Buat yang suka sama kisah yang berhubungan dengan psikologi....

Maaf Kalo Crosposting... 

Resensi di bawah merupakan salah satu peserta Lomba Resensi "24 Wajah 
Billy" yang diadakan Qanita pertengahan tahun 2005.

Terimaksih untuk Debora Chang yang telah mengrimkan karyanya.

Salam,
Dody

24 WAJAH BILLY

Judul Asli: The Minds of Billy Milligan
Penulis: Daniel Keyes
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, Juli 2005
Tebal: 700 halaman
Resensor: Debora Chang


Awas! Bahaya Kekerasan dalam Rumah Tangga

Tersebutlah seorang bernama William Stanley Milligan, seorang pelukis 
yang buta warna; menguasai ilmu kedokteran, fisika, kimia, elektronika 
walau tidak lulus SMU; warga Amerika penderita disleksia yang fasih 
menulis dan berbicara dalam bahasa Arab dan Serbo-Kroasia; ahli senjata, 
penembak jitu, karateka handal yang punya kekuatan fisik luar biasa 
tetapi lemah dan penakut; pandai bersilat lidah meski sering kebingungan; 
jago melepaskan diri dari segala macam kunci dan simpul ikatan; penurut 
tapi anti sosial; selalu melindungi wanita dan anak-anak tapi terbukti 
memperkosa dan merampok tiga wanita; seorang pria yang lesbian; pandai 
bermain musik meski tuna rungu; pemalu tapi suka melawak dengan mengejek 
dan menirukan gelagat orang; ateis tapi percaya pada Tuhan; ingin 
memiliki segala hal tanpa bekerja meski sanggup melakukan tugas berat 
yang monoton; komunis yang suka pamer kemewahan; terus-menerus berkhayal 
tentang bepergian dan bertualang namun beberapa kali mencoba bunuh diri.
        Semua sifat saling bertentangan itu bercokol dalam dirinya, dalam 
bentuk pribadi yang terpecah-belah, yang mulanya saling tidak mengetahui 
keberadaan masing-masing, menyebabkan dirinya sering mendapat masalah 
karena tidak bisa mengingat apa yang baru saja ia katakan atau lakukan, 
sering dicap pembohong karena berulang kali menyangkal perbuatan-
perbuatannya sendiri.
        Diramu dengan amat memikat oleh Daniel Keyes, walau terjemahannya 
sedikit tersendat karena penggunaan kata “nggak” dan “yaaa” serta tidak 
konsistennya kata ganti orang pertama dan kedua dalam percakapan, pembaca 
diajak memandang dunia dari kacamata seorang Billy yang penggugup, yang 
bisa berubah-ubah dalam hitungan detik menjadi seorang Arthur yang 
rasional, atau Ragen yang tangkas, atau Allen yang manipulatif, atau 
Tommy yang suka bertengkar, atau Danny yang penakut, atau David yang 
selalu menanggung rasa sakit, atau Christene yang selalu berumur 3 tahun, 
atau salah satu dari 23 kepribadian yang hidup dalam dirinya sebagai 
penderita kepribadian majemuk.
        Pembaca ditarik ke dalam pusaran kebingungan setiap tokoh 
ketika “terbangun” dalam situasi-situasi yang tidak saling berhubungan, 
tanpa memahami mengapa ia bisa terjebak dalam keadaan itu ataupun mengapa 
ia harus bertanggung jawab atas perbuatan “orang lain”.
        Tetapi pembaca awam akan tetap bingung, mengapa setelah Arthur 
dan Ragen berhasil menciptakan koordinasi di antara setiap tokoh dan 
memosisikan diri sebagai pengatur dan penentu kapan dan siapa tokoh yang 
boleh “mengambil tempat utama”, yang artinya tampil ke dunia luar dan 
menguasai kesadaran, tetap saja ada tokoh-tokoh yang berhasil mencuri 
waktu tanpa sepengetahuan semua pribadi lainnya. Tidak ada jawaban atas 
pertanyaan: “mengapa tak ada satu pun di antara karakter-karakter itu 
yang mampu mempertahankan keberadaannya di dunia luar sepanjang waktu?”, 
atau dalam bentuk lain: “mengapa Billy tidak bisa selamanya menjadi 
Arthur atau Ragen atau Steve?”
        Buku 24 Wajah Billy jelas bukan dimaksudkan untuk menjabarkan 
secara teknis fenomena penyakit mental yang sulit dipercaya – sekalipun 
di kalangan psikolog – ini, yang perubahan-perubahan karakternya sering 
ditanggapi sebagai akting hebat semata, sekadar kepura-puraan untuk 
menghindari tanggung jawab.
        Namun demikian, masyarakat awam tetap bisa memetik manfaat yang 
tidak sedikit dari buku ini. Yang terutama ialah peringatan tentang 
bahayanya kekerasan dalam rumah tangga dan penyiksaan anak, yang sudah 
menelan banyak korban.
        Kecuali Hitler, yang sampai akhir hayatnya tetap menderita 
kelainan mental, yang kita kenal karena peran pentingnya sebagai penjahat 
Perang Dunia II, korban-korban kekerasan lain seperti Karl May yang 
menderita kepribadian terpecah, David Peltzer yang menjadi remaja 
bermasalah, Sybil dan Billy yang sama-sama menderita kepribadian majemuk, 
hanya kita kenal setelah mereka berhasil disembuhkan atau dalam proses 
penyembuhan dan lalu menuliskan kisah-kisah mereka.
        Ada berapa banyak korban lain, yang tidak pernah menuliskan kisah 
mereka, atau yang lebih parah lagi: yang penyakit mentalnya tidak pernah 
didiagnosis secara tepat, atau yang bahkan sama sekali tidak pernah 
mendapatkan perawatan, yang saat ini hidup tak tentu arah di tengah 
masyarakat?
        Buku ini memberikan gambaran, apa yang mungkin terjadi apabila 
seorang anak peka dengan bakat istimewa menerima “penyiksaan” di luar 
batas ketahanannya – ia bisa terdorong untuk menciptakan mekanisme 
pertahanan diri yang ganjil dan bisa berbalik mencelakai diri sendiri; 
bagaimana sistem pendidikan, norma-norma lingkungan dan pergaulan bisa 
ikut berperan menentukan kesehatan mental masyarakat pada umumnya; betapa 
proses menuju kesembuhan begitu sulit dan tak mungkin tercapai tanpa 
dukungan orang-orang yang peduli.
        Nilai kehidupan semacam ini tak akan pernah lekang oleh waktu, 
sehingga kisah nyata berjudul The Minds of Billy Milligan yang 
diterbitkan pertama kali pada tahun 1982, lima tahun setelah Billy 
ditangkap, diadili, dan dinyatakan tidak bersalah karena tidak waras ini 
tetap relevan untuk masa kini.
        Namun ada satu pertanyaan yang tersisa: Dalam rentang waktu 23 
tahun sejak buku ini pertama kali diterbitkan, apa yang terjadi pada 
Billy Milligan? Sama sekali tidak diceritakan; hanya ada catatan kecil, 
yang entah dibuat tahun berapa, dari Wikipedia:

        Bebas pada 1988 setelah satu dekade mendekam di sejumlah rumah 
sakit jiwa, Billy kini tinggal di California, memiliki Stormy Life 
Productions dan membuat film. Dia menyelia pembuatan film kisah hidupnya 
sendiri, The Crowded Room, yang disutradarai oleh Joel Schumacher. Dan 
dia masih berpribadi majemuk.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/9.ZgmA/FpQLAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

----------------------------------------------------
Mail Archives: http://groups.yahoo.com/group/himasad/

Untuk keluar dari keanggotaan milis:
kirim e-mail kosong ke alamat [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/himasad/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke