https://suarapapua.com/2020/11/10/400-akun-palsu-bahasa-belanda-inggris-dan-jerman-menyebarkan-propaganda-papua-di-belanda/
400 Akun Palsu Bahasa Belanda, Inggris dan Jerman Menyebarkan Propaganda
Papua di Belanda

*Penulis **Suara Papua* <https://suarapapua.com/author/admin/>

10 Nov 2020, 11:43 WP



*JAYAPURA, **SUARAPAPUA.com <http://suarapapua.com/>**— **Nederlandse
Omroep Stichting (NOS)
<https://nos.nl/nieuwsuur/artikel/2355987-indonesisch-botleger-voert-beinvloedingscampagne-in-het-nederlands.html>**,
salah satu media online yang berbasis di Belanda melaporkan bahwa lebih
dari empat ratus (400) akun palsu memposting dan menyebarkan propaganda
tentang Papua Barat di Twitter, Facebook, Instagram dan YouTube.*

Hal itu disebut NOS sebagai tentara Bot Indonesia, yang mana dalam setiap
laporannya dan postingannya bahwa mereka (tentara bot) bersikeras supaya
Papua Barat agar tidak merdeka.

Tentara bot menyebarkan propaganda tentang Papua Barat di Twitter,
Facebook, Instagram, dan YouTube. Ini menyangkut lebih dari empat ratus
akun palsu yang memposting pesan di media sosial dalam bahasa Belanda,
Jerman, Inggris, dan Indonesia.

“Di hampir setiap laporan mereka bersikeras bahwa Papua Barat tidak boleh
merdeka. Sebaliknya, mereka menunjuk terkait otonomi khusus untuk provinsi
tersebut,” kata sumber yang mengakui guru Peter Burger dari Universitas
Leiden, yang menemukan akun palsu tersebut sebagaimana dilansir dari NOS
Belanda, Selasa (10/11/2020).

Papua Barat telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia selama setengah
abad, tetapi pemerintah Indonesia mendorong perpanjangan undang-undang
otonomi pada tahun 2021. Pemerintah malah menindak pemrotes dari orang
Papua.

*Baca Juga:  **23 Tapol Makar di Fak-Fak Divonis Satu Tahun Penjara*
<https://suarapapua.com/2020/10/26/23-tapol-makar-di-fak-fak-divonis-satu-tahun-penjara/>

Menurut pakar berita palsu Burger, bot adalah bukti pertama yang terlihat
di negara kita tentang pengaruh politik terkoordinasi dari luar negeri yang
menggunakan pesan berbahasa Belanda.

Menteri Kajsa Ollongren telah memperingatkan terhadap kampanye semacam itu
di platform media sosial untuk beberapa waktu, tetapi hanya mengutip situs
berita palsu Rusia yang menyebarkan disinformasi tentang MH17.

Kolektif penelitian Bellingcat juga menemukan hal serupa di Indonesia pada
tahun lalu, yang sebagian besar menyebarkan pesan dalam bahasa Inggris dan
Indonesia. Akun palsu telah dihapus oleh platform media social, tetapi
kampanye pengaruh rahasia baru belum terdeteksi oleh perusahaan teknologi.

*Akun palsu dengan foto palsu*

Sekitar setengah dari empat ratus akun aktif di Twitter, foto profil yang
dimiliki akun, 35 foto – dari sampel seratus foto – tampaknya telah disusun
oleh komputer, catat 3DUniversum, perusahaan Amsterdam. Jadi orang-orang di
foto itu tidak ada.

*Baca Juga:  **Bupati Deiyai Kecewa Kinerja OPD*
<https://suarapapua.com/2020/10/10/bupati-deiyai-kecewa-kinerja-opd/>

Foto palsu semacam itu adalah fenomena yang relatif baru. Orang-orang yang
ada pada foto profil berpenampilan orang barat, namun ternyata sekitar 70
persen tweet tersebut dikirim dari server di Papua dan daerah lain di
Indonesia. Jika melihat statistik, jumlah tweet benar-benar runtuh di
Indonesia.

“Saya hanya bisa memikirkan satu pihak yang mendapat manfaat dari
pesan-pesan ini dan itu adalah pemerintah Indonesia,” kata aktivis Raki Ap.

Dia berjuang dari Belanda untuk kemerdekaan Papua Barat dan menyebut
laporan tentara bot “mengejutkan dan brutal”. Meskipun ada permintaan
berulang kali oleh Kedutaan Besar Indonesia yang tidak menanggapi.

*Tentara bot dipetakan*

Nieuwsuur memiliki tentara bot yang dipetakan di Twitter oleh Universitas
Amsterdam. Sebagian besar akun telah dibuat sejak Juni. Akun tersebut telah
memposting hampir 45.000 tweet, 12.000 di antaranya dalam bahasa Belanda.

*Baca Juga:  **Pemuda Katolik Tambrauw Tolak Omnibus Law yang Pro Pemodal*
<https://suarapapua.com/2020/10/21/pemuda-katolik-tambrauw-tolak-omnibus-law-yang-pro-pemodal/>

Oleh karena itu, dampak dari tentara bot dapat disebut kecil. Twitter telah
menghapus sekitar setengah dari akun palsu akhir pekan ini, setelah
ditunjukkan oleh Nieuwsuur. Namun, sementara itu, tampaknya puluhan akun
palsu baru telah dibuat.

Platform ini memiliki kampanye pengaruh ke negara negara. Facebook telah
menghapus contoh yang diberikan oleh Nieuwsuur dan tiga akun lain yang
ditemukan oleh platform itu sendiri.

“Kami telah mengambil tindakan terhadap sejumlah akun yang melanggar
kebijakan kami,” kata seorang juru bicara. Sementara Facebook masih
mengerjakan penelitian lebih lanjut. Namun, lebih dari 150 akun bot di
Facebook, dan Instagram belum terdeteksi oleh platform itu sendiri.

Semua akun bot sekarang dapat ditemukan di ikhtisar ini.

YouTube mengatakan sebagai tanggapan bahwa moderator platform masih
menyelidiki video yang diposting oleh akun palsu tersebut.

“Kami akan mengambil tindakan yang sesuai jika kami menemukan pelanggaran
terhadap aturan YouTube.”

*Editor: Elisa Sekenyap*

Kirim email ke