Yohanes Awang Setiawan
Ph/Fax : 0341-362815, Cel Ph : 0811-365934, ICQ : 50992883
http://yohanes.faithweb.com
Join Milist Iklan Barang-Bekas : [EMAIL PROTECTED]
Web Iklan Barang-Bekas : www.egroups.com/list/barang-bekas/
Malang-Jawa Timur
Terima kasih.
----- Original Message -----
Sent: Friday, February 04, 2000 5:46 PM
Subject: [malangnet-iix] HATI HATI BERKENDARAAN

From     : N/N
Subject  : HATI - HATI DI LAMPU MERAH
Date     : Wed, 02 Feb 2000

Mungkin Tips dan Pengalaman ini bermanfaat. Silahkan sebarkan ke rekan-rekan dekat Anda,
jika perlu.
Regards RR

Beberapa waktu yang lalu masih di bulan Puasa, sewaktu mengendarai mobil didepan UKI
terjadi antrian panjang sampai Lampu Merah prempatan Cawang. Mobil yang saya bawa (Phanter)
berapa pada lajur paling kanan, dan kendaraan padat sekali sampai 4 - 5 lapis, dan dalam
kedaan berhenti karena Lampu Merah di prempatan Cawang sedang menyala. Tiba-tiba HandPhone
saya berbunyi, dan saya lihat dari saudara saya. Saya bercakap-cakap sebentar, dan langsung
menyudahi, karena diingatkan oleh istri saya bahwa situasi disekitar yang banyak pengamen
kurang aman. Saya langsung sudahi, dan karena mobil di depan sudah jalan sedikit, handphone
buru-buru saya tarok dibawah paha kaki, karena tidak sempat menaroh ditempatnya.

Karena arus lalulintas yang sangat padat, baru kurang lebih tiga meter maju sudah berhenti
lagi karena Lampu Hijau sudah berganti Merah lagi. Saat itu, ada seorang tukang Lap Kaca
Mobil, mendekati mobil saya. Begitu dia cukup dekat saya lambaikan tangan saya hendak
memberitahukan bahwa "Nggak usah!". Tapi dia tetap melap kaca mobil saya. Saya masih tetap
memberi kode dengan tangan, tapi dia tetap dengan pekerjaanya. Akhirnya setelah agak cukup
lama, kebetulan ada uang-uang koin. Saya pikir "Kasih saja lah, biar dia pergi". Saat saya
mengambil uang receh tersebut, orang tersebut malah pergi. Ini membuat saya heran, "Mau
dikasih kok malah pergi?" ujar saya. Saat itu kemudian muncul seorang pengamen, yang
datangnya tiba-tiba dari arah belakang. Saya tidak menduganya. Uang-uang koin yang tadinya
saya mau berikan ke Tukan Lap kaca mobil tadi, masih saya pegang. Saya berpikir "Ah kasih
ke pengamen ini sajalah".

Ada yang aneh di pengamen tsb. Pertama, dia sama sekali tidak mengerti bagaimana main gitar
(karena saya cukup bisa bermain gitar). Suara gitarnya sumbang sekali, hanya sekedar
ngejreng2x saja, dan lagunya asal-asalan. Kedua, matanya sama sekali memandang ke arah
dalam mobil. Ketiga, arah gitarnya tidak sejajar dengan arah jendela mobil kanan (sebelah
supir), tapi tegak lurus. Saya tidak sempat berpikir lama tentang pengamen tersebut. Karena
duit receh sudah ditangan, saya pikir "ah, kasih saja supaya pengamen ini cepat berlalu".
Begitu kaca jendela saya buka sedikit, saat itu juga ujung gitarnya (yg memang sudah
disiapkan sebelumnya oleh dia) dipaksa didorong kedalam, sehingga saya tidak dapat menutup
jendela. Ujung gitar masuk kurang lebih 15 cm. Kemudian tiba-tiba saja muncul 4 orang, 1
orang di depan mobil sebelah kanan, 3 orang berdiri persis disamping kaca. Tangan mereka
bisa masuk sampai menjangkau kunci mobil dan krah baju saya. Mereka teriak-teriak "Mana
Handphone tadi... Kasih saya ... Kalau gak saya bunuh kamu". Saya menolak untuk
menyerahkan. Karena mereka bertiga masih tangan kosong, saya tidak terlalu takut, hanya
istri saya saja yang agak gemetar di samping saya. Mereka teriak-teriak seperti orang
kesurupan, satu orang mematikan mesin mobil saya, satu orang memegang krah baju saya,
langsung saya tangkis tangan mereka. Mata mereka masih mencari-cari dimana saya menarok
Handphone tersebut. Karena saya tetap menolak memberitahu letak handphone, mereka meminta
dompet, uang, dsb, seraya mengancam akan membunuh. Saya tetap menolak memberikan. Sampai
terjadi sedikit perkelahian tangan.

Dalam kondisi terjepit tersebut saya masih sempat berpikir untuk mengulur-ulur waktu sampai
lampu hijau, tidak lupa mempelajari situasi sekitar. Saya lihat jauh disana ada ABRI, yang
melihat kejadian tersebut tapi tidak melakukan tindakan apa-apa. Mungkin karena dia
sendirian sementara mereka berempat, mungkin lebih. Saya pikir sebentar lagi Lampu hijau.
Salah seorang merampas tangan kiri saya, awalnya saya tolak, tetapi karena kuatnya
cengkraman mereka, lengan saya sempat lecet. Akhirnya saya katakan saya akan berikan Jam
tangan, tapi saya mengulur-ulur waktu dengan memperlama membuka jam tangan saya. Akhirnya
begitu jam tangan lepas dan langsung di sambar mereka, lampu menjadi hijau. Mobil-mobil
disebelah kiri semua memberi jalan, kepada saya, sehingga saya dapat langsung banting stir
kekiri dan melaju.

