mas asep <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dulu sering pulkam pake KA Ekonomi Bandung-Kutoarjo, hmmm kl sekrg naek lagi tuh KA kuat engga yah? :P
---------- Forwarded message ----------
From: doddie erlangga <[EMAIL PROTECTED]com >
Date: Sep 27, 2006 1:50 PM
Subject: {BA-depok} Fwd: Bagus nich.... Bangga Menjadi Orang Indonesia
To: ba < [EMAIL PROTECTED]s.com >, [EMAIL PROTECTED]ps.com , jatim mania <jatim_mania@yahoogroups. >com
dari milis sebelah :
> Bangga Menjadi Orang Indonesia Tulisan di bawah
> ini pernah saya kirimkan ke rubrik KOKI Kompas, dan
> dimuat pada tanggal 25 Agustus 2006
>
>
> Bangga Menjadi Orang Indonesia
>
> Anda orang Indonesia?
> Masih tinggal di Indonesia?
> Di Jakarta?
> Ke kantor naik bis- umpel-umpelan?
> Lalu lintas macet?
> Pernah Naik kereta super ekonomi ke Yogya or
> Surabaya ?
> Pernah kebajiran?
> Pernah dipalakin di bus sama gerombolan preman?
>
> Kalau semua jawaban di atas = "Ya", maka saya hanya
> Cuma bisa berkomentar :
> "Kaciaannn deh elo "
> Hi hi.. hi maaf-maaf, saya hanya bercanda, jangan
> di ambil hati.
> Bukannya congkak.. bukannya sombong.. atau kagetan
> karena baru 2.5 tahun terakhir tinggal di Bangkok
> dan Singapore, terus seenak udelnya sendiri ngeledek
> saudara-saudara yang masih di tanah air.
>
> Sebaliknya , dalam tulisan ini, saya ingin menghibur
> saudara-saudara yang jawaban atas
> pertanyaan-pertanyaan diatas = ya atau 80% ya. Jika
> demikian halnya, maka nasib Anda sebenernya tidak
> jauh beda dengan nasib saya. Cuma sedikit
> perbedaannya yaitu, bagi saya : itu nasib saya dulu,
> sementara bagi Anda: yah itu nasib anda sekarang
> (lagi : kaciaannn deh elo hi.. hi..hi.. ketawa
> jahil).
>
> Ok, sekarang saya serius. Kalau Ada yang bertanya:
> apa sih yang bisa dibanggakan for being Indonesian?
> Maka jawaban saya adalah : Kita harus bangga karena
> kita orang Indonesia Bisa dan Biasa hidup susah!!!
> Becanda lagi nih?
> Nggak, saya Serius!! Saya nggak boong. Kalau saya
> boong biarkan Tuhan memberikan cobaan yang berat
> pada saya (red : kata pak ustadz harta yang
> berlimpah merupakan cobaan yang berat)
>
> Kemampuan untuk hidup susah (saya sebut aja
> "survival ability" ya) tidak dimiliki orang-orang
> yang lama hidup di negara-negara mapan.
> Boss saya (orang India) pernah cerita: suatu ketika
> teman-nya-sebut saja Sarukh- dan keluarganya pamit
> pada boss saya pulang ke negara asalnya,India yang
> murah meriah untuk menikmati pensiun dini, setelah
> 15 tahun kerja di Singapore . Eee belum satu tahun
> pamitan, pulang ke India, si Sarukh sudah balik lagi
> ke Singapore, dan kali ini minta bantuan Boss saya
> untuk dicariin kerjaan lagi di Singapore.
>
> What happened? Tanya boss saya. Sarukh bercerita,
> setelah pulang ke India, anak remajanya yang
> dibesarkan di Singapore menjadi rada-rada stress dan
> menjadi pasien tetap psikiater di sana.
> Selidik-punya selidik agaknya hal itu disebabkan
> karena anaknya Sarukh tidak bisa menyesuaikan diri
> terhadap perubahan lingkungan dari kondisi yang
> sangat mapan (Singapore) ke kondisi yang sebaliknya
> (India).
> Jadi, dalam hal ini, anak si Sarukh yang sudah biasa
> hidup dalam kemapanan tidak punya "kemampuan
> bertahan waras" untuk hidup di negara yang belum
> mapan. Demi kebaikan anaknya, akhirnya si Sarukh
> memutuskan menunda pensiun dini-nya dan kembali
> kerja di Singapore.
