~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~
Salam hangat semua,
Maafkan saya bila terlalu panjang, untuk yang malas membaca: saya hanya
menjelaskan dari sudut pandang saya, beberapa aspek tentang teknologi
informasi dan penerapannya. Untuk lebih lengkapnya silakan dibaca.
=====================================
Dari dosen saya, saya diberitahukan bahwa pendidikan sarjana Teknik
Informatika di ITB adalah untuk memberikan kemampuan analisa dan teori yang
baik--bukan praktek, karena dari teori yang memadai itulah kita dianggap
mampu untuk melakukan rekayasa di bidang informasi, sebagai contoh:
pendidikan di IF-ITB tidak mengajarkan bahasa pemrograman tertentu (Pascal,
C, atau Delphi) tapi lebih ke arah teknik pemrograman dan langkah2
penyelesaian masalah. Tapi kadang hal ini jugalah yang menghambat, jika
ingin melamar pekerjaan, sebab pada akhirnya yang ditanyakan adalah
juga--pengetahuan praktis apa yang dipunyai. Pertanyaan yang baik untuk
diajukan adalah: apa beda sarjana Teknik Informatika dengan program Diploma
Teknik Informatika? Dan dari dosen saya pula saya diberitahu, bahwa bedanya
adalah seperti penjahit dengan seorang desainer fashion.
Kembali lagi, bahwa memang sering didengungkan bahwa bidang yang kita
pelajari selama kuliah, belum tentu serupa dengan bidang yang kita masuki.
Sarjana Kimia bisa menjadi Pegawai di Bank... Atau bahkan sarjana Teknik
Kimia menjadi konsultan ahli keamanan komputer (seperti Pak Ronny ini...:) )
Mengenai perusahaan2 besar yang MIS staff-nya kebanyakan bukan orang dari
latar belakang Computer Science/Informatika, saya mungkin bisa mengatakan
bahwa:
1. Itu tergantung pada kebutuhan perusahaan. Untuk apa kita membayar mahal
sarjana, sedangkan dengan seorang pendidikan diploma sudah mencukupi?
2. Sekarang memang pekerjaan di bidang IT itu sedang booming--seperti waktu
seorang pekerja bidang ekonomi di Bank2 tahun 90-an. Waktu itu orang pada
rame2 masuk ke bidang perbankan (walaupun dari bidang lain).
Seperti itu jugalah orang2 sekarang ramai2 masuk ke bidang IT walaupun bukan
dari latar belakang IT. Lagipula selalu terjadi bahwa praktek selalu
mendahului teori. Karena perkembangan IT yang begitu dahsyat (eksponesial),
sehingga teori2 yang disusun-pun terlalu lambat untuk mengejar ke sana
(bandingkan: DOS 1.0 dengan Windows 2000--dari mode text ke grafik dalam
10-20 tahun, dll.). Saya tidak akan heran jika nanti muncul jurusan dengan
nama: pengamanan komputer, grafika komputer, jaringan komputer, atau
kecerdasan buatan (AI).
3. Tapi perlu diingat juga, kadang yang dicari perusahaan besar adalah
orang2 yang mempunyai gelar kesarjanaan, karena dari pihak luar akan melihat
bahwa perusahaan tersebut mempunyai prestise yang tinggi--yaitu dengan
memperkerjakan pegawai sarjana semua, misalnya. Dengan demikian pamor
perusahaan tersebut juga meningkat. Ataupun untuk keperluan keahlian,
seperti seorang mantri dengan seorang dokter, beda antara keduanya adalah:
mantri mengetahui jika sakit ini maka pakai obat ini, atau suntik ini--tapi
seorang dokter tahu: kenapa penyakit ini ada, bagaimana cara yang paling
baik, atau pengembangan selanjutnya (karena keahliannya lebih lengkap).
Walaupun untuk maintain sekalipun, mungkin tetap dibutuhkan sarjana IF,
karena mungkin dia lebih tahu jika terjadi page vault, scheduling process,
memory addressing, security breach, atau perancangan basis data yang
efisien, misalnya...
4. Memang revolusi di bidang informasi sudah di depan mata, dan memang hanya
mereka yang memiliki informasi-lah (tepat waktu/cepat, tepat guna/efektif)
dapat memenangkan persaingan. Dulu saya pernah memoderatori diskusi tentang
perkembangan sumber daya di bidang keinformatikaan di kampus, dan dari sana
dapat diambil kesimpulan bahwa sebenarnya pembentukan sumber daya di bidang
IT ini cukup berpotensi, karena yang dibutuhkan paling penting adalah: SDM.
Mungkin secara teknologi kita sudah kalah (chip2, penemuan2 mutakhir,
bioteknologi, dsb.), tapi untuk bidang S/W yang dibutuhkan hanyalah otak2
cerdas, kreatif, dan mereka yang mau terus belajar (jangan hanya jadi
pemakai (user) tapi jadilah pencipta (creator)).
Kita lihat saja bagaimana perkembangan di Indonesia.
Just a humble thought of mine,
~ Fery Tjhia
~ Do what you say, say what you do.
----- Original Message -----
From: "Ronny Purwadi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "e-Software" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 18, 2000 8:47 AM
Subject: [i-kan-software] Re: Dicari
~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~
Menurut hemat saya, sebagai MIS (Management and Information System) di
kebanyakan
perusahaan (Bank, Pabrik dls.) yang tugasnya hanya install komputer dan
software, lalu maintain
jaringan, rasanya koq sarjana IF itu ketinggian ya ?! (please CMIIW).
Saya pikir sarjana IF itu seharusnya lebih memikirkan pembuatan software
daripada maintain
software, membentuk sistem ketimbang menjalankan sistem.
Saya pernah mengunjungi sebuah perusahaan BUMN besar (mungkin terbesar di
bidangnya),
dimana perusahaan tsb. tidak mempunyai sarjana IF (atau Comp. Science)
satupun,
padahal
sarjana-sarjana lain bejibun !! Setelah diusut-usut .. ternyata masalahnya
kembali ke visi manajemen
yang mengesampingkan masalah informasi (sistem informasi asal jalan saja
sudah
bagus !! artinya
tidak perlu pengembangan). Ini perusahaan besar, bagaimana dengan yang
menengah
dan kecil ... :-(
Mudah-mudahan di masa information booming ini, visi tentang sistem informasi
ini
lebih
diperhatikan.
Thanks buat Jackie untuk masukannya.
rp-
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com
----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong