https://www.suara.com/news/2020/06/06/134707/petani-di-papua-ditembaki-dan-dimutilasi-mayatnya-dibungkus-pakai-karung?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler



*Petani di Papua Ditembaki dan Dimutilasi, Mayatnya Dibungkus Pakai Karung*

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 06 Juni 2020 | 13:47 WIB

[image: Petani di Papua Ditembaki dan Dimutilasi, Mayatnya Dibungkus Pakai
Karung]Ilustrasi mayat. (Polda Banten / Yandhi Deslatama)

*"Korban Yunus Sani telah dibungkus dengan karung oleh KKSB OPM,"
ujarnya.* *Suara.com
- *Seorang petani kebun asli Papua, Yunus Sani (40 tahun) ditembak dan
dimutilasi oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua
Merdeka (OPM). Bahkan jasadnya ditemukan dalam sebuah karung.

Kejadian tersebut terjadi di Kampung Megataga Distrik Wandai Kabupaten
Intan Jaya pada Jumat (29/5/2020) lalu.

"KKSB OPM seakan menebar virus menyabut nyawa para warga asli Papua yang
berada di bumi Papua, ini sangat biadab, tidak benar," kata Kapendam
XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto dalam keterangan tertulisnya
yang dikutip *Suara.com,* Sabtu (6/6/2020).

Kejadian bermula saat Pastur Gereja Mbegulo, Bapak Niko Wakey tengah
mengantar anaknya dari Enarotali menuju Kampung Mbegulo. Saat menempuh
perjalanan di Kampung Megataga Distrik Wandai, ia mendengar tembakan kurang
lebih sebanyak delapan kali.

Seusai suara tembakan mereda, KKSB OPM turun dari Kampung Megataga langsung
menghampiri Bapak Niko Wakey untuk menyampaikan informasi kalau mereka
telah membunuh Yunus. Mendengar kabar itu, Bapak Niko Wakey langsung
mencari keberadaan Yunus.

"Korban Yunus Sani telah dibungkus dengan karung oleh KKSB OPM," ujarnya.

Eko menganggap tindakan KKSB OPM sebagai perilaku biadab. Apapun alasannya,
tidak dibenarkan tindakan penembakan dan mutilasi warga sipil di Papua.



+++++++.


https://www.suara.com/news/2020/04/08/162414/syarat-tarik-militer-di-papua-opm-tawarkan-ri-genjatan-senjata-saat-corona?utm_campaign=popupnews


*Syarat Tarik Militer di Papua, OPM Tawarkan RI Gencatan Senjata saat
Corona*

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 08 April 2020 | 16:24 WIB

[image: Syarat Tarik Militer di Papua, OPM Tawarkan RI Gencatan Senjata
saat Corona]TPNPB di Papua Barat, mengklaim menewaskan 5 anggota TNI dalam
kontak senjata selama dua hari, yakni Selasa - Rabu (23-24/4/2019).

*"Maka itu OPM-TPNPB meminta agar Indonesia menghargai itikad baik PBB Dan
OPM-TPNPB demi dan untuk kemanusiaan dan keadilan dunia," ujar
Jeffrey.* *Suara.com
- *Organisasi Papua Merdeka (*OPM* <https://www.suara.com/tag/opm>)
menawarkan gencatan senjata di tengah pandemi *virus Corona*
<https://www.suara.com/tag/virus-corona> (Covid-19).

Namun, opsi gencatan senjata itu juga harus disepakati pemerintah dengan
turut menarik seluruh pasukan militer non organik dari Papua.

Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua
Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sembom membenarkan kabar tersebut.

Ia pun menekankan bahwa opsi itu juga harus disetujui pemerintah dengan
menghentikan serta menarik pasukan militer non-organik.

"Ya, benar dan itu jika Indonesia tarik semua militer non-organik dari
Papua. Karena faktanya sekarang TNI-Polri sedang lalukan mobilisasi militer
dalam jumlah besar dan lakukan operasi militer di Ndugama, Lani Jaya,
Timika, Tembagapura dan Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang," kata Sebby
saat dihubungi wartawan, Kamis (8/4/2020).

Secara garis besar, opsi gencatan senjata yang ditawarkan OPM harus juga
diterima pemerintah untuk tidak melakukan operasi militer di pulau
Cenderawasih itu.

Sebby pun mengirimkan keterangan tertulis yang dibuat oleh Ketua OPM-TPNPB
Jeffrey Bomanak. Keterangan tertulis itu dibuat dari markas besar OPM-TPNPB
Victoria pada Rabu, 8 April 2020.



Dalam keterangannya, Jeffrey mengatakan bahwa OPM-TPNPB juga ikut mendukung
dalam memerangi epidemi Covid-19 yang dianggapnya sudah mengancam kehidupan
manusia.

Jeffrey menjelaskan hingga saat ini perang antara OPM dan pasukan militer
masih berjalan terutama di sejumlah titik vital seperti di area
pertambangan Freeport, Tembagapura, Timika.

Kontak senjata juga masih terjadi di Intan Jaya, Ndugama Kodap III,
Pegunungan Bintang serta markas besar OPM-TPNPB Victoria. Penambahan jumlah
pasukan militer juga disebutkan masih dilakukan pemerintah.

"Dan juga OPM-TPNPB tetap menghargai negara negara tenaga yang memiliki
komitmen untuk memerangi global epidemi Covid-19 seperti Papua Nugini,
Australia, dan Timur Leste maka OPM-TPNPB harus mengeluarkan *statement* dan
komitmen ini agar Indonesia tidak bertindak sembarang dengan operasi
militer yang di dalamnya akan menyebarkan virus Corona bagi negara-negara
lain," tulis Jeffrey.

Jeffrey juga menuliskan kalau secara terbuka OPM-TPNPB telah menawarkan
komitmen tersebut kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai bentuk
mewujudkan aturan internasional yang dikeluarkan PBB dalam memerangi
pandemi Covid-19.

"Maka itu OPM-TPNPB meminta agar Indonesia menghargai itikad baik PBB Dan
OPM-TPNPB demi dan untuk kemanusiaan dan keadilan dunia," ujar Jeffrey.

Kirim email ke