>
> Kalau kita-kita yang sudah biasa hidup susah di
> Jakarta, pindah or berkunjung ke India sih nggak ada
> masalah. Saya jadi ingat, 2 tahun lalu ketika saya
> dan rekan-rekan kerja saya berkunjung ke India, boss
> saya wanti-wanti untuk : bawa obat sakit perut, dan
> selama di India hanya minum-minuman dari
> botol/kaleng. Kalau ke restoran lokal jangan
> sekali-kali minum air putih yang disediakan dari
> dari teko/ceret di restoran tersbut, karena
> kebersihan airnya tidak terjamin, dan biasanya perut
> orang asing tidak siap untuk itu; begitu nasehat
> boss saya.
> Pada waktu itu satu rombongan yang berangkat ke
> India terdiri dari 5 orang. Satu orang Jepang dari
> Jepang, dua orang Singapore dan dua orang Indonesia
> (termasuk saya baru sebulan kerja di Singapore).
> Dalam 2 minggu kunjungan ke India, kolega dari
> Singapore dan Jepang langsung menderita diare di
> Minggu pertama ke India. Diseliki, kemungkinan
> penyebabnyat adalah mereka pernah memesan kopi atau
> teh di restoran lokal pada saat makan siang (yang
> tentunya tidak dari botol). Sementara si orang
> Jepang, walaupun secara ketat dia hanya
> minum-minuman botol atau kaleng selama makan di
> restoran-restoran lokal, terkena diare, diduga
> karena si orang jepang ini menggunakan air keran
> dari hotel untuk berkumur-kumur selama sikat gigi.
> Sedangkan saya dan satu orang rekan lagi dari
> Indonesia, sehat walafiat tidak menderita suatu
> apapun selama di sana (mungkin karena di Indoneisa,
> sudah terbiasa jajan es dipinggir jalan yang airnya
> tidak lebih bersih dari air di restoran-restoran
> India)
>
> What is the moral of the story?
> Kita harus bangga karena Kita bisa lebih baik dari
> orang Jepang dan Singapore!!!! (at least, dalam hal
> ketahanan perut).
>
> Cerita lainnya lagi, bulan lalu saya di kirim kantor
> (yang base-nya di Singapore) untuk mengikuti sebuah
> workshop di Rio de Janeiro Brazil. Total waktu
> trempuh saya dari Singapore ke hotel saya di Rio de
> Janeiro Brazil adalah 36 jam (termasuk 5 jam transit
> di Eropa). Sebenarnya, dari Singapore ke Brazil,
> jalur yang paling umum dan cepat adalah ke arah
> Timur, transit di Amerika, terus ke Brazil. Dengan
> jalur ini saya perkirakan, dalam 26-30 jam saya
> sudah bisa mencapai Brazil. Cuma, karena saya orang
> Indonesia, untuk transit di Amerika pun saya butuh
> apply VISA Amerika, yang mana proses aplikasi visa
> tersebut memerlukan waktu sedikitnya 2 minggu.
> Padahal, saya tidak punya waktu sebanyak itu.
> Alhasil, yah begitulah, saya harus memilih rute yang
> sebelaliknya, mengeliling belahan bumi bagian barat,
> transit di Amsterdam, dengan waktu tempuhnya 6- 10
> jam lebih lama. Jadinya, cukup melelahkan, tapi
> nggak apa-apa, namanya juga orang Indonesia, harus
> terbiasa dengan hal-hal yang
> susah-susah.
> Saya sampai di hotel di Rio, hari minggu jam 11
> Malam. Dan keesokan paginya saya langsung mengikuti
> workshop di sana. Walaupun masih terasa lelah, saya
> tetap berusaha untuk terlibat aktif dalam workshop
> pagi itu, dengan mengajukan pertanyaan atau memberi
> masukan atas pertanyaan peserta lainnya. Pada saat
> istirahat, saya sempat berbincang-bincang dengan
> kolega-kolega dari Jerman peserta workshop itu.
> Beberapa dari mereka mengeluh kecapaian dan
> menderita "jet lag", karena mereka telah menempuh 12
> jam perjalanan dari Jerman, dan baru saja tiba di
> Brazil hari minggu siang, sehingga belum cukup waktu
> istirahat untuk adaptasi Jet lag, begitu keluh
> mereka. Lalu, saya berkata pada mereka, bahwa
> sebenarnya mereka lebih beruntung dari saya, karena
> saya harus menempuh 36 jam perjalanan dari
> Singapore, dan baru tiba di hotel pukul sebelas
> malem, kurang dari 12 jam sebelum workshop dimulai.
> Mereka tertegun, salah seorang dari mereka bertanya
> pada saya:
>
> "Tapi kamu naik pesawat, di kelas Bisnis khan?"
> "Tidak, jatah saya Cuma kelas ekonomi", jawab saya
> lagi.
> Mereka terlihat semakin terkagum-kagum (atau
> kasihan?), dan salah seorang dari mereka memuji.
> "Its very impressive, you guys Singaporean are
> really-really hard workers"
> "I'm not Singaporean, I'm Indonesian working in
> Singapore" jawab saya dengan bangga.
>
> Agaknya, hari itu saya menjadi cukup terkenal di
> kalangan kolega dari Jerman, hanya karena terbang
> selama 36 jam dari Singapore, baru tiba kurang dari
> 12 jam sebelumnya dan masih bisa secara aktif
> mengikuti workshop tersebut. Saya tahu kalau saya
> menjadi pembicaraan mereka , karena sewaktu makan
> malam, kolega dari jerman lainnya - yang saya tidak
> pernah ceritakan mengenai perjalanan saya dari
> Singapore bertanya pada saya tips and trick supaya
> bisa tetap segar setelah menempuh perjalanan begitu
> lama (ini berarti dia mendapatkan cerita saya dari
> kolega jerman lainnya). Saya bingung jawabnya. Ingin
> sekali saya menjawab :
>
> "Berlatihlah dengan naik kereta api super ekonomi
> dari Jakarta ke Surabaya di saat-saat mendekati hari
> lebaran. Kalau Anda terbiasa dengan alat
> transportasi ini- di mana tidak hanya species "Homo
> Sapiens" yang bisa menjadi penumpangnya , dan di
> tambah lagi waktu tempuhnya yang lama sekali karena
> hampir di setiap setasion harus berhenti, maka Anda
> akan bisa menaklukkan semua alat transportasi
> terbang apapun yang ada di muka bumi ini".
> Namun, saya urungkan memberi jawaban di atas, karena
> saya khawatir dia tidak akan mengerti atas apa yang
> saya jelaskan, dan saya yakin mereka tidak bisa
> "survive" dengan alat transportasi ini, yang
> fasilitasnya tentu jauh dari kelas bisnis pesawat
> terbang (Note : kolega saya dari jerman, otomatis
> mendapat fasilitas kelas bisnis di pesawat apabila
> waktu tempuhnya lebih dari 10 jam).
>
> Seminggu, setelah saya pulang dari Workshop di
> Brazil, ntah karena terkagum-kagum dengan "kemampuan
> hidup susah" (dari sudut pandang mereka) yang saya
> miliki, atau karena alasan lainnya, kolega saya dari
> Jerman yang saya temui di Brazil, menghubungi atasan
> saya yang intinya meminta saya untuk ditugaskan ke
> Jerman, membantu project yang saat ini sedang
> berjalan di sana. Alhasil, bulan September
> November saya akan bergabung dengan kolega-kolega di
> Jerman menyelesaikan project di sana.
> Cukup membanggakan, karena, kata boss saya, ini kali
> pertama "Kantor Pusat" meminta bantuan dari kantor
> cabang untuk mensupport project yang sedang mereka
> kerjakan di kantor pusat.
>
> Jadi, setelah membaca tulisan ini, saya harap
> pembaca sekalian punya alasan semakin bangga menjadi
> orang Indonesia. Kalau anda lagi di luar negeri dan
> ditanya "Anda dari mana?" Jawablah dengan bangga:
> Ya, Saya dari Indonesia,
> Negara yang lagi susah,
> Saya juga hidupnya susah
> Tapi saya bisa "survive",
> Dan saya bangga karenanya!!!Any Problem???
>
> Mahendra Hariyanto,
> Singapore, 24 Agustus 2006.
> Selamat merayakan HUT kemerdekaan. MERDEKA!!!
>
>
_____________________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.
--
mas asep
H1H92sabaraha nyak?
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. __._,_.___
----------------------------------------------------
Mail Archives: http://groups.yahoo.com/group/himasad/
Untuk keluar dari keanggotaan milis:
kirim e-mail kosong ke alamat [EMAIL PROTECTED]
![]()
SPONSORED LINKS
Foreign exchange student organization School education Exchange student organization
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
- [himasad] Fwd: {BA-depok} Fwd: Bagus nich.... Bangga Men... mas asep
- Re: [himasad] Fwd: {BA-depok} Fwd: Bagus nich.... B... Muhammad Imansyah
- Re: [himasad] Fwd: {BA-depok} Fwd: Bagus nich..... mas asep
- Re[2]: [himasad] Fwd: {BA-depok} Fwd: Bagus... Insan Fajar
- Re[2]: [himasad] Fwd: {BA-depok} Fwd: Bagus... Muhammad Imansyah
- Re: [himasad] Fwd: {BA-depok} Fwd: Bagus nich.... B... olivia sopacua
Kirim email ke
