Gantungan Lampion Mini eksklusif untuk seratus orang pembeli pertama buku
Liu Hulan: Jaring-Jaring Bunga di Pesta Buku Bandung 1-7 Februari 2006 di
Landmark Convention Hall Jl. Braga Bandung.

Gantungan Lampion Mini eksklusif juga tersedia untuk 100 pembeli pertama 
di Gramedia Matraman Jakarta, Gramedia Depok, Gramedia Merdeka Bandung, 
Gramedia Istana Plaza Bandung, dan Gramedia Tunjungan Plaza Surabaya.

Segera dapatkan dan nikmati petualangan Inspektur Liu Hulan yang 
menegangkan.

REVIEW

Judul Buku      Liu Hulan: Jaring-Jaring Bunga
Judul asli      Flower Net 
Penulis         Lisa See
Penerjemah Utti Setiawati
Penerbit        Qanita
Tahun           2006 - Cetakan I, Januari
Tebal           639 hlm
Harga           Rp. 59.000,-

Di Negeri Cina ada sebuah legenda tentang seorang wanita pejuang yang 
gagah berani bernama Liu Hulan. Pada saat Cina berperang melawan 
pendudukan Jepang , gadis pemberani itu menjadi mata-mata. 

Liu Hulan lahir dari keluarga petani miskin di desa Yunchouhsi di 
Provinsi Shansi. Mereka sekeluarga membanting tulang mengolah tanah dan 
ladang di bawah terik matahari setiap hari serta memintal benang membuat 
pakaian sendiri. 

Suatu hari, Tentara Kuomintang - lawan politik Mao - sampai di desa Liu 
Hulan. Mereka - tentara-tentara itu - memerintahkan penduduk desa untuk 
berkumpul di alun-alun. Tetapi ada satu pun penduduk yang mematuhinya 
hingga para tentara itu mengancam, bahwa jika tak ada yang mau maju, 
mereka akan menghabisi penduduk desa tersebut.

Hulan, gadis berusia lima belas tahun itu, tampil menyerahkan dirinya 
sebagai martir. Ia mati dengan kepala terpenggal. Mao Zedong, yang 
kemudian berkuasa, menjadikan Liu Hulan sebagai teladan bagi generasi 
muda Cina dalam mendukung suksesnya Revolusi Kebudayaan. 

Kisah di atas hanya ilustrasi asal mula nama tokoh utama novel ini : Liu 
Hulan. Oleh kedua orang tuanya, putri mereka itu diharapkan memiliki 
keberanian hati, keteguhan jiwa, dan semangat berjuang seperti Liu Hulan.

Liu Hulan dalam Jaring-jaring Bunga ini adalah seorang pengacara lulusan 
Amerika Serikat  yang bertugas di Kementrian Keamanan Publik Cina. 
Kariernya dimulai sebagai gadis pembuat teh sampai akhirnya menjabat 
sebagai inspektur yang menangani kasus-kasus kejahatan. Saat ini, ia 
tengah dihadapkan pada misteri terbunuhnya Billy Watson, putera Dubes 
Amerika di Cina yang ditemukan mati mengenaskan di sebuah danau yang 
membeku.

Pada saat yang hampir bersamaan, di Los Angeles, David Stark dari Kantor 
Jaksa Penuntut AS, sedang disibukkan oleh temuan mayat Guang Heng Lai di 
sebuah kapal pengangkut, China Peony, yang memuat sejumlah besar imigran 
Cina.

Penyelidikan selanjutnya menguak adanya keterkaitan kedua kasus 
pembunuhan tersebut dan mempertemukan kembali sepasang kekasih lama - 
Hulan dan David - yang sempat terputus karena kepulangan Hulan ke Cina. 

Berikutnya adalah cerita detektif diramu dengan percintaan romantis ala 
Amerika dengan latar belakang sejarah dan budaya Cina yang eksotis. 
Perpaduan yang menarik ini dimungkinkan oleh karena penulisnya, Lisa See,
adalah orang Cina yang menetap di Amerika. Perbedaan kedua kultur yang 
unik tersebut - Amerika dan Cina - justru menjadi bumbu penyedap kisah 
ini.

Latar belakang sejarah Cina, di antaranya disinggung soal Revolusi 
Kebudayaan di bawah pimpinan Mao Zedong, serta perang dingin Cina-
Amerika, sedikit banyak dapat saya pahami karena sebelumnya saya telah 
pernah membaca juga Angsa-angsa Liar karya Jung Chang.

Jaring-jaring Bunga sendiri adalah sebuah metode yang dipakai Hulan untuk
menangkap pelaku kejahatan, yaitu sebuah jaring hasil pintalan tangan 
berbentuk lingkaran yang dipasangi pemberat di ujung-ujungnya. Ketika 
jaring ini dilempar, ia akan berkembang seperti bunga, mendarat di atas 
air, tenggelam di kedalaman yang gelap dan menangkap semua yang berada 
dalam lingkupannya.

Metode ini ternyata terbukti efektif. Perlahan tapi pasti, pasangan 
penyelidik ini berhasil mengurai misteri pembunuhan itu. Nama Rising 
Phoenix, sebuah triad di Cina, diduga kuat sebagai pihak yang harus 
bertanggungjawab. Lebih jauh lagi, penyelidikan Hulan dan David juga 
berhasil mengungkap bisnis jual beli ilegal dan penyelundupan empedu 
beruang liar dari Cina ke Amerika.

Sungguh, ini sebuah novel detektif yang menarik dengan tokoh utama 
seorang perempuan. Seorang  perempuan dengan profesi sebagai inspektur 
penyelidik di sebuah negeri di mana para lelaki mendominasi peran-peran 
di sektor publik, tentulah menjadi daya pikat tersendiri.  Meski mengaku 
sebagai negara modern, Cina, seperti juga banyak negara Asia lainnya, 
masih memegang teguh adat dan budaya leluhur yang umumnya sangat 
patriarkhis.

Yang saya sayangkan, ending kisah ini terjerumus menjadi sangat 
Hollywood : si penjahat mengakui semua perbuatannya, membeberkan seluruh 
rahasia kejahatannya,  sembari menodongkan pistol kepada para jagoan 
dengan keyakinan penuh pernyataannya itu akan dibawa ke liang kubur oleh 
para musuhnya itu. Padahal, (biasanya) akhirnya justru ia sendiri yang 
mati tertembak atau bunuh diri. Adegan seperti ini banyak kita temui di 
film-film Hollywood, bukan?

Jaring-jaring Bunga adalah buku pertama dari serial Liu Hulan. Judul 
berikutnya adalah The Interior dan Dragon Bones.

Mengingat nuansa Cina menguar kuat sekali, rasanya novel ini cocok 
sebagai kado Imlek :)

Endah Sulwesi - Pecinta buku
 

 



----------------------------------------------------
Mail Archives: http://groups.yahoo.com/group/himasad/

Untuk keluar dari keanggotaan milis:
kirim e-mail kosong ke alamat [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/himasad/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke