Buat buka mata antek remo yang menempatkan pemerintah Kuba sejajar dengan 
pemerintah antirakyat Indonesia.
Melawan Corona di Italia: Dokter Kuba Menjalankan Tugas Revolusioner
Jika dulu masyhur pepatah tuntutlah ilmu setinggi-tingginya ke Tiongkok, 
tampaknya dalam hal kesehatan dunia perlu belajar dari Kuba. Negara dengan 
rasio dokter per kapita tertinggi di dunia
1 April 2020

Tim medis Kuba yang berfoto sejenak sebelum berangkat ke Italia melawan wabah 
virus corona/Reuters
Koran Sulindo – Pada suatu siang Maret 2020. Sejumlah tenaga medis yang akan 
berangkat ke Italia berkumpul di pusat kota Havana, Kuba. Tak ada raut 
ketakutan. Padahal tenaga medis mulai dari dokter hingga perawat itu harus 
berkutat dengan virus mematikan corona atau Covid-19 selama berada di Italia.
Mereka menjadi relawan di Italia karena korban akibat wabah virus corona terus 
berjatuhan. Mereka – para tenaga medis itu – dengan bangga berpose sesaat 
sebelum berangkat sambil memegang pigura bergambarkan tokoh revolusi Kuba: 
Fidel Castro. Mereka tersenyum lebar saat juru foto mengabadikan momen itu.
Seorang tenaga medis Leonardo Fernandez, 68, seorang spesialis perawatan 
intensif menyebutkan kalau mereka bukanlah pahlawan super. Namun, mereka 
melakukan itu demi sebuah tugas revolusioner menjalankan misi kemanusiaan.
“Kami semua takut, tetapi kami memiliki tugas revolusioner untuk dipenuhi. Kami 
adalah dokter revolusioner,” ujar Fernandez.
Tim Kuba yang berangkat ke Italia merupakan yang keenam. Sebelumnya Kuba telah 
mengirim kontingen ke negara sekutu sosialis seperti Venezuela, Nikaragua, 
Jamaika, Suriname dan Grenada. Menteri Kesehatan Jamaika Christopher Tufton 
merespons kiriman tim kesehatan Kuba dengan menyebut respons negara sosialis 
itu luar biasa.
“Dalam masa krisis, pemerintah Kuba, orang-orang Kuba, mereka telah mendengar 
permohonan kami dan mereka telah merespons,” kata Tufton..
Bukan karena virus corona Kuba bergerak mengirim tim kesehatan. Beberapa kali 
ketika wabah melanda dunia, Kuba tetap mengirimkan tim medisnya. Misalnya, 
ketika virus Ebola menyerang negara-negara Afrika. Atau virus kolera menerjang 
Haiti pada 2010. Kuba juga mengirim pasukan tenaga medis menjadi garda terdepan 
untuk ikut menangulangi serangan penyakit yang mematikan. Umumnya yang ditolong 
adalah negara-negara miskin.
Publik menyoroti langkah Kuba untuk masuk ke Italia yang merupakan negara kaya. 
Karena tercatat ini merupakan langkah pertama mereka masuk ke negara berpaham 
liberal seperti Italia. Terlepas dari sistem diplomasi apa yang sedang 
dijalankan Kuba, negara ini memang membangun sistem kesehatan yang membuat iri 
negara-negara berkembang.
Jika dulu masyhur pepatah tuntutlah ilmu setinggi-tingginya ke Tiongkok, 
tampaknya dalam hal kesehatan dunia perlu belajar dari Kuba. Negara ini 
memiliki rasio dokter per kapita tertinggi di dunia dan itu tidak termasuk 
dokter yang sedang berada di luar negeri. Dan Havana tetap berniat baik untuk 
mengirimkan bantuan pasukan medisnya ke seluruh dunia.
Sebelum virus corona ini, Kuba juga telah terbukti mampu mengalahkan berbagai 
virus-virus lainnya. Ketika dunia dikejutkan dengan wabah virus Zika pada 2016, 
