Dua tulisan yang menggugah menurut saya. Silakan bisa dilihat langsung di www.klik-galamedia.com. Penulisnya bernama M RIDLO 'EISY
UNIVERSITAS KEJAHATAN
TOKOH masyarakat itu telah meninggal. Arwahnya begitu yakin bahwa ia akan masuk surga karena ia selalu beramal dan berperilaku baik saat hidup di dunia. Namun, ia sangat terkejut karena ditolak masuk surga dan digiring ke neraka.
Sebelum ia masuk ke neraka, ia melancarkan protes kepada malaikat, mungkin malaikat salah mencomot orang. Ia menuturkan semua amal baik yang diingatnya dan meminta malaikat membuka catatan amalnya. Sang malaikat membuka catatan amal orang itu dan semua amal yang dikatakannya tercatat dalam buku amal. Mengapa orang sebaik ini harus masuk neraka, pikir sang malaikat.
"Kalau boleh tahu, apa pekerjaan Anda selama di dunia?" tanya sang malaikat. Dengan bangga ia menjawab, "Saya sastrawan, wartawan, sekaligus pemilik media."
"Apa yang Anda sampaikan kepada masyarakat melalui media yang Anda miliki?" tanya sang malaikat. "Apa saja yang disenangi masyarakat?" jawabnya. "Apa yang disenangi masyarakat?" tanya malaikat. "Berita dan kisah kriminal," jawabnya.
Sang malaikat membuka catatan sang raja media itu, lalu mengangguk-angguk. "Memang Anda orang baik, amal banyak, tetapi setelah dikurangi dosa-dosa Anda karena media Anda menyiarkan berita dan kisah kriminal," kata sang malaikat.
Malaikat itu menjelaskan, berita dan kisah kriminal itu disampaikan secara rinci, termasuk cara-cara mencuri, merampok, membunuh, dan memerkosa maka sebagian dari khalayak media itu termotivasi berbuat jahat. Sebagian khalayak itu menjadi pencuri, perampok, pembunuh, dan pemerkosa.
"Walaupun Anda tokoh masyarakat yang banyak beramal semasa hidup," kata sang malaikat, "Anda telah membangun Universitas Kejahatan di dunia. Anda menerima royalti dari kejahatan yang dilakukan para penjahat yang terinspirasi dari media Anda. Setiap ada kejahatan di dunia yang dilakukan orang akibat terinspirasi media Anda maka Anda akan kecipratan dosanya. Itu semua yang mengurangi amal Anda sehingga Anda masuk neraka".
"Sampai kapan saya akan berada di neraka?" tanya arwah tokoh masyarakat kepada malaikat. "Sampai karya-karya Universitas Kejahatan Anda dalam bentuk buku, film, VCD tidak beredar lagi di muka bumi," jawab malaikat.
***
KISAH di atas saya modifikasi dari prasaran sastrawan Cina yang mengikuti "Konferensi Sastrawan Asia Tenggara II" di Toyabungkah, Bali pada 1985. Saya terkesima oleh prasaran sastrawan itu dan saya komentari dalam "Tajuk Rencana" di Pikiran Rakyat yang berjudul "Pelajaran dari Cina", dua puluh tahun yang lalu. Sayang saya lupa nama sastrawan itu.
Kisah lama itu perlu diungkap kembali agar insan media berhati-hati dalam menyiarkan berita dan kisah kriminal. Kecerobohan dalam penyiaran berita dan kisah kriminal dapat menjadikan tulisan atau penyiaran acara itu menjelma menjadi Universitas Kejahatan. Kecerobohan itu jelas dapat merugikan masyarakat dan yang terpenting akan merugikan insan media itu, minimal di akhirat nanti.
