Sekalian tanya nih emang sekrg masup sastra jerman berapa yah biayanya? bulanan berapa?
===============================================================
Subject: Orang Miskin Dilarang Kuliah

Orang Miskin Dilarang
Kuliah<http://lenijuwita.multiply.com/journal/item/13>

cerita from : http://lenijuwita.multiply.com/journal/item/13

Kejadian saat tengah mengantar keponakan untuk mendaftar di D3
Universitas
Padjadjaran, sebuah Universitas Negeri di Bandung. Tanggal 22 Agustus
2006
adalah Batas akhir pembayaran. Karena tidak bisa membayar full maka
kami
memasuki sebuah ruangan yang disebut ruangan untuk mahasiswa "kasus".
Dan
disana berjejal puluhan mungkin ratusan orang tua Dan calon mahasiswa
yang
mempunyai masalah keuangan.

Untuk sebuah Universitas Negeri biaya kuliah sangat Mahal, D3 MIPA
total
lebih dari 8 jt, ekonomi hampir 9,5 jt malah Ada yang sampai 10 juta.
Tidak
hanya sampai itu saja, yang sangat menyesakkan hati adalah tidak Ada
toleransi sama sekali, uang pengembangan memang bisa diangsur itupun
hanya 2
bulan sampai bulan September sejumlah 4,5 jt. Seorang ibu meminta
penundaan
pembayaran sampai keesokkan harinya, panitya menolak tegas, harus Hari
ini.
Penundaan yang cuma satu Hari saja ditolak tegas. Dengan sedih Ibu Dan
anaknya itupun pulang.

Bagaimana ini? Bukankah seharusnya Universitas Negeri tidak boleh
menolak
calon mahasiswa yang sudah Lulus test dengan susah payah? Bila Ada
alasan
karena sudah mendaftar seharusnya orang tua sudah siap dengan keuangan,
masa
tidak Ada toleransi sama sekali? Bukankah seharusnya Panitya bertanya
dulu
apa kesulitan Orang tua tersebut tidak langsung menolak tegas. Jangan
katakan bahwa ibu itu harus mencari sekolah yang lebih murah. Ini
universitas negeri, kepunyaan rakyat bukan milik orang perorang atau
penguasa Unpad!!!!siapapun yang telah Lulus test berhak kuliah, masalah
keuangan seharusnya difikirkan bersama, masa minta penundaan 1 Hari
saja
ditolak?

Dengan alasan perubahan status menjadi BHMN maka semua universitas
diperbolehkan berlomba2 mengumpulkan sumber pendapatan tanpa Ada
toleransi
sama sekali? BUkankan telah diperbolehkan pula mengumpulkan Dana dari
mahasiswa "jalur khusus" dengan ratusan juta uang pengembangan? Kenapa
tidak
dibuat subsidi silang yang mampu membantu yang tidak mampu?

Bagaimana ini manajemen Universitas? Seharusnya dengan kondisi Negeri
Kita
seperti ini harus Ada antisipasi penyelesaian. Bagaimanapun ini adalah
tanggung jawab bersama bukan hanya orang tua saja. Apakah antisipasi
penyelesaian dengan spanduk besar-besar Pinjaman Kredit Tanpa Agunan
dari
Bank Mandiri, apa ini menyelesaikan masalah? Orang tua yang untuk makan
sehari Hari saja kesulitan disuruh berutang? Bukannya malah menambah
beban
masalah? Negara apa ini? Benar-benar menjerumuskan rakyatnya kedalam
kemiskinan yang makin dalam.

Kenapa tidak diantisipasi dengan sponsor beasiswa? Dari Perusahaan,
Industri, Badan Zakat atau dari Alumni, dari pemerintah atau dari
Manajemen
Qolbu (AA Gym)? Membuka perwakilan di Universitas saat terjadi
penerimaan
mahasiswa baru. Kemudian diseleksi saat itu oleh pembuat keputusan?
Apakah
terlalu sulit? Seperti kejadian di UI untuk Fak Kedokteran beberapa
Mahasiswa yang tidak mampu mendapat beasiswa dengan hanya membayar 2 jt
atau
dibebaskan dari uang kuliah. Kenapa tidak diikuti oleh Universitas
lain?

Apa Kita harus diam saja? Tidak bisa berbuat apa2? Atau seharusnya saya
waktu itu pake T-shirt ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH ya? Biar kerja
panitya
jadi ringan????
**

--
mas asep
__._,_.___

----------------------------------------------------
Mail Archives: http://groups.yahoo.com/group/himasad/

Untuk keluar dari keanggotaan milis:
kirim e-mail kosong ke alamat [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
Foreign exchange student organization School education Exchange student organization


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke