi"* yang terjadi di pemerintahan
sekarang. Baginya, kebanyakan pemimpin sebuah lembaga independen negara
berasal dari tokoh yang berlatar belakang polisi


Begitu pula dengan fenomena jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
Disebutkan mereka yang mencalonkan diri sebagai gubernur atau wali kota
berasal dari kalangan polisi. Itulah yang disebut sebagai tindakan polisasi
dalam rezim *komunisme* <https://www.suara.com/tag/komunisme>.

*"Ada 80 persen calon daripada Pilkada, serentak per 23 September 2020
adalah polisasi. Kalau polisi-polisi sudah jadi gubernur, wali kota. Nanti
2021, 2022, 2023 tidak ada lagi Pilkada. Akan ditetapkannya Plt (pejabat
sementara) yang menetapkan Menteri Dalam Negeri,"* ungkapnya.

Untuk itu, ia mengatakan, *"Kalau anda lihat, teori komunisme, akan terjadi
polisasi, maka negara itu sedang menuju rezim komunis".*

Tindakan polisasi dan rekrutmen besar-besaran kian menunjukkan bawah
Indonesia mendorong terbentuknya rezim PKI.

*"Jadi polisasi semua, maka negara kita akan menjadi NKRI (Negara
Kepolisian Republik Indonesia). Itu artinya, negara komunis Indonesia.
Negara yang didominasi polisi, itu negara komunis. Silakan diperiksa di
seluruh dunia,"* kata laki-laki dalam video, memungkasi.

Sejak dibagikan, rekaman soal klaim pemerintah menganut paham komunis telah
disaksikan lebih dari 24,5 ribu kali.

Kirim email ke