~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~
A LETTER
Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun
hanya
sepatah kata, meminta pendapatKu atau bersyukur
kepadaKu
atas sesuatu hal indah yang terjadi didalam hidupmu
kemarin,
tetapi aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi bekerja.
Aku kembali menanti. Saat engkau sedang bersiap,
Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti
dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk.
Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama
lima belas menit tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berpikir engkau ingin berbicara kepadaKu
tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon
seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru.
Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan
Aku menanti dengan sabar sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu
sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.
Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang
kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk
berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau
tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara kepadaku dengan
lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak
melakukannya.
Tidak apa-apa.
Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau
akan berbicara kepadaKu, meskipun saat engkau pulang
ke
rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus
kau kerjakan.
Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau
kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu
apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya
saja engkau selalu kesana dan menghabiskan banyak
waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun
hanya menikmati acara yang ditampilkan.
Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton
TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak
berbicara kepadaKu.
Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada
keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur
tak lama kemudian.
Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak
menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.
Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau
sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana
bersabar terhadap orang lain.
Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan
sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari
hatimu.
Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali Aku
akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau
akan memberiKu sedikit waktu.
Semoga harimu menyenangkan.
Bapamu,
ALLAH
NB. Apakah kau memiliki cukup waktu untuk
mengirimkan surat ini kepada orang lain?
----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
This conference is now hosted by GRC. See our site at
http://www.grcomputing.net