Abas abal abal.....? Op zo 29 mrt. 2020 om 04:34 schreef Al Faqir Ilmi [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:
> > > *Seriuskah PEMDA menangani COVID-19* > > *By Erizeli Jely Bandaro* > > Saya perhatikan selama ini Abas sangat atraktif melakukan sosialisasi > virus corona tetapi miskin tindakan yang efektif secara langsung bisa > dirasakan untuk mengatasi penyebaran corona. Mengapa saya katakan tanpa > tindakan efektif ? karena sampai sekarang Abas telah membuat kebijakan > begitu banyak untuk mengatasi penyebaran virus corona seperti perintah > gubernur melakukan sosial distancing. Bahkan ada wacana mau lakukan > lockdown. Tapi itu hanya omongan doang. Mengapa? > > Sampai sekarang Abas belum melaksanakan realokasi APBD. Sesuai arahan > Presiden, pemerintah daerah dalam hal ini gubernur dan DPRD wajib membahas > relokasi anggaran yang mengutamakan pencegahan COVID-19. DKI hanya > menggunakan biaya tidak terduga (BTT) dalam APBD 2020 senilai Rp 183 miliar > untuk penanganan Corona. Namun dana tersebut dirasa masih kurang dan perlu > pengalihan dari alokasi anggaran untuk penanganan Corona. Apalagi DKI > menerapkan social distancing secara ekstrim. Menutup semua tempat keramaian > dan wisata. > > DKI punya anggaran sebesar Rp 87,95 Triliun. Sesuai perintah Presiden agar > APBD itu di realokasi untuk COVID 19. Kalaulah anggaran non prioritas bisa > dialokasikan untuk COVID-19, itu sedikitnya bisa mencapai 10% dari APBD > atau Rp. 8,7 triliun. Itu besar sekali untuk memerangi COVID 19. Dengan > begitu DKI punya uang untuk melakukan aksi nyata memerangi COVID-19. Punya > uang beli sendiri masker dan bagikan gratis kepada Rakyat yang diwajibkan > social distancing. Bagikan APD kepada paramedis dengan cepat. Beli alat > rapid test agar bisa segera dilakukan test massal. Memberi BLT kepada > mereka terkena dampak ekonomi akibat social distancing. Yang ada sekarang > DKI hanya jadi distribusi dari hasil sumbangan publik dan anggaran BPBN. > > Apapun kebijakan tanpa uang , itu hanya omong kosong. Padahal uang ada. > Tetapi mengapa lambat sekali PEMDA melakukan realokasi APBD? Ini berkaitan > dengan proyek yang sudah terlanjur dijanjikan kepada rekanan dan para > stakeholder. Kalau terjadi realokasi, pasti banyak proyek batal atau > tertunda. Padahal sebentar lagi mau PILKADA serentak. Semua partai butuh > uang untuk jadi pemenang menempatkan kadernya jadi raja kecil di Daerah. > > Dengan belum adanya realokasi APBD apakah bisa dikatakan PEMDA serius > memerangi COVID-19? Apakah sesuai dengan omongannya: engga penting Ekonomi, > utamakan kemanusiaan. Saran saya, udahan wacana yang engga jelas. Segera > rapat DPRD dan GUBERNUR/Walikota/Bupati. Hapus semua anggaran non prioritas > dan alihkan ke COVID1-19. Lakukan segera.! Kalau engga mau, sebaiknya DIAM! > > > Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone > <https://overview.mail.yahoo.com/?.src=iOS> > > >
