https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200608141304-20-511043/muhammadiyah-tak-sepakat-dengan-konsep-new-normal?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop


Muhammadiyah Tak Sepakat dengan Konsep New Normal

CNN Indonesia | Senin, 08/06/2020 14:38 WIB

Bagikan :

[image: Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan seusaimeninjau kesiapan penerapan prosedur standar New
Normal di Stasiun MRT BundaraanHI, Jakarta, Selasa (26/5/2020). ANTARA
FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/foc.] Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang
dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusaimeninjau kesiapan
penerapan prosedur standar New Normal di Stasiun MRT BundaraanHI, Jakarta,
Selasa (26/5/2020). Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN


Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat *Muhammadiyah
<https://www.cnnindonesia.com/tag/muhammadiyah>* Abdul Mu'ti menyatakan
pihaknya tak setuju dengan konsep tatanan hidup baru atau *new normal
<https://www.cnnindonesia.com/tag/new-normal>* di tengah pandemi *virus
corona <https://www.cnnindonesia.com/tag/virus-corona>* yang digaungkan
pemerintah belakangan ini.

Menurutnya, konsep *new normal* akan menjadi problematik bila tak memiliki
ukuran yang jelas terkait derajat 'normalitas' di tengah pandemi corona
saat ini.

"*New normal* itu ada dimensi moral dan dimensi ideologinya. Sehingga
ukuran normal itu apa? itu harus jelas. Dan itu problematik. Bahkan kalau
saya kaitkan dengan teori neurosains, kan ada otak normal dan otak sehat,
nah ini ada sesuatu yang *debatable*," kata Abdul dalam Webinar yang
bertajuk Tata Hidup Baru Perspektif Agama-agama, Senin (8/6).
Lihat juga:

 Nada-nada Keberatan Ganjil Genap di Masa PSBB Transisi
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200608125641-20-510980/nada-nada-keberatan-ganjil-genap-di-masa-psbb-transisi/>


Melihat hal itu, Abdul menawarkan konsep *new reality* untuk menggambarkan
fase reaktivasi kegiatan masyarakat di tengah pandemi virus corona di
Indonesia. Menurutnya, konsep itu lebih bersifat netral dan lebih mudah
dalam menjelaskannya kepada publik.




"Jadi *new reality* ini sebagai sesuatu yang tidak bisa kita hindari.
Memang kita ini harus menentukan sikap terhadap realitas. Kita harus
menghadapi dengan segala yang kita miliki," kata dia.

Meski demikian, Abdul meminta agar seluruh pihak tak perlu terjebak terkait
konsep *new normal* atau *new reality* tersebut. Terpenting, kata dia,
semua pihak bisa bekerjasama mencari solusi untuk membantu masyarakat
Indonesia yang banyak terdampak corona belakangan ini.

"Bagaimana yang mereka kehilangan pekerjaan itu harus tetap diupayakan
untuk kembali bekerja. Bagaimana situasi anak-anak yang ga bisa sekolah
harus tetap bisa belajar dengan sebaik-baiknya," kata dia.
Lihat juga:

 Daftar Kota dan Provinsi Yang Masih Terapkan PSBB
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200607150814-20-510736/daftar-kota-dan-provinsi-yang-masih-terapkan-psbb/>


Diketahui, pemerintah tengah mempersiapkan fase *new normal* di tengah
virus corona. Persiapan prosedur penerapan itu diketahui telah dimulai di
empat provinsi dan 25 kabupaten/kota mulai Selasa (26/5).

Presiden Joko Widodo mengatakan penerapan ini akan diperluas di beberapa
provinsi maupun kabupaten/kota lain yang angka R0 atau indikator penularan
virus sudah berada di bawah 1.

*Belum Capai Fase New Normal*

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Umum (Sekum) Persekutuan
Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacky Manuputty memandang Indonesia saat
ini belum mencapai kondisi untuk memulai fase tatanan normal baru atau *new
normal* di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Kita katakan bahwa saat ini kami belum melihat kita telah mencapai normal
baru," kata Jacky.

Jacky menilai fase *new normal* bisa diterapkan bila syarat kurva pandemi
virus corona sudah menurun dan melandai di Indonesia. Hal itu ia katakan
berdasarkan pandangan dari aspek kesehatan untuk prasyarat memulai tahapan *new
normal*.
Lihat juga:

 Summarecon Mall dan Grand Metropolitan Bekasi Mulai Buka Lagi
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200608134731-92-511025/summarecon-mall-dan-grand-metropolitan-bekasi-mulai-buka-lagi/>


Jacky juga menilai syarat lain untuk memasuki fase new normal dimana
masyarakat bisa beradaptasi dan penanggulangan virus corona oleh pemerintah
bisa berjalan secara linier dan mengarah pada kemajuan.

"Dan narasi-narasi kita capai refungsionalisasi rumah ibadah secara
bertahap," kata dia.

Jacky sendiri menyatakan PGI sudah mengimbau kepada seluruh masyarakat dan
umat Kristiani pada khususnya untuk mematuhi protokol kesehatan dalam
beraktivitas. Ia juga meminta masyarakat tetap menjaga jarak saat
beraktivitas.

Kasus positif virus corona di Indonesia hingga hari Minggu (7/6) kemarin
masih mengalami peningkatan dengan total kasus mencapai 31.186 kasus. Dari
jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh 10.498 orang dan 1.851 orang
lainnya meninggal dunia.

*(rzr/gil)*

[Gambas:Video CNN] <https://www.cnnindonesia.com/embed/video/504686>

Kirim email ke