***
LALU apakah semua berita dan kisah kriminal akan menjelma menjadi Universitas Kejahatan? Apakah sebaiknya media tidak menyiarkan berita dan kisah kriminal? Tentu, tidak semua berita kriminal akan menjelma menjadi Universitas Kejahatan, asal dilakukan secara hati-hati. Jangan terlalu rinci menuturkan cara-cara melakukan kejahatan. Penuturan tindakan kejahatan setahap demi setahap bisa menjadi inspirasi bagi khalayak media untuk berbuat kejahatan.
Oleh karena itu berita dan kisah kriminal tetap diperlukan oleh khalayak media. Masyarakat perlu berita dan kisah kriminal untuk mengetahui keadaan kejahatan di tengah masyarakat, untuk menghindarkan diri dari tindakan kejahatan itu sendiri.
Dalam peliputan berita kriminal dan penuturan kisah kriminal, hendaknya media mempunyai pedoman, antara lain berita dan kisah kriminal difokuskan kepada fakta-fakta yang akurat untuk membantu masyarakat menghindarkan diri dari tindakan kejahatan.
Berita dan kisah kriminal harus membuat orang takut untuk berbuat jahat. Untuk itu jangan sampai ada nada glorifikasi terhadap kejahatan. Jangan sampai ada nada yang menyiratkan bahwa berbuat kejahatan itu sesuatu yang gabah. Berita dan kisah kriminal harus mengungkapkan kejahatan dan penjahatnya itu adalah sesuatu yang tidak terhormat. Perlu ditegaskan bahwa tidak ada penjahat yang hidup bahagia, dan pada akhirnya hidup penjahat akan sengsara.
Berita dan kisah kriminal sebisa mungkin mampu menggalang kekuatan masyarakat untuk mengurangi peluang terjadinya kejahatan. Namun media tidak disarankan untuk mendorong masyarakat main hakim sendiri, karena tindakan main hakim sendiri itu sering kali berlebih-lebihan.
Hanya mencuri kambing, dibakar sampai mati. (Padahal banyak koruptor yang mencuri uang rakyat bermiliar-miliar rupiah, bebas merdeka, tertawa-tawa). Untuk masalah ini lebih baik diserahkan kepada polisi yang memang bidangnya.
Sering kita saksikan banyak penjahat ditembak kakinya karena mau lari. Memang polisi dilatih untuk menembak dengan tepat, tetapi bisa saja tembakannya meleset, rencananya polisi menembak kaki, karena penjahatnya merunduk, niatnya untuk menghindari tembakan, malahan yang tertembak justru kepalanya. **
TIKET KE NERAKA MAHAL
Sebelum ia masuk ke neraka, ia melancarkan protes kepada malaikat, mungkin malaikat salah mencomot orang. Ia menuturkan semua amal baik yang diingatnya dan meminta malaikat membuka catatan amalnya. Sang malaikat membuka catatan amal orang itu dan semua amal yang dikatakannya tercatat dalam buku amal. Mengapa orang sebaik ini harus masuk neraka, pikir sang malaikat.
"Kalau boleh tahu, apa pekerjaan Anda selama di dunia?" tanya sang malaikat. Dengan bangga ia menjawab, "Saya sastrawan, wartawan, sekaligus pemilik media."
"Apa yang Anda sampaikan kepada masyarakat melalui media yang Anda miliki?" tanya sang malaikat. "Apa saja yang disenangi masyarakat?" jawabnya. "Apa yang disenangi masyarakat?" tanya malaikat. "Berita dan kisah kriminal," jawabnya.
Sang malaikat membuka catatan sang raja media itu, lalu mengangguk-angguk. "Memang Anda orang baik, amal banyak, tetapi setelah dikurangi dosa-dosa Anda karena media Anda menyiarkan berita dan kisah kriminal," kata sang malaikat.
Malaikat itu menjelaskan, berita dan kisah kriminal itu disampaikan secara rinci, termasuk cara-cara mencuri, merampok, membunuh, dan memerkosa maka sebagian dari khalayak media itu termotivasi berbuat jahat. Sebagian khalayak itu menjadi pencuri, perampok, pembunuh, dan pemerkosa.
"Walaupun Anda tokoh masyarakat yang banyak beramal semasa hidup," kata sang malaikat, "Anda telah membangun Universitas Kejahatan di dunia. Anda menerima royalti dari kejahatan yang dilakukan para penjahat yang terinspirasi dari media Anda. Setiap ada kejahatan di dunia yang dilakukan orang akibat terinspirasi media Anda maka Anda akan kecipratan dosanya. Itu semua yang mengurangi amal Anda sehingga Anda masuk neraka".
"Sampai kapan saya akan berada di neraka?" tanya arwah tokoh masyarakat kepada malaikat. "Sampai karya-karya Universitas Kejahatan Anda dalam bentuk buku, film, VCD tidak beredar lagi di muka bumi," jawab malaikat.
***
KISAH di atas saya modifikasi dari prasaran sastrawan Cina yang mengikuti "Konferensi Sastrawan Asia Tenggara II" di Toyabungkah, Bali pada 1985. Saya terkesima oleh prasaran sastrawan itu dan saya komentari dalam "Tajuk Rencana" di Pikiran Rakyat yang berjudul "Pelajaran dari Cina", dua puluh tahun yang lalu. Sayang saya lupa nama sastrawan itu.
Kisah lama itu perlu diungkap kembali agar insan media berhati-hati dalam menyiarkan berita dan kisah kriminal. Kecerobohan dalam penyiaran berita dan kisah kriminal dapat menjadikan tulisan atau penyiaran acara itu menjelma menjadi Universitas Kejahatan. Kecerobohan itu jelas dapat merugikan masyarakat dan yang terpenting akan merugikan insan media itu, minimal di akhirat nanti.
***
LALU apakah semua berita dan kisah kriminal akan menjelma menjadi Universitas Kejahatan? Apakah sebaiknya media tidak menyiarkan berita dan kisah kriminal? Tentu, tidak semua berita kriminal akan menjelma menjadi Universitas Kejahatan, asal dilakukan secara hati-hati. Jangan terlalu rinci menuturkan cara-cara melakukan kejahatan. Penuturan tindakan kejahatan setahap demi setahap bisa menjadi inspirasi bagi khalayak media untuk berbuat kejahatan.
Oleh karena itu berita dan kisah kriminal tetap diperlukan oleh khalayak media. Masyarakat perlu berita dan kisah kriminal untuk mengetahui keadaan kejahatan di tengah masyarakat, untuk menghindarkan diri dari tindakan kejahatan itu sendiri.
Dalam peliputan berita kriminal dan penuturan kisah kriminal, hendaknya media mempunyai pedoman, antara lain berita dan kisah kriminal difokuskan kepada fakta-fakta yang akurat untuk membantu masyarakat menghindarkan diri dari tindakan kejahatan.
Berita dan kisah kriminal harus membuat orang takut untuk berbuat jahat. Untuk itu jangan sampai ada nada glorifikasi terhadap kejahatan. Jangan sampai ada nada yang menyiratkan bahwa berbuat kejahatan itu sesuatu yang gabah. Berita dan kisah kriminal harus mengungkapkan kejahatan dan penjahatnya itu adalah sesuatu yang tidak terhormat. Perlu ditegaskan bahwa tidak ada penjahat yang hidup bahagia, dan pada akhirnya hidup penjahat akan sengsara.
Berita dan kisah kriminal sebisa mungkin mampu menggalang kekuatan masyarakat untuk mengurangi peluang terjadinya kejahatan. Namun media tidak disarankan untuk mendorong masyarakat main hakim sendiri, karena tindakan main hakim sendiri itu sering kali berlebih-lebihan.
Hanya mencuri kambing, dibakar sampai mati. (Padahal banyak koruptor yang mencuri uang rakyat bermiliar-miliar rupiah, bebas merdeka, tertawa-tawa). Untuk masalah ini lebih baik diserahkan kepada polisi yang memang bidangnya.