Kuba merupakan negara yang paling siap menghadapinya. Persis seperti sekarang, 
ketika Indonesia masih bersiap-siap menghadapi virus Zika karena di Singapura 
kala itu sudah tercatat 82 positif, Kuba justru telah berhasil mengalahkannya.
Kemampuan Kuba
Kampanye “perang” Kuba melawan Zika mengingatkan kita kepada kisah kaum 
revolusioner yang dipimpin Fidel Castro mengalahkan rezim diktator Fulgencio 
Batista pada 1959. Kuba yang sudah dipimpin Raul Castro kala mengalahkan virus 
Zika menyerukan kepada seluruh rakyat untuk mencegah penyebaran utama Zika 
dengan program penyemprotan di seluruh negeri. Hasilnya hanya 3 orang yang 
terpapar virus Zika.
Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memuji upaya pemerintah 
Kuba itu dan menjadikan negara tersebut sebagai rujukan dalam mencegah 
penyebaran virus Zika. Khusus mengenai virus corona ini, seperti yang 
dilaporkan Granma pada 27 Maret 2020, Kementerian Kesehatan Kuba mengkonfirmasi 
total kasus positif Covid-19 sekitar 80 orang. Dari jumlah itu, 13 merupakan 
kasus baru.
Dari semua pasien yang dirawat di Kuba, 70 orang berada dalam kondisi stabil, 1 
kritis dan 2 dalam perawatan serius. Kemudian, jumlah yang meninggal dunia 
sekitar 2 orang dan 4 pasien dinyatakan sembuh dan dipulangkan.
Selain sistem kesehatannya itu, Kuba juga disebut mampu memproduksi antivirus 
yang memperlambat penyebaran dan bahkan menyembuhkan penderita virus corona. 
Komisi Kesehatan Tiongkok menetapkan antivirus Kuba yang dinamai dengan 
“Recombinant Interferon Alpha 2B (IFNrec)” sebagai salah satu dari 30 obat yang 
dinilai efektif menyembuhkan penyakit pernapasan.
Tidak hanya Tiongkok, WHO juga memilih Interferon sebagai salah satu obat untuk 
melawan virus corona. Obat ini terbukti mampu membantu penyembuhan 1.500 pasien 
virus corona di Tiongkok. Penasihat ilmiah kelompok bisnis Biocubafarma Luis 
Herrera Martinez mengatakan, Interferon Alfa 2B memiliki peranan penting dalam 
sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus.
Interferon disebut ampuh melawan semua jenis virus berbahaya. Selain melawan 
corona, Interferon juga digunakan untuk mengobati kanker, infeksi terkait HIV, 
tumor, kutil kelamin dan hepatitis tipe B dan C. Interferon Alfa 2B sudah ada 
di Kuba sejak 1981. Saat ini, obat tersebut dikembangkan oleh tiga perusahaan 
bioteknologi yakni ChangHeber, Biotech dan Changchun Heber Biological 
Technology yang merupakan proyek kerja sama Kuba dan Tiongkok.
Karena keampuhan melawan virus corona itu, pesanan terhadap Interferon kini 
melonjak. Pesanan itu berawal dari Meksiko karena virus corona telah melonjak 
di sana. Pun demikian dengan Spanyol. Italia yang sudah di ambang putus asa, 
memohon kehadiran petugas medis Kuba untuk membantu mereka melawan virus 
corona. Juga meminta agar para petugas medis Kuba itu datang dengan Interferon 
Alfa 2B.
Mendengar permintaan pemerintah Italia itu, para dokter dan perawat Kuba segera 
datang tanpa rasa takut. Bisa dibayangkan, mereka meninggalkan orang-orang yang 
dicintainya di Kuba sambil menyanyikan lagu Bella Ciao menuju Italia. 
[Kenourios Navidad]
 Pembaca : 1.476




Sent from Mail for Windows 10

Kirim email ke