Yanh patut dibatasi ialah mobilitas penduduk dari luar propinsi keMaluku dan sebaliknya, sebab manusia adalah sumber penyebaran coronavisus, transpotasi untuk kebutuhan perdangan tidak perlu dibatasi.
https://www.gatra.com/detail/news/473562/ekonomi/transportasi-laut-dan-udara-di-ambon-dibatasi- Transportasi Laut dan Udara di Ambon Dibatasi Gatra.com | 27 Mar 2020 20:29 Ambon, Gatra.com - Wabah Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang makin menyebar, ikut berdampak bagi aktivitas masyarakat, termasuk terhadap arus perjalanan transportasi udara maupun laut, yang terpaksa dibatasi kecuali untuk hal hal yang bersifat urgen. Meski begitu, Gubernur Maluku Murad Ismail melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro (Kabiro) Humas dan Protokol Setda Maluku, yang juga anggota Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Melky Lohy menyebutkan, saat ini Pemerintah Provinsi Maluku belum mengambil langkah untuk memberlakukan kebijakan isolasi wilayah atau lockdown. "Jadi, kalau ada pemberitaan bahwa bandar udara dan pelabuhan laut di Ambon ditutup, itu tidak benar," kata Melky, di Ambon, Jumat (27/3/2020). Menurut dia, pihak Pemerintah Provinsi Maluku masih menunggu instruksi Presiden Joko Widodo, terkait dengan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Lebih lanjut Melky mengingatkan, kedisplinan dimulai dari diri sendiri, dimana masyarakat harus mentaati aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Diantaranya, saling menjaga jarak, tidak berdekatan satu dengan yang lain. Selain itu, kata Melky, Gubernur Maluku telah mengeluarkan kebijakan agar para pejabat maupun Aparatur Negeri Sipil (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, agar untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, serta memberlakukan mekanisme work from home (kerja dari rumah) bagi para ASN. "Jadi sampai saat ini, tidak ada kebijakan lockdown karena itu ranah Pemerintah Pusat. Lebih baik jaga jarak, dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar pada penyebaran Covid-19," tegasnya. ------------------------------ Reporter: Welhemina Nussy
