https://nasional.kompas.com/read/2020/03/03/13114161/pasien-baru-tahu-mengidap-covid-19-setelah-diumumkan-presiden-jokowi#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=pasien_baru_tahu_kena_corona&webPushId=NDE3OTY=


Pasien Baru Tahu Mengidap Covid-19 Setelah Diumumkan Presiden Jokowi

Kompas.com - 03/03/2020, 13:11 WIB
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah mengumumkan ada dua orang di
Indonesia yang telah positif mengidap virus corona dan menderita penyakti
Covid-19 kemarin, Senin (2/3/2020).

Namun, pasien mengaku baru tahu bahwa mereka mengidap Covid-19 dan terpapar
virus corona justru setelah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri
Kesehatan Terawan Agus Putranto. Hal ini terungkap dalam wawancara khusus
kepada Kompas yang ditayangkan dalam Kompas.id yang tayang hari ini, Selasa
(3/3/2020).

Melalui saluran telepon, Kompas mewawancarai sang pasien yang sedang di
ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, Selasa
(3/3/2020) siang.

Baca juga: *Fakta Lengkap Kasus Pertama Virus Corona di Indonesia *

Kompas menyebut narasumber sebagai pasien, tanpa identitas, untuk
menghormati hak pribadinya sebagai pasien yang dinyatakan positif Covid-19.
Saat Kompas bertanya apakah ada pemberitahuan bahwa dia mengidap positif
Covid-19 pasien itu mengaku tidak ada.

Dia justru tahu setelah ada pengumuman resmi. "Enggak ada (pemberitahuan).
Sampai kemudian heboh kemarin itu (diumumkan Presiden)...," ujar pasien.
Wawancara lengkap secara utuh dapat dibaca di Kompas.id dalam tautan
berikut:

Wawancara Khusus Kompas: Pasien Covid-19 Mengaku Tertekan Setelah informasi
itu tersebar luas, pasien kemudian menanyakan ke dokter yang merujuk mereka
ke RSPI Sulianti Saroso.

"Karena terlanjur heboh, saya tanya ke dokter yang merujuk ke sini, dia
bilang bahwa saya dan anak saya positif Corona, sambil bilang enggak
apa-apa semua sudah ditangani kok..." ujar pasien kepada wartawan Kompas,
Putu Fajar Arcana.

Sebelum ada pengumuman itu, Pasien 2 itu menjelaskan bahwa dia didiagnosis
tifus. Sedangkan, anaknya yang merupakan Pasien 1 didiagnosis bronkitis
pneumonia. "Saat itu juga dokter meminta kami untuk opname. Kami sempat
satu ruangan, walau kemudian minta dipisah," ujar Pasien 2.

Baca juga: *5 Fakta Warga Depok Positif Virus Corona, dari Kronologi hingga
Status Siaga 1*

Presiden Jokowi mengumumkan adanya dua pasien virus corona di Istana
Kepresidenan, kemarin. Pengumuman itu dilakukan bersama dengan Menteri
Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Jokowi menjelaskan bahwa pasien itu diduga mengidap Covid-19 setelah ada
kontak dengan warga negara Jepang yang positif virus corona. Warga Jepang
itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di
Malaysia.

Dia baru terdeteksi mengidap Covid-19 saat berada di Malaysia.Saat
dikonfirmasi, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menjelaskan, informasi
bahwa ada warga negara Indonesia di dalam negeri positif terjangkit corona
merupakan situasi yang luar biasa.

Oleh sebab itu, diketahui bahwa pasien positif terjangkit virus corona,
maka Menteri Kesehatan harus langsung segera memberitahukannya ke Kepala
Negara untuk diumumkan ke publik.

"Karena ini kan situasinya memang tidak biasa. Karena situasinya tidak
biasa, ya jadi Menkes yang memberitahukan ke Presiden, Presiden yang
mengumumkan," kata Fadjroel Rachman di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa
(3/2/2020).

Baca juga: Pasien Baru Tahu Positif Corona Usai Diumumkan Jokowi, Ini
Penjelasan Istana Menkes Terawan menjelaskan bahwa Pasien 1 (31 tahun)
merupakan guru dansa. Kontak dengan warga negara Jepang terjadi saat ada
sebuah acara dansa pada 14 Februari 2020.

Kemudian pada 16 Februari, perempuan tersebut mengalami batuk-batuk. Saat
itu, dia berobat ke rumah sakit dengan status rawat jalan. Setelah itu,
kondisinya tidak membaik. Dia kemudian sesak, demam, dan batuk-batuk.
Akhirnya, dia memilih dirawat pada 26 Februari, di salah satu rumah sakit.
Baca juga: Kronologi 2 WNI Positif Corona, Berawal dari Dansa dengan WN
Jepang Kemudian, pada 28 Februari 2020, perempuan itu dihubungi temannya WN
Jepang bahwa tengah dirawat di Malaysia dan positif Corona.

Saat itu, kata Terawan, perempuan itu masih dirawat. Informasi tersebut
kemudian disampaikan perempuan tersebut kepada dokter. "Dia dirawat sebagai
orang dengan pengawasan, pemantauan. Teman-teman dokter di rumah sakit itu
sudah siapkan diri," ucap Terawan.

Rupanya, perempuan tersebut menularkan corona kepada ibunya. Akhirnya,
keduanya dipindahkan ke RSPI Sulianto Saroso pada 1 Maret 2020.


Editor : Bayu Galih

Kirim email ke