~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~



DETIK
http://www.detik.com/net/200001/2000130-190853.html

Akses Internet Bakal Lebih Murah
Reporter: Iwan Triono dan Donny

detikcom - Jakarta, Biaya akses Internet nampaknya
bakal kian murah. Soalnya, dalam waktu dekat ini,
deregulasi penarifan biaya akses segera diterbitkan.
Aturan yang menetapkan minimal tarif akan dicabut. Di sisi
lain, Internet Service Provider (ISP) sudah
berancang-ancang masuk dan menggratiskan biaya akses.

Murahnya biaya akses Internet tersebut, memang
ditunggu-tunggu banyak kalangan. Keluhan biaya akses
Internet yang cukup mahal, sebenarnya sudah terdengar
sejak jauh hari. Belum lagi pulsa telepon di Indonesia yang
tarifnya tergolong mahal juga.

Mahalnya tarif akses Internet tersebut, tak lepas dari
peraturan Pemerintahan yang menetapkan tarif minimun
akses Internet. Menurut Sekretaris divisi riset Asosiasi
Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII), Johar Alam
kepada detikcom beberapa waktu lalu, tarif per jam
dipatok minimum Rp 2.000.

Penetapan tarif minimum itu berlaku sejak Mei 1996.
Sanksi atas pelanggaran penetapan tarif minimum tersebut
cukup berat. "Pelanggaran terhadap tarif diancam dengan
pencabutan izin operasi ISP,� kata pengurus ISP
Access.net ini.

Memang, penetapan tarif minimum itu, sebenarnya sudah
dikecam banyak kalangan. Di satu sisi dianggap sebagai
kartel, di sisi lain, penetapkan tersebut dianggap pula
sebagai bentuk perlindungan terhadap ISP-ISP yang
jumlahnya kian banyak di Indonesia. Perlindungan terutama
terhadap ISP kecil.

Maksud baik itu tentu tidak sejalan dengan iklim deregulasi
dan suasana reformatif di Indonesia. Plus akses Internet
biayanya tetap saja mahal. Padahal layanan yang jauh lebih
baik tak juga kunjung datang. Peningkatan infrastruktur
mandeg. 

Kompetisi sehat di kalangan ISP tidak terjadi. Oleh sebab
itu, rencana dicabutnya ketetapan tarif minimum, disambut
baik oleh banyak kalangan. Rencana pencabutan aturan
tarif minimun itu sendiri, dibeberkan oleh Sekjen APJII,
Sanjaya.

Dalam perbincangan dengan detikcom, Sanjaya yang juga
Dirut IndoNet itu menyatakan, dalam waktu dekat ini aturan
tarif minimum akan dicabut. Artinya, setiap ISP bebas
penetapkan tarif akses Internet.

Dengan kata lain, jika ketetapan itu dicabut, ISP pun juga
kuat, bisa menggratiskan akses Internet. Dengan begitu,
peluang Freei.Net memasuki Indonesia, kian terbuka lebar.

Menurut rencana, Freei.Net akan segera memasuki pasar
internet Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura dan
Thailand. ISP yang berpusat di Amerika Serikat ini, berniat
memberikan layanan internet gratis. 

Gratis dan lengkap dengan email berkapasitas 20 MB, chat
hingga layanan e-commerce gratis. Freei.net sendiri telah
membentuk perusahaan Freei Asia-Pacific Sdn. Bhd. yang
berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sanjaya pun tidak keberatan Freei.Net masuk Indonesia.
"Silakan saja. ISP Indonesia siap untuk berkompetisi,"kata
Sanjaya. Gong pun sudah ditabuh. Pertarungan perusahaan
penyedia jasa akses Internet di Indonesia bakal seru. 

Tarif yang murah dan ISP pemberi layanan terbagus
nampaknya bakal berjaya. Yang mahal tarifnya, dan layanan
akses Internetnya termehek-mehek dipastikan akan
bablas. Wes..ewees...ewees...!



Dwi Malistyo <[EMAIL PROTECTED]> 
PGP keyID:0x22D53664 --- http://come.to/dwi


----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
  SUBSCRIBE---> To:   [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong

Kirim email ke