[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
               BPK GP GPIB [w] httw://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Berikut ini adalah tulisan mengenai ujian iman Abraham dan pemahaman saudara
muslim dalam hal idul adha.
Semoga tulisan ini berguna bagi kita (tulisan dari Ir Herlianto, MTh.)

Jabat Hangat
Zonny, Immanuel Depok

Dalam Alkitab diceritakan bahwa Abraham adalah seorang tokoh sejarah dalam
Perjanjian Lama yang dikenal sebagai 'Bapa Orang Beriman'. Julukan ini
diberikan kepadanya karena di tengah-tengah penyembahan berhala pada
zamannya, ia menekankan 'Iman kepada Allah yang monotheistis', dan
keyakinannya ini teruji melalui penantian kelahiran anaknya Ishak yang
dilahirkan secara mujizat dan kesediaannya untuk mengorbankan Ishak sebagai
korban bakaran ketika diminta Allah.

Tuhanlah yang semula menjanjikan keturunan perjanjian kepada Abraham dengan
isterinya Sara (Kej.12:7;15), dan semula Abraham percaya dan kepercayaan
tentang janji keturunan inilah yang dianggap sebagai 'Iman Abraham yang
benar' (ayat-6), keturunan yang akan dikandung isteri Abraham yaitu Sara
(pada waktu janji itu diberikan, hanya Saralah isteri Abraham). Namun,
karena sudah tua keduanya kemudian ragragu akan janji Allah sehingga Sara
kemudian mengambil Hagar sebagai pemberi keturunan dan disetujui Abraham
(Kej.16) dan lahirlah Ismael (ayat-11).

Abraham karena sudah putus harap karena ketuaan umurnya kemudian
mengharapkan agar Ismaellah yang diperkenan oleh Allah, namun Allah tetap
dalam perjanjiannya semula yang menentukan Ishaklah yang akan dilahirkan
oleh Sara sebagai keturunan waris perjanjian (Kej.17:18-21), dan Allah
mengulangi janjinya memberi Abraham seorang anak laki-laki (Kej.18), ini
ditanggapi Sara dengan tertawa (ayat-12). Janji Allah ditepati dengan Sara
hamil dan melahirkan Ishak dan karena timbul pertentangan maka akhirnya
Abraham mengusir Hagar dan Ismael (Kej.21).

Setelah Ismael diusir maka sekarang anak kandung Sara dengan Abraham tinggal
satu yaitu Ishak, anak tunggal keduanya, dan karena tinggal satu itulah maka
Allah ingin menguji sekali lagi iman Abraham dengan permintaan agar Abraham
mengorbankan Ishak, anak kandungnya, sebagai korban bakaran ke tanah Moria,
dan anak tunggalnya yang keturunannya telah dijanjikan sebagai keturunan
waris perjanjian, dan Abraham lulus sebagai 'Bapa Orang Beriman' (Kej.22).

Dalam Perjanjian Baru kita melihat bahwa Ishaklah yang dikorbankan
(Ibr.11:11-12,17-19;Yak.2:21). Janji Allah diberikan kepada keturunan waris
perjanjian yaitu Ishak (Kej.17:21;Kis.3:25) dan melalui jalur keturunan
Ishak inilah akan lahir Yesus Kristus (Gal.3:16). Jadi, jelaslah bahwa
Alkitab PL dan PB menunjuk kepada 'Ishak' sebagai yang akan dikorbankan oleh
Abraham sebagai korban bakaran di atas mezbah sebagai ujian Allah, karena
ialah anak yang tunggal yang menjadi keturunan waris perjanjian Allah.

Tetapi, mengapa dalam Al-Quran disebutkan bahwa Ismaellah yang dikorbankan
oleh Abraham karena dianggap dialah anak sulung yang lebih patut untuk
dikorbankan dan sekarang diperingati dalam upacara Idul Adha?

Dalam Al-Quran memang ada berita mengenai korban yang diberikan oleh Musa,
yaitu dalam Qs.37:99-113 (Surat Asshaffat), namun dalam ayat-ayat itu tidak
disebutkan nama 'Ismael'. Dalam Tafsir Quran Karim ayat-101, disebutkan
tentang 'anak yang penyantun' yang secara implisit adalah identik dengan
'Ishak' (ayat-112) karena konteks ayat-ayat itu berbicara mengenai dua orang
tokoh yaitu 'Ibrahim dan Ishak'. Jadi, sebenarnya secara implisit tersebut
bahwa pengorbanan itu berbicara mengenai pengorbanan Ishak.

Tradisi kurban sudah ada sebelum Islam yang dipraktekkan oleh penganut agama
Yahudi dan juga dilakukan para penyembah berhala di Mekah di depan Kaabah.
Tradisi ini kemudian dilanjutkan dengan kenangan mengenai arti pengorbanan
iman, namun dalam perkembangan tradisi, kemudian diberikan penafsiran atas
'anak yang penyantun' itu sebagai 'anak sulung' (ayat-101) yang kemudian
disusul 'anak bungsu Ishak' (ayat-112). Pertimbangan ini didasarkan
pengertian bahwa anak sulunglah yang berhak menerima waris dan sudah jelas
Islam dianut oleh orang Arab yang adalah keturunan Ismael.




%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[w] Homepage GP GPIB http://www.gpgpib.org
[w] GPmail! http://mail.gpgpib.org 
[w] GPCities! http://www.gp2000-list.com
[w] Buku Sejarah GP GPIB http://www.menitijalanberliku.com
[w] Milis GP2000 : http://milis.gpgpib.org
[m] Milis e-SBU : [EMAIL PROTECTED]
[m] Milis BPK PA/PT GPIB : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke