Betul, yang di Serpong ini adalah reaktor ketiga setelah Bandung dan Yogya.
Dibangun tahun '80an dan diberi nama Reaktor Serbaguna GA Siwabessy untuk
mengenang jasa beliau.
--- roeslan12@... wrote:
Nimbrung. Sekitar tahun 1960-19061 saya pernah bekerja di Lembaga Tenaga Atom
di Jakarta LTA Kebayoran baru Blok M Jakarta), yang pada saat itu dipimpin oleh
bapak Profesor Dr, Sewabessy. Saya bekerja dibagian Keselamatan Kerja dan
kesehatan, yang dulu disingkat H.S.S Saya ditugaskan di Universitas
Kedokteran di Salemba Jakarta.
Seingat saya sekitar tahun 1961-1962 LTA pernah melakukan penyelidikan
(pengukuran) pancaran Radio aktif, yang secara umum disebabkan oleh adanya
pancaran Uranium.
Uranium adalah sejenis unsur logam yang mengandung radioaktif, artinya uranium
itu bisa mengeluarkan tenaga nuklir secara alami. Oleh karena itu didebut
radiao aktif (Radio artinya tenaga, sedangkan aktif artinya nenaga itu bisa
bergerak sendiri tanpa adanya sesuatu yang menggerakan , yang disebut tenagana
alami). Uraniun berwarna kelabu keperakan dengan simbul kimianya U. Yang sangat
berhabaya adalah Uraniun 235 (U 235) yang digunakan sebagai bahan bakar PLTN,
yang ampasnya disebut Plitonium (PU 239). OLeh karena Uranium itu bisa
memancarkan nenaga nuklirnya secara alami, yadi artinya sudah sejak dimulainya
pembangunan reaktor Atom, terjadilah peredaran zad-zat radioaktif yang
mengotori lingkungan; belum lagi masalah ampas radio aktif yang disebut
plutonium itu (PU 239).
Jadi seluruh proses pembentukan reaktor nuklir itu akan mengotori lingkungan
dengan pancaran yang mulai dari bagian yang sangat kecil yang disebut
“Alpha-Teilchen” yaitu bagian yang sangat kecil sekali dari atom yang
bermuatan sinar Alpha, Elektron-elektron atau photon-photon yang berenergi
tinggi, akan dapat masuk kedalam sel-sel tubuh manusia yang dapat menyebabkan
kerusakan sel-sel tersebut. Adanya pencemaran alam karena radio aktif itu dapat
juga merusak bahan makanan dan air yang sangat diperlukan bagi kelanjutan
kehidupan.
Kembali pada penelitian tentang pancaran radio aktif yang pernah dilakukan oleh
PLTA disektar tahun 1960-1961, dikatakan bahwa dipantai selatan terpapar
radiasi nuklir. Wah pada saat itu sudah menghebohkan. Akhirnya setelah
diperiksa secara mendalam ditemukan bahwa adanya isu terpaparnya radiasi
dipantai selatan itu tidak benar adanya, kesalahan itu disebabkan oleh karena
adanya kesalahan dalam penyelikidikan, yaitu ada kesalahan dalam system
perhitungan. Ya maklumlah karena masalah tersebut Indonesia belum memiliki
alat-alat ukur radiasi yang canggih seperti sekarang ini.
Berkaitan dengan adanya berita bahwa diserpong terpapar Radiasi Nuklir, bisa
jadi dewasa ini di serpong telah dibangun sebuah Reaktor Nuklir, sehingga ada
kemungkinan kebocoran pancaran Uranium U 235 atau ada PU 239 yang berceceran.
Jika ini yang terjadi maka, harus dipahami bahwa; jika 1 Gramm uranium sampai
mengotori (meracuni) lingkungan alam semesta , maka setelah 500 000 tahun
lamanya masih ada sisanya sekitar seperjuta gramm (1/1000 000 gramm) yang
meracuni lingkungan alam kita ini. Jika dikatakan bahwa direaktor tidak
terditeksi adanya pancaran radio aktif, ada kemungkinan terdapt adanya sebaran
1 Gram Plutonium PU 239 yang ter cecer dirumah tersebut.
Oleh karana itu,yang harus ditemukan sekarang adalah penyebab utama terjadinya
Radiasi Nuklir yang terpapar di Serong tersebut.
Kalau saya ngak salah ingat dulu pernah ada rencana untuk mendirikan Reaktor
Atom di daerah Serpong; tapi ditolak oleh Pak Siwabessy dengan alasan karena
ada kemungkian terjadinya kebocoran dalam tanah di daerah tersebut. Akhirnya
Reaktor itu di bangun di Jogyakarta.Mungkin saja sekarang di Serpong sudah
dibangun suatu Reaktor Nuklir.
Roeslan.
Von: ajeg
Dahlan:
Di sekitar reaktor sendiri tidak ditemukan adanya radiasi. Justru di perumahan
yang jauh terdeteksi radiasi. Jarak Batan Indah dengan reaktor itu sekitar 3
kilometer.
Ini sungguh lelucon yang menjengkelkan. Terutama bagi kita yang concern bahwa
nuklir adalah masa depan kita.
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Radiasi Serpong
Kalau benar, ini sangat mencoreng ilmuwan kita. Bahkan negara kita. Bagaimana
bisa --seperti diumumkan lembaga pengawas nuklir Indonesia kemarin --ditemukan
sumber radiasi nuklir di perumahan di Serpong, dekat Jakarta.
| |
|
|
On Sunday, February 16, 2020, 9:45 PM, ajeg wrote:
Terpapar Radiasi Nuklir, Warga Batan Indah Serpong Jalani Pemeriksaan
Dikhawatirkan ada kontaminan yang masuk dalam tubuh
Pembersihan limbah nuklir di kompleks Batan Indah Serpong, Tangsel, Banten.
(IDN Times/Lia HutasoitVerifiedLia Hutasoit
16 Februari 2020
Jakarta, IDN Times - Area terpapar radioaktif di Komplek Batan Indah Serpong,
Tangerang Selatan sedang dalam proses pembersihan.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) juga berencana akan melakukan pengecekan
badan warga setempat untuk mengantisipasi adanya paparan radioaktif.
"Untuk melihat apakah ada kontaminan radioaktif yang masuk dalam tubuh," ujar
Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar, di Komplek
Batan Indah, Serpong, Minggu (16/2).
1. Pengecekan dilakukan dengan cara sampling
Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten Abdul Qohhar (IDN Tims/Lia
Hutasoit)
Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten Abdul Qohhar mengatakan
bahwa warga komplek Batan Indah yang berada di sekitar area paparan akan
menjalani pengecekan yang dinamakan whole body check (WBC).
Pengecekan badan dilakukan dengan cara sampling. Serta kemungkinan sampling
yang diambil berasal dari warga yang berada paling dekat dengan area terpapar.
"Untuk itu, rencananya besok (Senin), yang sudah disampaikan oleh pimpinan
juga, dari warga ini akan di-sampling untuk melakukan tes yang namanya WBC,"
ujar dia.
2. Jika terpapar akan ada treatment khusus
Pengecekan ini dilakukan guna mencari tahu apakah ada masyarakat yang terpapar
radioaktif atau tidak. Pemeriksaan WBC nantinya akan dilaksanakan oleh petugas
Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).
Abdul juga menjelaskan bahwa WBC dilakukan agar zat radioaktif yang masuk ke
tubuh seseorang dapat terlihat apakah masih dalam batas aman atau sudah
melewatinya.
"Kalau di bawah batas, itu oke berarti ya. Kalau melebihi batas, ini harus ada
treatment lagi," katanya.
Namun Abdul tidak menjelaskan treatment apa yang dimaksud jika ada warga yang
memang terpapar radiasi.
3. Limbah masih dalam proses pembersihan
Bapeten telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian guna mencari tahu
asal limbah radioaktif tersebut berasal. Nantinya Bapeten dan kepolisian akan
melakukan pengumpulan keterangan di lokasi kejadian.
Kini limbah tersebut masih dalam proses pembersihan lebih lanjut, menurut
pantauan IDN Times terlihat sejumlah petugas berpakaian khusus masih melakukan
pembersihan, nantinya limbah akan diletakan di drum-drum yang sudah disediakan
dan dibawa ke Batan.
#yiv1059501632 -- #yiv1059501632ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-mkp #yiv1059501632hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-mkp #yiv1059501632ads
{margin-bottom:10px;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-mkp .yiv1059501632ad
{padding:0 0;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-mkp .yiv1059501632ad p
{margin:0;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-mkp .yiv1059501632ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-sponsor
#yiv1059501632ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-sponsor #yiv1059501632ygrp-lc #yiv1059501632hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-sponsor #yiv1059501632ygrp-lc .yiv1059501632ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1059501632 #yiv1059501632actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1059501632
#yiv1059501632activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1059501632
#yiv1059501632activity span {font-weight:700;}#yiv1059501632
#yiv1059501632activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv1059501632 #yiv1059501632activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1059501632 #yiv1059501632activity span
span {color:#ff7900;}#yiv1059501632 #yiv1059501632activity span
.yiv1059501632underline {text-decoration:underline;}#yiv1059501632
.yiv1059501632attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv1059501632 .yiv1059501632attach div a
{text-decoration:none;}#yiv1059501632 .yiv1059501632attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1059501632 .yiv1059501632attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1059501632 .yiv1059501632attach label a
{text-decoration:none;}#yiv1059501632 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv1059501632 .yiv1059501632bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1059501632
.yiv1059501632bold a {text-decoration:none;}#yiv1059501632 dd.yiv1059501632last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1059501632 dd.yiv1059501632last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1059501632
dd.yiv1059501632last p span.yiv1059501632yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv1059501632 div.yiv1059501632attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv1059501632 div.yiv1059501632attach-table
{width:400px;}#yiv1059501632 div.yiv1059501632file-title a, #yiv1059501632
div.yiv1059501632file-title a:active, #yiv1059501632
div.yiv1059501632file-title a:hover, #yiv1059501632 div.yiv1059501632file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1059501632 div.yiv1059501632photo-title a,
#yiv1059501632 div.yiv1059501632photo-title a:active, #yiv1059501632
div.yiv1059501632photo-title a:hover, #yiv1059501632
div.yiv1059501632photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1059501632
div#yiv1059501632ygrp-mlmsg #yiv1059501632ygrp-msg p a
span.yiv1059501632yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1059501632
.yiv1059501632green {color:#628c2a;}#yiv1059501632 .yiv1059501632MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv1059501632 o {font-size:0;}#yiv1059501632
#yiv1059501632photos div {float:left;width:72px;}#yiv1059501632
#yiv1059501632photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1059501632
#yiv1059501632photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1059501632
#yiv1059501632reco-category {font-size:77%;}#yiv1059501632
#yiv1059501632reco-desc {font-size:77%;}#yiv1059501632 .yiv1059501632replbq
{margin:4px;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-mlmsg select, #yiv1059501632 input, #yiv1059501632 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-mlmsg pre, #yiv1059501632 code {font:115%
monospace;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-mlmsg #yiv1059501632logo
{padding-bottom:10px;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-msg
p#yiv1059501632attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-reco #yiv1059501632reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-sponsor
#yiv1059501632ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-sponsor #yiv1059501632ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-sponsor #yiv1059501632ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv1059501632 #yiv1059501632ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1059501632
#yiv1059501632ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv1059501632