*Selasa 18 Februari 2020, 23:47 WIB*
*Warga AS Beberkan Kejanggalan Terkait COVID-19 di Tiongkok*
*Thomas Harming Suwarta |Internasional
<https://mediaindonesia.com/internasional>*
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/read/detail/290953-warga-as-beberkan-kejanggalan-terkait-covid-19-di-tiongkok>
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Warga%20AS%20Beberkan%20Kejanggalan%20Terkait%20COVID-19%20di%20Tiongkok%20https://mediaindonesia.com/read/detail/290953-warga-as-beberkan-kejanggalan-terkait-covid-19-di-tiongkok%20via%20@mediaindonesia>
Warga AS Beberkan Kejanggalan Terkait COVID-19 di Tiongkok
<https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2020/02/50d642cb78e11c41f81de5d4586b49ca.jpg>
/AFP/Lizabeth Menzies/
Morfologi virus korona
SEBUAH tulisan viral di media sosial oleh seorang warga Amerika Serikat,
Mario Cavolo yang sudah tinggal di Tiongkok selama 20 tahun.
Melalui akun linkedin pribadinya, Cavolo mengunggah sebuah artikel
berjudul "Something's Not Right Here Folks"? | A Look at USA 2009 H1N1
Virus Compared to China 2020 Corona Virus."
Tulisan tersebut kini sudah dikomentari ribuan kali dan dibagikan
sebanyak jutaan kali yang intinya membandingkan kasus flu babi di AS
pada 2009 dan kasus COVID-19 di Tiongkok tahun ini yang menurut Cavalo
ada hal janggal di sana.
Sebagai seorang praktisi komunikasi, Cavalo mengungkapkan bagaimana
pemberitaan terkait Korona ini sangat meluas dibarengi juga dengan
reaksi dunia internasional.
"Padahal kalau dibandingkan dengan kasus virus flu babi di Amerika
Serikat pada 2009 yang justru memakan korban sangat banyak, yaitu
sekitar 300 ribu orang dengan korban yang terinfeksi sebanyak 60 juta
orang, apakah reaksi kita seperti dunia internasional mengisolasi
Tiongkok ? Apakah saat itu orang langsung melarang dan menutup semua
akses masuk ke Amerika atau menarik semua warga asing dari Amerika
seperti yang dilakukan terhadap Tiongkok saat ini?" ungkap Cavolo.
*Baca juga*:Kemenlu Terus Komunikasi dengan Jepang Soal WNI Positif
COVID-19
<https://mediaindonesia.com/read/detail/290773-kemenlu-terus-komunikasi-dengan-jepang-soal-wni-positif-covid-19>
Cavalo menjelaskan, kasus flu babi di AS pada 2009 menginfeksi
setidaknya *60 juta orang* dengan sedikitnya*korban meninggal sebanyak
18.449 *kasus di seluruh dunia.
Bahkan jika merujuk laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
Amerika Serikat pada tahun 2012, ada sekitar 300.000 orang meinggal
dunia akibat flu babi.
"Tetapi sekarang kita melihat bagaimana dunia justru memojokkan
Tiongkok, bahwa dituduh menyembunyikan data penyakit, melakukan isolasi
yang tampak sekali ada sentimen kebencian terhadap Tiongkok yang hendak
dibangun," katanya.
Bukan hanya itu, dunia internasional, kata dia bisa mengetahui siapa
pihak yang mengambil keuntungan besar dari kasus Korona ini.
Jika membaca reaksi AS, kata Cavolo, jelas berlebihan dengan adanya
larangan keluar masuk Tiongkok, menutup penerbangan, dan reaksi lainnya.
"Nah kalau kita balik ke belakang saat ada flu babi di AS. Apakah ada
larangan bepergian ke AS ? Apakah Tiongkok menutup perbatasan mereka
bagi orang AS ? Apakah dunia menyarankan agar kita mengasingkan diri
dari AS ? Tentu saja tidak. Tetapi itu semua tidak berlaku bagi Tiongkok
saat ini" lanjut Cavolo.
Bahkan, saat ini AS, ujarnya, sama sekali tidak ikut berperan untuk
membantu Tiongkok mengatasi epidemi ini. Negara seperti Indonesia, Korea
Selatan, Jepang, Inggris, Prancis, Pakistan, bahkan Iran dan banyak
negara lain sudah memberikan bantuan.
*Baca juga*:WHO Sebut COVID-19 tidak Semematikan SARS dan MERS
<https://mediaindonesia.com/read/detail/290718-who-sebut-covid-19-tidak-semematikan-sars-dan-mers>
"Lalu Amerika di mana? AS justru memojokan Tiongkok seakan menolak
bantuan dari tim ahli AS dan mengatakan bahwa Tiongkok tidak transparan
dan terbuka. Ada yang aneh di sini," katanya.
Namun demikian dia mengungkapkan bagaimana pemerintah Tiongkok kini
tengah berusaha keras untuk segera mengatasi permasalahan COVID-19,
bahkan Tiongkok sangat membuka diri dengan Organisasi Kesehatan Dunia.
"Kita melihat ada upaya serius pemerintah Tiongkok mengatasi kasus ini
untuk melindungi rakyatnya termasuk bagaimana agar masyarakat di seluruh
dunia tidak terserang karena bagaimana pun virus adalah wabah yang
menjadi musuh semua orang. Apa yang dilakukan Tiongkok hari ini tentu
saja bukan hanya untuk orang Tiongkok, tetapi juga kepentingan dunia
internasional. Ini harus kita apresiasi," katanya.
Dari kasus korona ini, lanjut dia tampak ada upaya untuk mengucilkan
Tiongkok secara berlebihan.
"Sekali lagi kasus yang sama di AS dulu tidak seheboh saat ini dialami
Tiongkok. Kalau kita berpikir rasional maka tentu kita akan berpikir
bahwa ada yang janggal di sini. Dan memnurut saya saatnya dunia
internasional bergandengan tangan untuk mengatasi ini secara bersama.
Karena kita yakin kasus ini akan segera berlalu," pungkas Cavolo. (OL-7)