Sering kita saksikan banyak penjahat ditembak kakinya karena mau lari. Memang polisi dilatih untuk menembak dengan tepat, tetapi bisa saja tembakannya meleset, rencananya polisi menembak kaki, karena penjahatnya merunduk, niatnya untuk menghindari tembakan, malahan yang tertembak justru kepalanya. **
TIKET KE NERAKA MAHAL
SUARANYA sedikit serak dan matanya berkaca-kaca. Ia menuturkan betapa gembira istri dan anak-anaknya waktu mereka diajak makan malam di sebuah restoran di Bandung Utara. "Rasanya sudah lama sekali saya tidak berbincang-bincang dengan istri dan anak-anak saya," tuturnya.
"Sekali-sekali makan di luar bersama keluarga sangat menyenangkan. Istri dan anak-anak saya kelihatan sangat berbahagia. Anak-anak saya banyak bercerita tentang berbagai kegiatannya dan juga banyak bertanya tentang berbagai macam hal. "Yang terpenting, kata teman saya itu, biaya untuk membahagiakan keluarga ternyata murah, tidak mahal".
**
LALU ia membandingkan dengan berbagai kegiatannya sebelumnya. Ia bukan pemabuk, hanya sekali-sekali ia mabuk, kalau kelewat batas meminum minuman beralkohol. Pada restoran sedikit di atas kelas menengah, satu gelas single Whiskey dan Tequila adalah Rp 30.000. Kalau ingin gaya sedikit, sebotol Champagne harganya lebih dari Rp 1 juta. "Dengan uang sebanyak itu, saya dapat membahagiakan istri dan anak-anak saya untuk makan-makan di restoran lebih dari lima kali," katanya.
Ia juga bukan penyanyi, tetapi ia pintar menyanyi dan suaranya lumayan bagus. Pernah ia berseloroh, "Kalau saya lelah jadi pengusaha, saya akan menjadi penyanyi". Biasanya, ia minum-minuman keras di karaoke. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa ruang karaoke kelas VIP adalah Rp 1 juta dan untuk lebih meriah ia menyewa pemandu lagu (PL) dengan harga Rp 200.000 per jam.
"Mas tahu sendirilah," katanya. "Seringkali saya kebablasan. Dari ruang karaoke pindah ke kamar hotel". Jumlah uang yang dihamburkannya dalam semalam, menyamai gaji guru besar dalam sebulan.
"Itu belum seberapa mas," katanya. Suaranya terdengar bangga namun terselip ada nada pahit. "Pada diskotek yang elite dan mewah, teman saya menyewa hostes dua juta tiap jamnya. Dan Mas dapat memperkirakan berapa besar uang yang harus dibayar teman saya kalau ia membawa hostes itu ke kamar hotel."
**
"Itu adalah bagian dari masa lalu saya Mas," tambahnya. "Kini saya kembali ke pangkuan keluarga. Kembali kepada istri dan anak-anak saya."
"Mungkin inilah yang dinamakan hidayah," katanya dengan mata menerawang jauh. "Saya hampir bangkrut karena judi. Mula-mula hanya iseng, recehan, seribu dua ribu rupiah, agar main gaplenya lebih serius. Namun, sekali lagi saya kebablasan, sebagian perusahaan saya sudah hilang dalam perjudian itu. Saya diselamatkan oleh rasa letih yang luar biasa, saya istirahat dan berhenti berjudi sehingga tidak semua perusahaan saya lenyap". "Saya hanya sedikit berkomentar, untunglah ia tidak seperti Pendawa Lima yang menjadikan negara sebagai taruhan dalam perjudian dan Pendawa Lima kalah. "Ya, untunglah saya tidak seperti Pendawa Lima. Masih ada harta yang tersisa untuk hidup bahagia," katanya sambil menarik napas lega.
