ada tulisan dari milis jurnalisme[at]yahoogroups.com, tentang test
untuk calon imigran ke jerman. katanya diambil dari website
islamonline. bener ngga ya? kalo bener, siapa tau pertanyaan² itu bisa
diajukan ke jurusan untuk dimasukkan ke dalam kurikulum deutsche
landeskunde. mahasiswa yang dapet "a", dijamin lulus dan bisa jadi
warga negara jerman :-)

salam,
m.i.
H1H93126

----------------------------------------------------
Tes Calon Imigran di Jerman, dari Pertanyaan Soal
Holocaust sampai Tayangan Video Porno

Negara Jerman sudah membuat daftar pertanyaan yang
baku untuk tes bagi para calon imigran yang akan
menetap di negaranya. Pemerintah Jerman kini tinggal
menunggu persetujuan dari parlemen bulan Juni
mendatang, sebelum paket pertanyaan itu diberlakukan
secara resmi.

Beberapa pertanyaan yang terdapat dalam paket tes itu
antara lain pertanyaan 'Apa yang anda ketahui tentang
Holocaust?', 'Jelaskan mengapa Israel punya hak untuk
eksis', 'Apakah anda merasa terganggu ketika melihat
dua orang homo berciuman? dan pertanyaan-pertanyaan
lainnya yang jumlahnya 100 pertanyaan. Selain dalam
paket tes calon imigran, calon imigran bersangkutan
juga akan diminta untuk menyaksikan video-video porno.

Otoritas negara bagian Jerman mengatakan bahwa paket
tes tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran yang
nyata dan akurat tentang masyarakat Jerman agar para
calon imigran tidak kaget begitu terjun ke masyarakat
dan menyaksikan tradisi serta budaya Jerman.

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, para calon
imgran juga akan ditanyai segala hal tentang Jerman,
seperti sejarah, letak geografis, konstitusi,
kebudayaan, ilmu pengetahuan, olahraga, hukum, politik
dan sistem sosial.

Pertanyaan-pertanyaan lainnya yang masih diusulkan
antara lain, 'Siapakah kanselir Jerman pertama?' dan
'Pertemuan apa yang diselenggarakan di gereja Pawel,
Frankfurt pada 1848?'

Paket tes calon imigran yang disusun negara Jerman
ini, oleh kelompok oposisi dan organisasi hak asasi
manusia dinilai sebagai sesuatu yang 'tidak mungkin'
karena orang Jerman sendiri belum tentu bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan semacam itu.

Satu-satunya negara yang sudah menerima paket test
calon imigran ini adalah negara bagian Hessen. Hessen
menyerukan negara bagian Jerman lainnya untuk ikut
mengadopsi paket tert tersebut.

Seruan negara Hessen ini disambut hangat oleh Menteri
Dalam Negeri Jerman Wolfgang Schäuble. "Merupakan hal
yang wajar untuk meminta para calon imigran
membuktikan pengetahuannya tentang negara ini.
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak susah. Mereka tidak
perlu persiapan," katanya.

Untuk membicarakan masalah penyeragaman aturan untuk
test bagi para calon imigran, para menteri dalam
negeri negara-negara bagian Jerman akan bertemu pada
bulan Mei mendatang, sekaligus membahas kontroversi
atas paket test tersebut sebelum disahkan.

Mulai 1 Januari tahun 2006 ini, para calon imigran
Muslim yang akan menetap di negara bagian Baden
Wuerttemberg diberikan pertanyaan-pertanyaan yang oleh
sebagai pihak di Jerman dinilai sangat diskriminatif.

Sementara menteri-menteri dalam negeri di negara
bagian di wilayah Selatan mengatakan, interogasi
terhadap para calon imigran dari kalangan Muslim harus
lebih lama, dan harus menjawab sekitar 30 pertanyaan
tentang pandangan-pandang mereka tentang
masalah-masalah politik dan budaya.

Tayangan Video Porno

Adalah Christian Union Party (CUP), blok terbesar
dalam pemerintahan koalisi di Jerman yang mengusulkan
tayangan video porno-berupa gambar-gambar wanita
setengah telanjang dan kehidupan seksual kaum
homoseksual-sebagai bagian dari paket tes terhadap
calon imigran.

"Beberapa negara Islam menerapkan hukuman mati atas
aspek kehidupan sehari-hari yang kita anggap sebagai
hal yang biasa di sini," kata Stephen Mayer, anggota
CUP. Ia mencontohkan bahwa rok pendek dan perilaku
para homoseksual di depan publik merupakan hal yang
wajar di Jerman.

Hal serupa diungkapkan anggota CUP lainnya, Nobert
Geis. "Mandi telanjang di depan publik mungkin memicu
kritik, tapi hal seperti ini harus diterima oleh para
imigran di Jerman," ujarnya.

CUP mengusulkan penayangan video porno sebagai bagian
dari tes bagi para calon imigran karena terinspirasi
oleh negara Belanda. Seminggu yang lalu, negara Kincir
Angin ini mengumumkan bahwa para calon imigran yang
akan masuk ke Belanda harus melihat tayangan film yang
berisi wanita-wanita bertelanjang dada dan kaum
homoseksual yang sedang berciuman, sebagai ujian
apakah para calon imigran siap menerima nilai-nilai
yang berlaku di masyarakat Belanda serta siap hidup di
tengah masyarakat yang sangat liberal.

Meski demikian, sejumlah kelompok politik di Jerman
menyatakan keberatan dengan prosedur tes itu,
khususnya penayangan video-video porno.

Partai oposisi di Jerman, Green Party, menilai
proposal paket tes calon imigran itu sebagai hal yang
'nonsense'. "Kami tidak menentang wawancara terhadap
para calon imigran di mana mereka cukup mengetahui
prinsip-prinsip dasar konstitusi Jerman, tapi
kehidupan pribadi merupakan hal yang sangat relatif
bagi masyarakat Jerman sendiri karena tidak ada yang
mencontohkan untuk hal-hal semacam itu," kata silke
Stokar, seorang pakar masalah-masalah dalam negeri
Jerman dari Green Party.

Dewan Muslim di Jerman juga mengecam usulan paket tes
baru itu. "Kami mendukung adanya tes sebatas
pengetahuan umum tentang Jerman, tapi kami menolak
subyektifitas para calon imigran yang berpotensi lewat
tes semacam itu untuk menguji loyalitas mereka pada
negara Jerman," kata Ayman Mazeek, sekretaris jenderal
Dewan Muslim Jerman.

Peneliti Jerman Jurgen Micksch, pendiri pusat
multikultur setelah peristiwa 11 September mengatakan,
warga Muslim di Jerman mampu berintegrasi secara
efektif meski menghadapi berbagai tantangan.

Dewan Sentral Yahudi di Jerman juga mengecam
penayangan video-video porno sebagai bagian dari tes
bagi para calon imigran.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Jerman, tingkat
imgran makin menurun selama beberapa tahun belakangan
ini karena prosedur yang sangat ketat. Pada tahun
2004, hanya 127.153 imigran yang berhasil mendapatkan
kewarganegaraan Jerman, bandingkan dengan tahun 2000
yang jumlahnya mencapai 186.688 orang. (ln/iol)


----------------------------------------------------
Mail Archives: http://groups.yahoo.com/group/himasad/

Untuk keluar dari keanggotaan milis:
kirim e-mail kosong ke alamat [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/himasad/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke