~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~
>
> .2 .3
> | |
> --------------
> | .1
> |
> [router] Win98
> / 192.168.100.20 (255.255.255.0)
> /
> /---/ dial-up
> /
> /
> / 192.168.100.10
> [router] NetBlazer
> |
> | .1
> ---------------------------
> | | |
> .2 .3 .11
>
> LAN L 192.168.10.x (255.255.255.0)
>
Kalau topologinya seperti itu,
mesin win98 harus bisa merouting packet dari L dan R.
Tapi menjadi masalah apakah dia bisa menerima hasil routing dari NetBlaser
atau bukan. Tapi ini merepotkan soalnya ada subnet baru di L. Dari R hanya
bisa ping sampai NetBlaser. Kecuali Win98 dan NetBlaser mampu mengatur
packet routing dari dua subnet tersebut. (Kalau pakai windows saya belum
bisa mengatur routing kecuali pakai Network Address Translation [NAT]))
Kalau di UNIX atau Linux bisa pakai gated atau routed untuk mengatur
routing antar networking.
Kalau bayangan saya kenapa nggak si NetBlaser ini melayani routing dari L
dan R sekaligu sebagai dialup server.
Jadinya L dan R hanya ada satu subnet.
Jadi topologi yang saya usulkan
.2 .3 .1
| | |
--------------
|
|
|
_____________________________
| eternet card | |
| 192.168.100.10 | |
| [router] NetBlazer |MODEM------- to the internet via dial up :-)
| subnet 255.255,255.0| |
|____________________________|
|.1
|
---------------------------
| | |
.2 .3 .11
LAN L 192.168.10.x (255.255.255.0)
Jadi kalau begini bener-bener jadi satu subnet. Dan nggak susah untuk
ngatur routing tablenya.
Kalau mesinnya win98 atau NT enak pakai winroute.
Kalau unix atau linux lebih enak lagi...tinggal kompile kernel pasang NAT
( untuk unix) atau IP-Masquarede (Linux)
----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong