Note: forwarded message attached.
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___
----------------------------------------------------
Mail Archives: http://groups.yahoo.com/group/himasad/
Untuk keluar dari keanggotaan milis:
kirim e-mail kosong ke alamat [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| School education | Pre school education |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "himasad" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
--- Begin Message ---baraya,aya tulisan (cek kuring mah) sae yeuh, ngeunaan dunya pendidikan. wilujeng ngaos.dh--------------------------------------------------------Kisah tentang Seorang Anak Kecil
Seorang anak kecil masuk sekolah untuk pertama kalinya
Dia adalah anak yang benar-benar masih kecil
Dan itu adalah sekolah yang benar-benar besar
Namun ketika anak kecil itu
Mengetahui bahwa dia dapat menuju ruangan kelasnya
Dengan berjalan lurus dari pintu luar,
Dia merasa senang sekali
Dan sekolah itu tidak tampak
Terlalu besar lagi
Suatu pagi,
Ketika anak kecil itu sudah bersekolah beberapa lama,
Gurunya berkata:
"Hari ini kita akan membuat lukisan"
"Bagus!" pikir si anak kecil
Dia gemar menggambar
Dia dapat menggambar segala macam:
Singa dan harimau,
Ayam dan sapi,
Kereta api dan kapal
Dan dia mengeluarkan kota krayonnya
Dan mulai menggambar
Tetapi gurunya berkata:
"Tunggu! Belum waktunya untuk memulai!"
Dan guru itu menungggu sampai setiap orang tampak siap
"Sekarang," kata gurunya
"Kita akan melukis bunga"
"Bagus!" pikir anak kecil itu
Dia suka membuat bunga
Dan dia mulai menggambar kembang-kembang yang indah
Dengan krayon berwarna merah jambu dan oranye dan biru
Tetapi gurunnya berkata,
"Tunggu! Dan aku akan menunjukkan kepada kalian bagaimana cara
membuatnya"
Dan ia menggambar sekuntum bungan di papan tulis
Warnanya merah, dengan tangkai hijau
"begini," kata gurunya
"Sekarang kalian dapat memulai"
Anak kecil itu memandang gambar bunga gurunya
Kemudian dia melihat bunganya sendiri
Dia lebih menyukai bunganya ketimbang bunga gurunya
Tetapi dia tidak mengatakannya,
Dia hanya membalik kertasnya
Dan membuat sekuntum bunga seperti bunga gurunya
Warnanya merah, dengan tangkai hijau
Pada lain hari,
Ketika si anak kecil telah dapat membuka sendiri
Pintu kelas itu dari luar
Gurunya berkata,
"Hari ini kita akan membuat sesuatu dengan tanah liat"
"Bagus!" pikir si anak kecil
Dia suka tanah liat
Dia dapat membuat segalanya dengan tanah liat
Ular dan manusia salju
Gajah dan tikus
Mobil dan truk
Dan dia mulai mendorong dan menarik
Bola lempungnya
Tetapi gurunya berkata,
"Tunggu!" Belum waktunya untuk memulai!"
Dan guru itu menungggu sampai setiap orang tampak siap
"Sekarang," kata gurunya
"Kita akan membuat piring"
"Bagus!" pikir si anak kecil
Dia senang membuat piring
Dan dia mulai membuat beberapa
Dari segala bentuk dan ukuran
Tetapi gurunya berkata
"Tunggu! Dan aku akan memperlihatkan kepada kalian bagaimana cara
membuatnya"
Dan ia memperagakan bagaimana cara membuat
Sebuah piring yang cekung
"Begini," kata gurunya
"sekarang kalian dapat memulai"
Anak kecil itu menatap piring gurunya
Kemudian melihat piringnya sendiri
Dia lebih menyukai piring-piringnya ketimbang piring gurunya
Tetapi dia tidak mengatakannya
Dia hanya menggulung kembali lempungnya menjadi bola besar
Dan membuat sebuah piring seperti piring gurunya
Bentuknya cekung
Dan dalam waktu singkat
Anak kecil itu belajar untuk menunggu
Dan melihat
Dan membuat karya-karya yang persis dengan yang dibuat gurunya
Dan dalam waktu singkat
Dia tidak pernah lagi membuat karya-karyanya sendiri
Kemudian terjadilah itu
Anak kecil itu dan keluarganya
Pindah ke rumah lain
Di kota lain
Dan anal kecil itu
Harus pergi ke sekolah lain
Sekolah itu bahkan Lebih Besar
Ketimbang sekolah yang terdahulu
Dan tidak ada pintu lurus dari luar
Menuju ruangan kelasnya
Dia harus menaiki beberapa anak tangga
Dan berjalan menuruni suatu lorong yang panjang
Untuk sampai ke ruangannya
Dan pada hari pertama
Dia berada di sana, gurunya berkata
"Hari ini kita akan membuat sebuah gambar"
"Bagus!" pikir si anak kecil
Dan dia menunggu gurunya
Memberitahu dia apa yang harus dia lakukan
Tetapi gurunya tidak mengatakan apa pun
Ia hanya berjalan mengelilingi ruangan
Ketika ia menghampiri anak kecil itu
Ia berkata, "Apakah kamu tidak ingin membuat sebuah gambar?"
"Ya," jawab si anak kecil. Lalu,
"Apa yang akan kami buat?"
"Aku tidak tahu sampai kamu sendiri membuatnya," kata gurunya
"Bagaimana aku membuatnya?" tanya anak kecil itu
"Bagaimana? Bagaimanapun yang kamu suka," kata gurunya
"Dan warna apapun?" tanya anak kecil itu
"Warna apa pun," kata gurunya itu
"Kalau setiap orang membuat gambar yang sama,
Dan memakai warna yang sama,
Bagaimana aku bisa tahu siapa membuat apa,
Dan mana yang disebut mana?"
"Aku tidak tahu," kata si anak kecil
Dan dia mulai membuat bunga-bunga berwarna merah jambu dan oranye dan
biru
Dia menyenangi sekolah barunya
Sekalipun itu tidak mempunyai pintu untuk
Langsung masuk dari luar!
Helen E. Buckley
Sumber: Canfield, J. & Hansen M.V. (1997). Chicken Soup for the soul:
menjadi "kaya" dan bahagia. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama
Berminat mempelajari pendekatan yang mengapresiasi keunikan dan potensi manusia?
Bergabunglah ke komunitas apresiatif dengan mengirim email kosong ke Appreciativecommunity- [EMAIL PROTECTED]tulisan di luhur dicutat ti:
---------- Forwarded message ----------
From: Budi Setiawan <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jun 20, 2006 6:14 PM
Subject: [Psikologi] Re: Anak cerdas, Kenapa dibilang aneh ya?
To: [EMAIL PROTECTED]
--- End Message ---
