https://suarapapua.com/2020/03/26/ulmwp-mendagri-tunjukkan-kebijakan-genosida-terhadap-papua/
ULMWP: Mendagri Tunjukkan Kebijakan Genosida Terhadap Papua

*Penulis*

 *Arnold Belau* <https://suarapapua.com/author/arnold-belau/>

*JAYAPURA, SUARAPAPUA.com—** United Liberation Movement for West Papua
(ULMWP) **menyatakan pernyataan penolakan menteri Dalam Negeri Indonesia **Tito
Karnavian <https://suarapapua.com/tag/tito-karnavian/>** untuk menangguhkan
penerbangan dan kapal yang membawa orang-orang dari daerah lain di
Indonesia ke Papua meskipun ada ancaman jelas dari Covid-19 pada ratusan
ribu orang Papua Barat menunjukkan genosida terhadap Papua*.

Dalam surat yang diterima suarapapua.com, Kamis (26/3/2020), Ketua ULMWP
<https://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Gerakan_Pembebasan_Papua_Barat>, Benny
Wenda <https://id.wikipedia.org/wiki/Benny_Wenda> menegaskan, intervensi
Tito <https://suarapapua.com/tag/tito-karnavian/> secara langsung
mengesampingkan kebijakan Gubernur Papua Barat yang segera menghentikan
transportasi tersebut guna menghentikan penularan virus yang terus
berlangsung.

Kolonialisme Indonesia telah meninggalkan kita dengan sistem perawatan
kesehatan yang lemah yang tidak banyak bermanfaat bagi penduduk asli Papua.
Jika virus tidak berhenti masuk, kelangsungan hidup kita berisiko. Tindakan
Tito <https://id.wikipedia.org/wiki/Tito_Karnavian> menunjukkan bahwa
Negara Indonesia sedang gegabah dengan kehidupan orang Papua.

*Baca Juga: **Mendagri Tidak Setuju Keputusan Bersama Forkompimda Papua
<https://suarapapua.com/2020/03/25/mendagri-tidak-setuju-keputusan-bersama-forkompimda-papua/>*

adv

<https://suarapapua.com/2020/03/26/ulmwp-mendagri-tunjukkan-kebijakan-genosida-terhadap-papua/#>

“Mereka [negara Indonesia] tidak bertindak untuk melindungi kita. Mengapa
tindakan paling mendasar untuk melindungi orang Papua tidak diambil?” tegas
Wenda dalam surat itu mempertanyakan pernyataan Tito.

Benny mengatakan, selama 57 tahun Indonesia telah melarang semua wartawan
Internasional dan Lembaga Bantuan memasuki Papua, menyembunyikan
pembantaian massal, penyiksaan dan pemerkosaan dari seluruh dunia.
Sebaliknya, migran Indonesia telah dibiarkan mengalir masuk, mengurangi
penduduk asli Papua dari 96% pada tahun 1960-an menjadi sekitar 50% hari
ini.

“Indonesia terus melarang wartawan, tetapi menolak untuk menghentikan
migran Indonesia yang mungkin membawa Covid-19 di. Kita hanya bisa
menyimpulkan bahwa niat Indonesia terhadap rakyat kita adalah genosida,”
tegasnya lagi.

ULMWP telah menyeruhkan agar warga Papua untuk kembali ke mata pencaharian
tradisional mereka untuk melindungi diri mereka sendiri.

“Kami sekarang mendukung kebijakan Gubernur Papua, sebagai prinsip
kemanusiaan, untuk menghentikan transportasi migran yang masuk dari
Indonesia,” ujarnya.

Covid-19 sudah menyebar di Indonesia, dan kecuali transportasi migran yang
masuk tidak dihentikan, virus ini akan berkembang biak di Papua dan
membahayakan ribuan nyawa.

“Transportasi yang masuk harus dibatasi pada makanan yang penting dan
pasokan medis,” tegas Wenda lagi.

Wenda juga mengatakan, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian
<https://id.wikipedia.org/wiki/Tito_Karnavian>, pernah menjadi Kepala
Kepolisian di Papua, yang bertanggung jawab atas upaya keras untuk
menghancurkan gerakan pembebasan Papua.

Tiro Karnavian <https://suarapapua.com/tag/tito-karnavian/> juga menjabat
sebagai kepala Densus 88 (Densus 88), sebuah unit ‘kontra-terorisme’
Indonesia yang terlibat dalam pemukulan, pengintaian dan pembunuhan di
Papua Barat.

“Penolakan Tito untuk melindungi nyawa dengan menghentikan migran yang
masuk adalah kelanjutan dari niat brutal dan genosida terhadap rakyat
saya,” tegas Wenda.

Wenda meminta segera membebaskan semua tahanan politik Papua dengan risiko
Covid-19 di penjara Indonesia.

*Pewarta: Arnold Belau*

Kirim email ke