Originally from : Dwi Malistyo <[EMAIL PROTECTED]> Originally dated: Thu, 25 Nov 1999 09:09:22 +0700 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~<e-Software>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katholik~~~~~~~ Ehem, Ketua Pokja Nasional Y2K, --Agum Gumelar--, bilang kalau rata-rata sektor usaha Indonesia siap menghadapi Y2K. Serius nih ? Becanda atau menghibur ? _______________________________________________________________________ URL : http://www.detik.com/berita/199911/19991124-1155.htm Agum Gumelar: Semua Sektor di RI Siap Hadapi Y2K Reporter: NR Qomariyah detikcom, Jakarta- Ketua Pokja Nasional Y2K, Agum Gumelar, mengatakan semua sektor usaha di Indonesia rata-rata menyatakan siap menghadapi Y2K (Year 2000 Kilo) atau millenium bug. Banyak yang sudah menyatakan siap 100%, kata Agum. Pengakuan Agum itu disampaikan pada pers seusai membuka Indonesian Capital Market Transition to The New Mellenium di Ballroom Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/1999). Menurut Agum yang juga Menteri Perhubungan, Pokja Nasional Y2K dibentuk pada 1998. Pokja itu bekerja untuk melihat kesiapan dari semua sektor seperti perbankan, keuangan, transportasi, telekomunikasi, kesehatan, listrik, energi dan pemerintahan. Setiap sektor itu ada penanggung jawabnya. Semua sektor tersebut rata-rata sudah menyatakan siap, bahkan ada yang sudah 100%. Pasar modal sendiri sudah 96% siap. Kita juga sudah melaporkan hasil kita ke Pokja Internasional yang pusatnya di New York, papar Agum yang Letjen aktif ini. Hal ini sangat perlu karena seperti bandara, harus dilihat bagaimana kesiapannya. Jadi kita harus melaporkan ke Pokja Internasional tersebut, sambung Agum. Lantas berapa anggaran yang disiapkan untuk menghadapi Y2K itu? Tiap sektor berbeda-beda anggarannya. Misalnya sektor energi dan listrik, dari sekitar 4.000 pembangkit, hanya 6% yang terpengaruh. Nilai itu ada di Jawa dan Bali. Jadi dari segi biaya, seminimal mungkin karena 94% komputerisasi kita masih menggunakan sistem manual, jawab Agum. Sektor pemerintahan kita memang biayanya terbatas, karena memang tidak banyak bidang yang menggunakan komputer. Hanya beberapa yang menggunakan komputer seperti BPS, Dinas Kesehatan, dan BAKN (sekarang Badan Kepegawaian Nasional), kata Agum. Lebih lanjut dikatakan,Untuk sektor telekomunikasi memerlukan biaya sebesar 50 juta dollar AS. Untuk sektor pemerintahan sebesar 1 juta dollar AS yang diperoleh dari Bank Dunia, dan hibah dari Bank Dunia sebesar 500 ribu dollar AS. Dan itu lebih banyak digunakan untuk membeli software. Untuk PLN, kesiapannya sudah 100%. Untuk sektor transportasi, dibiayai oleh masing-masing BUMN. Kesiapannya 95% dan akhir Nopember akan 100%, sambung Ketua PSSI ini. Untuk kesiapan bandara di Perum Angkasa Pura (PAP) I sudah 13 bandara siap dan PAP II sudah 9 bandara siap, demikian Agum Gumelar. Dwi Malistyo <[EMAIL PROTECTED]> ICQ 53518369 --- *NEW* PGP keyID:0x22D53664 --- http://come.to/dwi I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% e-Software Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN! Mazmur 111:10a / Amsal 9:10a ----------------------------------------------------------------------- WEB---> http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-software SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong Ayo. Mampir di Muara Informasi Kristen [MIK] http://www.sabda.org
