~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~
[wie]:
Bukan membesar2kan,.. tapi mungkin bginilah kisah
sebenarnya...
This is a forwarded message
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Tulisan ini adalah untuk Anda, karena Anda adalah 'Very
Important Person' bagi DIA.
Artikel di bawah ini dikutip dari 'notes' nya Bapak Samiton
Pangellah berjudul 'Prophetic Priestly Worship' dari halaman
13 - 18. Tergugah hati Saya untuk membagikan berkat ini,
supaya dihari-hari yang semakin 'bengkok' ini sikap dan hati
Kita semakin mencintai DIA dan menghargai pengorbananNYA.
' ........... Yesus membayar harga yang sangat mahal agar
kita bisa masuk hadirat Allah. IA mengalami penderitaan yang
luar biasa, baik secara fisik maupun mental. Sekali deraan,
Yesus dicambuk 39 kali. Cambuk yang digunakan untuk mendera
Yesus pada ujungnya disangkutkan bola besi dan di sepanjang
tali cambuk tersebut dijalin tulang-tulang domba yang
tajam.Cambukan yang kuat dan bertubi-tubi mencabik-cabik
kulit dan daging Yesus sehingga sekujur punggungnya rusak
dan tulang-tulangNYA nyaris terlihat. Cambuk yang hina itu
berubah warna, merah terlumur Darah Maha Suci. Kita dapat
membayangkannya dengan jelas di depan mata kita.
Seandainya Yesus meminta kepada BapaNYA untuk mengirimkan
malaikat dan melepaskan Dia dari penderitaan itu, pasti Bapa
di sorga akan melepaskan Dia. Namun, malam itu Yesus melihat
suatu penglihatan bahwa dunia ini sedang membutuhkan
penebusanNya. Malahan, Ia menyadari bahwa tidak cukup hanya
darahNya yang dicurahkan, Yesus tahu persis bahwa Ia harus
menyerahkan segala-galanya sampai mati. Sesudah malam
penyiksan itu, Yesus diturunkan ke lubang tahanan di bawah
tanah. Ditempat gelap nan pengap itu, Yesus sendirian. Dia
tak dapat berbaring karena punggungNya yang robek. Bahkan,
tak mungkin Ia bersandar ke dinding sumur itu, karena
dinding yang dingin itu membuat punggungNya perih. Sumur itu
penuh dengan kotoran para tahanan terdahulu dan kemungkian
ada kecoak dan tikus. Ia mendoakan kita sepanjang malam itu.
Keesokan paginya, dalam kondisi tubuh yang sudah lemah
sekali, Yesus dibawa keluar, dihadapkan dengan Pilatus untuk
diadili. Rangkaian ranting duri kecil, runcing, tajam,
sepanjang jari keingking dibuat sebagai mahkota; ditancapkan
di kepala Yesus. Dalam sekejap wajahNya merah bersimbah
darahNya, JanggutNya mengeras karena darah yang membeku.
Sementara mataNya tenggelam dalam pembengkakan akibat
pukulan yang bertubi-tubi.
Kita tidak mungkin tidak habis berpikir, bagaimana Yesus
bisa bertahan. Tetapi, Alkitab meneuliskan bahwa Yesus masih
bertahan demi menggenapi rencana Allah. Luka dipunggung-Nya
semalam mulai mengering, namun dirobek kembali saat balok
seberat lima puluh kilogram ditaruh di atas bahu-Nya. Darah
Maha Suci itu segera menyelimuti balok kayu kasar yang
kembali mengupas kulitNya. Di jalan via dolorosa yang sempit
itu, ratusan, mungkin ribuan orang mengejek Dia. Beberapa
kali Ia terjatuh, bebatuan di jalan itu merobek lutut-Nya.
Tulang pipi-Nya retak terhantam bumi saat Ia terjerembab.
Murid-muridNya tidak berani berbuat apa-apa. Yesus di
tendang, dipukul, diludahi di sepanjang jalan itu. Ia
terkoyak-koyak habis ! Jika semua ini hanya drama, Yesus
tidak perlu menyelesaikannya.
Di bukit Golgota Yesus dipaku tangan-Nya, darah segar
menyembur saat paku sepanjang dua puluh sentimeter
menembus-Nya. Yesus harus menahan seluruh berat tubuhNya
hanya dengan tiga paku. Selama enam jam tergantung, semua
bagian tubuh-Nya mengalami kesakitan yang luar biasa. Tidak
ada satu bagian pun dari tubuhNya yang tidak mengalami
kesakitan. DadaNya mulai terasa sesak. Paru-paruNya mulai
terisi darah. Setiap kali Yesus akan menarik napas, Ia harus
meregangkan badanNya; sementara seluruh berat badanNya akan
tertumpu pada kedua tangan dan kakiNya yang terpaku. Untuk
sekali menarik napas, Yesus harus mengalami kesakitan yang
luar biasa. Keringat bercampur darah menetes membasahi
mataNya. PandanganNya mulai kabur, Dia tidak lagi bisa
melihat dengan jelas. Dalam penderitaan yang begitu hebat,
Ia mencari BapaNya untuk mengutarakan pengampunanNya. "Bapa
ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat".
Seluruh tubuhNya hancur, tidak ada satu bagian pun yang
disisakan untuk Dia pertahankan. Setiap irisan yang merobek
kulit dan dagingNya mendera dan memerasNya. Darah mengalir
bak jemuran yang basah membuat tanah hina di bawah salib
memerah kental. Tanah yang kotor tak pernah mengira mendapat
anugerah besar tersiram cinta abadi dari Anak Allah yang
mencari kekasihNya. Setiap tetes cinta merah yang masih ada
tidak dipertahankanNya, demi menebus kekasihNya.
Seperti biasanya, Ia selalu menegadah ke langit untuk
menemui BapaNya, mencari wajahNya. Disanalah Ia berlabuh dan
mendapatkan kekuatan. BapaNya adalah sumber dan akhir dari
pekerjaanNya. Sering kali malam pergumulanNya Ia taburi
dengan untaian mesra dengan BapaNya. Namun, siang itu tak
seperti biasa ! Setelah dengan berat Ia berusaha menegadah
dan dengan sudut mataNya Ia dapat mellihat ke langit lepas,
BapaNya tak tampak di sana. Langit kelam, matahari
disembunyikan awan pekat. Pekatnya dosa anak-anak bumi telah
menutup jendela sorga. Bapa memalingkan wajahNya. Saat
itulah Yesus berseru, 'Eli, Eli, lamasabakhtani?" Yesus
berseru dalam bahasa yang digunakanNya ketika Ia masih
kanak-kanak. Ia berseri dalam bahasa 'mother tounge' atau
bahasa kampung hallamanNya, bahasa Aram. Menurut penelitian
para ahli, jika seorang mengalami kesakitan yang luar biasa,
maka orang itu akan mengigau dalam bahasa daerahnya.
Itulah puncak dari penghukuman yang Ia terima karena dosa
kita. Karena dosa tidak cuma membawa duri kedalam dunia,
tetapi telah membawa keterpisahan dengan Bapa. Hal itulah
yang Ia tebus pada bagian akhir dari tragedi Golgota sebagai
tebusan tragedi taman Eden, supaya kita tak perlu lagi
terpisah dan tak pernah lagi terpisah dari Bapa.
Terlalu bodoh jika kita berpikir bahwa neraka dan sorga itu
tidak ada ! Kalau memang neraka tidak ada, tidak perlu Yesus
melakukan semua itu ! Yesus menjalani penderitaan itu karena
menyadari bahwa seluruh perbuatan baik manusia tidak cukup
membawa manusia ke sorga. Manusia membutuhkan penebusan-Nya
agar tidak mengalami maut kekal di neraka.
Tuhan memberkati Kita semua ..........
<!--- end of forwarded message ---!
--
God is Good,
wie <[EMAIL PROTECTED]>
http://wie.i.am/
--
Random Christian Quotes/Thoughts:
God loves us not because of who we are, but because of
who He is.
----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong