https://bisnis.tempo.co/read/1332260/impor-senjata-melonjak-7-000-persen-ini-kata-jubir-prabowo


Impor Senjata Melonjak 7.000 Persen, Ini Kata Jubir Prabowo

Reporter:
Fajar Pebrianto

Editor:
Rahma Tri

Kamis, 16 April 2020 15:48 WIB

<https://statik.tempo.co/data/2019/11/12/id_888648/888648_720.jpg>Staf
Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan
Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ditemui di Kantor
Kementerian Pertahanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat,
Selasa, 12 November 2019. Tempo/Egi Adyatama


TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar
Simanjuntak memberi tanggapannya atas lonjakan impor senjata
<https://bisnis.tempo.co/read/1331959/maret-impor-senjata-dan-amunisi-melonjak-7-000-persen-lebih>dan
amunisi pada Maret 2020. Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada
Rabu kemarin, 15 April 2020, impor senjata naik lebih dari 7.000 persen
dari bulan sebelumnya, Februari 2020.

“Mekanisme belanja senjata kan membutuhkan rentang waktu yang panjang,
memang faktanya seperti yang disampaikan Kepala BPS,” kata Dahnil saat
dihubungi di Jakarta, Kamis, 16 April 2020. Namun, ia tidak merinci lebih
jauh apakah impor senjata ini merupakan pengadaan di masa Menteri
Pertahanan sebelumnya, atau di masa menteri saat ini, Prabowo
<https://bisnis.tempo.co/read/1331281/59-ribu-ton-gula-impor-dari-dari-thailand-masuk-ke-jateng>
Subianto.

Kemarin, BPS mencatat impor
<https://bisnis.tempo.co/read/1331177/gapmmi-relaksasi-impor-perlu-untuk-stok-makanan-di-semester-dua>
produk
senjata dan amunisi serta bagiannya meningkat tajam di tengah Covid-19.
Sepanjang Maret 2020, BPS mencatat nilai impor senjata mencapai US$ 187,1
juta, naik hingga 7.384 persen, dibandingkan Februari 2020 yang hanya US$
2,5 juta.



Angka US$ 187,1 juta ini juga naik 8.809 persen dibandingkan Maret 2019
yang hanya US$ 2,1 juta. “Ini rutin dilakukan setiap tahun untuk pertahanan
dan keamanan. Kebetulan 2020 jatuhnya Maret 2020,” kata Kepala BPS
Suhariyanto dalam konferensi pers online di Jakarta, Rabu 15 April 2020.


Senjata dan amunisi pun menjadi komoditas impor yang mengalami kenaikan
tertinggi secara persentase. Tapi secara nilai, kenaikan impor tertinggi
terjadi pada produk mesin dan perlengkapan elektronik. Impor produk mesin
naik US$ 422,8 juta (*month-to-month/mtm*) pada Maret 2020, menjadi US$ 1,6
miliar.


Setelah mesin dan senjata, tiga produk lain yang mengalami kenaikan impor
tertinggi yaitu plastik dan barang dan plastik, naik US$ 161 juta (mtm)
menjadi US$ 733 juta. Lalu besi dan baja, naik US$ 159,7 juta menjadi US$
787,7 juta. Terakhir, logam mulia, perhiasan dan permata naik US$ 146,1
juta menjadi US$ 246 juta.

Kirim email ke