"Hidup ini aneh," tambahnya. "Semua yang saya lakukan dahulu itu, seperti mabuk-mabukan, melacur, dan berjudi, adalah tiket menuju neraka yang menyengsarakan. Kenapa lumayan banyak orang mau membeli tiket ke neraka yang harganya sangat mahal?" **
"Sekali-sekali makan di luar bersama keluarga sangat menyenangkan. Istri dan anak-anak saya kelihatan sangat berbahagia. Anak-anak saya banyak bercerita tentang berbagai kegiatannya dan juga banyak bertanya tentang berbagai macam hal. "Yang terpenting, kata teman saya itu, biaya untuk membahagiakan keluarga ternyata murah, tidak mahal".
**
LALU ia membandingkan dengan berbagai kegiatannya sebelumnya. Ia bukan pemabuk, hanya sekali-sekali ia mabuk, kalau kelewat batas meminum minuman beralkohol. Pada restoran sedikit di atas kelas menengah, satu gelas single Whiskey dan Tequila adalah Rp 30.000. Kalau ingin gaya sedikit, sebotol Champagne harganya lebih dari Rp 1 juta. "Dengan uang sebanyak itu, saya dapat membahagiakan istri dan anak-anak saya untuk makan-makan di restoran lebih dari lima kali," katanya.
Ia juga bukan penyanyi, tetapi ia pintar menyanyi dan suaranya lumayan bagus. Pernah ia berseloroh, "Kalau saya lelah jadi pengusaha, saya akan menjadi penyanyi". Biasanya, ia minum-minuman keras di karaoke. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa ruang karaoke kelas VIP adalah Rp 1 juta dan untuk lebih meriah ia menyewa pemandu lagu (PL) dengan harga Rp 200.000 per jam.
"Mas tahu sendirilah," katanya. "Seringkali saya kebablasan. Dari ruang karaoke pindah ke kamar hotel". Jumlah uang yang dihamburkannya dalam semalam, menyamai gaji guru besar dalam sebulan.
"Itu belum seberapa mas," katanya. Suaranya terdengar bangga namun terselip ada nada pahit. "Pada diskotek yang elite dan mewah, teman saya menyewa hostes dua juta tiap jamnya. Dan Mas dapat memperkirakan berapa besar uang yang harus dibayar teman saya kalau ia membawa hostes itu ke kamar hotel."
**
"Itu adalah bagian dari masa lalu saya Mas," tambahnya. "Kini saya kembali ke pangkuan keluarga. Kembali kepada istri dan anak-anak saya."
"Mungkin inilah yang dinamakan hidayah," katanya dengan mata menerawang jauh. "Saya hampir bangkrut karena judi. Mula-mula hanya iseng, recehan, seribu dua ribu rupiah, agar main gaplenya lebih serius. Namun, sekali lagi saya kebablasan, sebagian perusahaan saya sudah hilang dalam perjudian itu. Saya diselamatkan oleh rasa letih yang luar biasa, saya istirahat dan berhenti berjudi sehingga tidak semua perusahaan saya lenyap". "Saya hanya sedikit berkomentar, untunglah ia tidak seperti Pendawa Lima yang menjadikan negara sebagai taruhan dalam perjudian dan Pendawa Lima kalah. "Ya, untunglah saya tidak seperti Pendawa Lima. Masih ada harta yang tersisa untuk hidup bahagia," katanya sambil menarik napas lega.
"Hidup ini aneh," tambahnya. "Semua yang saya lakukan dahulu itu, seperti mabuk-mabukan, melacur, dan berjudi, adalah tiket menuju neraka yang menyengsarakan. Kenapa lumayan banyak orang mau membeli tiket ke neraka yang harganya sangat mahal?" **
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best
spam protection around
http://mail.yahoo.com
__._,_.___
----------------------------------------------------
Mail Archives: http://groups.yahoo.com/group/himasad/
Untuk keluar dari keanggotaan milis:
kirim e-mail kosong ke alamat [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| School education | Pre school education |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "himasad" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