Setelah kejadian itu saya sering bertanya ke beberapa orang terutama yang mengendarai mobil
mewah, mengenai teknik / tips mereka bila dilampu merah. Ditambah dengan pengalaman2x saya
diatas, dan keanehan2x yang saya ceritakan diatas maka inilah TIPSnya :

TIPS DI LAMPU MERAH

   * Jika menemui prempatan upayakan tepat didepan lampu perlintasan, posisi lampu dalam
     keadaan hijau. Perlambatlah mobil Anda, sedemikian sehingga Anda dapat mengamati
     lingkungan sekitar Anda, sembari mencari posisi ke tengah. JANGAN AMBIL POSISI PALING
     KIRI, atau PALING KANAN. Kawanan Tukang-tukang rampok biasanya banyak tersebar di
     sebelah pinggir kiri, atau disebelah pinggir kanan jalan. Pastikan semua pintu Anda
     terkuunci dan Kaca Jendela tertutup rapat.
   * Jika Anda terpaksa berhenti karena Lampu sedang Merah, maka berhentilah pada jalur
     PALING TENGAH. Inilah jalur paling aman. Sediakan Jarak kosong +/- 2 meter dengan
     mobil di depan anda. JANGAN PEPETKAN MOBIL ANDA KE MOBIL DEPAN! Ruang kosong itu akan
     berguna nantinya, jika ada perampok, tukang dongkel spion, dsb, Anda dapat maju dan
     mundur, dan menjepit posisi para perampok tersebut. Posisi mobil yang paling bagus
     adalah jika sebalah kiri dan kanan Anda adalah mobil Bus / Truk (panjang) dan didepan
     Anda ada ruang kosong +/- 2 meter. Para perampok sangat tidak suka dengan posisi mobil
     seperti itu.
     Jika sebelah kiri dan kanan Anda adalah Bis, dan didepan Anda sediakan Ruang kosong,
     biasanya perampok akan ragu mendekati modil Anda, sebab jika dia melakukan aksi di
     sebelah kiri atau kanan, Anda dapat maju dan "menjepit" dia ke Bus. Jika dia beraksi
     dari Depan, anda dapat menabrak dia, dan "menjepit" dia ke mobil yang didepan. Atau
     Anda dapat maju-mundur untuk menggertak, karena Anda punya ruang kosong.
   * Jangan pernah membuka kaca jendela Anda. Jika Anda ingin memberi uang pengamen dll, di
     perempatan lampu merah, pastikan pada saat itu mobil anda dalam keadaan Jalan.
   * Jika ada pengamen bernyanyi dekat Anda, maka perhatikan posisi gitarnya. Jika ujung
     gitar ditempelkan / dekat sekali dengan kaca jendela Anda maka, hati-hatilah. Begitu
     Anda membuka kaca sedikit saja, ujung gitar tersebut akan didorong dengan kuat ke
     dalam mobil Anda. Ciri-ciri lain adalah, MATA pengamen tersebut terfokus / liar ke
     dalam mobil seperti sedang memperhatikan barang-barang didalam mobil. Maka
     hati-hatilah, karena ini bukan pengamen.
   * Jangan meletakkan Handphone diatas tempat yang kelihatan dari luar mobil. Jangan
     meletakkan tas wanita diatas panggkuan, letakkan ditempat yang tertutup yang tidak
     kelihatan. Demikian juga letakkan dompet ditempat yang tidak terlihat. Dompet, tas
     wanita, handphone adalah benda-benda yang menjadi incaran pertama perampok dan
     pencopet. Jangan biarkan uang-uang kertas berserakan dimobil Anda.
   * Jangan membeli barang-barang yang dijajakan di Lampu merah.
   * Jika Anda di prempatan Lampu Merah dan HP anda berbunyi, matikan HP dan simpat
     ditempat yang tidak terlihat. Gunakan HP sewaktu menyetir kendaraan ditempat-tempat
     yang aman, seperti di Jalan TOL.
   * Tidak ada salahnya berjaga-jaga dengan membawa barang-barang yang bisa disemprotkan
     dan diletakkan dibawah korsi supir sebelah kanan. Ada orang yg mengatakan: "Sediakan
     Penyegar Udara Semprot (aerosol) di kanan bawah kursi supir. Dapat digunakan untuk
     menyergarkan mobil Anda, dan tentu saja dapat anda semprotkan ke orang manakala Anda
     terdesak!".
   * Berhati-hatilah sepanjang prempatan (dibawah Tol) Tg. Priuk s/d Cawang. Terutama di
     prempatan Coca-Cola dan prempatan Cawang, dan didepan UKI. Juga di depan putaran
     CitraLand (Jakarta Barat).
   * Jangan lupa berdo'a dan meminta pertolongan kepada Tuhan, sesuai agama dan kepercayaan
     Anda!

SELAMAT BERKENDARAAN!


-----------------------------------------------------
Click here for Free Video!!
http://www.gohip.com/freevideo/

eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/malangnet-iix
www.egroups.com - Simplifying group communications

Kirim email ke