Pemerintah Serap Rp 17,5 Triliun dari Lelang SUN

Rabu , 04 Maret 2020 | 08:00
https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/14205/pemerintah_serap_rp_17_5_triliun_dari_lelang_sun
Pemerintah Serap Rp 17,5 Triliun dari Lelang SUN
Sumber Foto : Istimewa
Surat Utang Negara
POPULER
30 Tahun Berdiri, SOGO Indonesia Punya 19 Gerai <https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/14201/30_tahun_berdiri__sogo_indonesia_punya_19_gerai>Pengunjung Pusat Perbelanjaan Turun 10 Persen <https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/14200/pengunjung_pusat_perbelanjaan_turun_10_persen>IHSG Menguat Hampir 3 Persen, Rupiah Berbalik Melemah <https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/14196/ihsg_menguat_hampir_3_persen__rupiah_berbalik_melemah>Hippindo Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat <https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/14177/hippindo_siap_penuhi_kebutuhan_masyarakat>Bulog Jamin Pasokan Beras Aman <https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/14186/bulog_jamin_pasokan_beras_aman>
Listen to this

JAKARTA - Pemerintah menyerap dana Rp 17,5 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara dengan total penawaran masuk Rp 78,41 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (3/3/2020), menyatakan lelang tersebut melebihi target indikatif yang ditetapkan Rp 15 triliun.

Untuk seri SPN03200604, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 1,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 2,901 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 4 Juni 2020 ini mencapai Rp 10,81 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 2,85 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 3,4 persen.

Untuk seri SPN12210304, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 1,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,254 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 4 Maret 2021 ini mencapai Rp 17,65 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 3,2 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 4,0 persen.

Untuk seri FR0081, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 4,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,0183 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025 ini mencapai Rp19,31 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,5 persen ini mencapai 5,99 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,2 persen.

Untuk seri FR0082, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 3,8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,77 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 September 2030 ini mencapai Rp 17,91 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,73 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,03 persen.

Untuk seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,36739 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp 7,35 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,33 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,6 persen.

Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 2,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,49768 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 April 2040 ini mencapai Rp 3,07 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,49 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,63 persen.

Untuk seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 0,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,64744 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp 2,28 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 7,6 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,75 persen.

Sebelumnya, dalam lelang tujuh seri SUN pada Selasa (18/2/2020), pemerintah menyerap dana sebesar Rp 18,5 triliun dari penawaran masuk tertinggi sepanjang sejarah mencapai Rp 127,2 triliun.*(E-3)*

Kirim email ke