~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~
At 00:28 02/08/2000 +0900, Yugo wrote:
>
>Lho-lho ini ceritanya bagaimana tho.. kok rame-rame pindahin ke LN. Apakah
>QOS-nya menjadi kurang attractive setelah dipindah (physically) ke
>Indonesia? Atau ada pertimbangan lain.
>
Dulu yang namanya Indoglobal.com, Nusanet.com, Batavianet.com, dll itu
awal mulanya ada di luar negeri sana. Saat itu rata-rata mereka bisa
kasih bandwith 45Mbps.
Namun tiba-tiba karena lonjakan dollar hingga Rp 15.000, mereka pindah
memasang server-nya di Gedung Telkom Gatot Subroto. Bandwith-nya seki-
tar 2Mbps, nyantol ke Telkomnet.
Saya perhatikan saat ini client mereka bertambah banyak cepat sekali.
Cakraweb.com sudah melampaui 750-an client [dengan charge per-domain
Rp 49.500, maka omzet perbulan pastilah Rp 37 juta lebih]. Maka lebih
ekonomis dengan menyewa server di luar negeri, bandwith juga bisa di-
naikkan hingga 155Mbps. Nggak usah capek-capek nongkrongin Linux server,
cukup Telnet dari Indonesia buat maintain server di-"sono".
>
>Kalau ingin digunakan untuk serve clients yang lebih banyak bekerja di dalam
>Indonesia dan sangat minim mengontak LN. Bagusan servernya di taruh di
>Indonesia atau di LN? Sorry saya tidak tahu tentang peta networking di
>Indonesia dengan baik.
>
Saya pikir untuk kebutuhan menggaet pasar Indonesia, ya bagusan
di letakkan di Indonesia. Zurich.co.id meletakkan web di CBN,
principal.co.id diletakkan di Indosat, dll. Cuma memang peletakan
web di ISP ini jatuh harganya akan lebih mahal di banding hosting
lewat cakraweb, indoglobal, dan teman-temannya.
Dwi Malistyo <[EMAIL PROTECTED]>
PGP keyID:0x22D53664 --- http://come.to/dwi
----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong