~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~
Wah, mas Dwi ... itu terlalu optimistik.
Kalau saja modem 56k bisa konek 100% (56kbps), maka paling optimum
digunakan sharing oleh 5 user, kalau lebih rendah, sudah mulai kelihatan
banyak bengong-nya. Pada jam-jam sibuk, performance ini turun lho, dan
tentu saja peminat akan turun juga (karena nggak mau rugi, sewa sama tapi
kecepatan akses rendah).
Selain itu, saat ini warnet sedang menjamur, dan persaingan antar warnet
akhirnya bermuara di hardware. Semakin kencang PC-PC yang disewakan,
warnet tersebut akan penuh. Padahal upgrading PC kan mahal ... (barangkali
sebaiknya join dengan toko komputer ya ?!)
Saat ini warnet dipenuhi oleh kawula muda yang gemar chating (IRC/ICQ),
dan ini bisa menghabiskan waktu ber-jam-jam ... Browsing setelah itu, dan
mail-service mungkin di urutan ke 5 atau ke 10 ... :-)
rp-
Dwi Malistyo wrote:
> Hallo dokter Sanya.
> Jangan bingung dan janganlah panik.
>
> Kalau 1 saluran dipakai oleh 1 orang, maka Warnet-nya paling-paling
> cuma balik modal. Biaya ISP+telepon= Rp 6300. Sementara si
> pelanggannya bayar Rp 7000.
>
> Tapi khan kalau dalam saat bersamaan ada 5 orang pakai, koneksinya
> tetap memakai 1 line telepon secara sharing. Bukan setiap PC dial-up
> sendiri-sendiri ke ISP. Maka dari 5 orang ini Warnet dapet uang Rp
> 35.000, biaya ISP+telepon tetap Rp 6300. Jadi keuntungan sejam-nya Rp
> 35.000-6.300= Rp 28.700.
>
> Lha kalau warnet-nya buka 10 jam, keuntungan = Rp 287.000 sehari.
> Lha kalau warnet-nya buka 30 hari, keuntungan = Rp 8.610.000 sebulan.
>
> Gimana kalau 1 line telepon di-sharing 8 PC ? wah lebih banyak
> untungnya tuh.
>
> Itu itung-itungan kasar lho.
> Begitju ibu dokter.
>
> DM.
----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong