[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
               BPK GP GPIB [w] httw://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN


 Keputusan Sang Ayah

 Setelah beberapa lagu pujian seperti biasanya pada
 hari minggu, pembicara
 gereja bangkit berdiri dan perlahan-lahan berjalan
 menuju mimbar untuk
 berkhotbah.
 "Seorang ayah dan anaknya serta teman anaknya pergi
 berlayar ke samudra
 Pasifik", dia memulai, "ketika dengan cepat badai
 mendekat dan menghalangi
 jalan untuk kembali ke darat. Ombak sangat tinggi,
 sehingga meskipun sang
 ayah seorang pelaut berpengalaman, ia tidak dapat
 lagi mengendalikan perahu
 sehingga mereka bertiga terlempar ke lautan."
 Pengkotbah berhenti sejenak, dan memandang mata dua
 orang remaja yang
 mendengarkan cerita tersebut dengan penuh perhatian.
 Dia melanjutkan,
 "Dengan menggenggam tali penyelamat, sang ayah harus
 membuat keputusan yang
 sangat sulit dalam hidupnya....kepada anak yang mana
 akan dilemparkannya
 tali penyelamat itu. Dia hanya punya beberapa detik
 untuk membuat
 keputusan.
 Sang ayah tahu bahwa anaknya adalah seorang pengikut
 Kristus, dan dia juga
 tahu bahwa teman anaknya bukan. Pergumulan yang
 menyertai proses
 pengambilan keputusan ini tidaklah dapat
 dibandingkan dengan gelombang
 ombak yang ganas. Ketika sang ayah berteriak, "Aku
 mengasihi engkau,
 anakku!" dia melemparkan tali itu kepada teman
 anaknya. Pada waktu dia
 menarik teman anaknya itu ke sisi perahu, anaknya
 telah menghilang hanyut
 ditelan gelombang dalam kegelapan malam. Tubuhnya
 tidak pernah ditemukan
 lagi."
 Ketika itu, dua orang remaja yang duduk di depan,
 menantikan kata-kata
 berikut yang keluar dari mulut sang pembicara.
 "Sang ayah," si pembicara melanjutkan ,"tahu bahwa
 anaknya akan masuk dalam
 kekekalan dan diselamatkan oleh Yesus, dan dia tidak
 sanggup membayangkan
 jika teman anaknya melangkah dalam kekekalan tanpa
 Yesus. Karena itu dia
 mengorbankan anaknya sendiri. Betapa besar kasih
 Allah, sehingga Ia
 melakukan hal yang sama kepada kita." Sang pembicara
 kembali ke tempat
 duduknya sementara keheningan memenuhi ruangan.
 Beberapa saat kemudian, dua orang remaja duduk di
 sisi pembicara. "Cerita
 yang menarik," seorang remaja memulai pembicaraan
 dengan sopan, "tapi saya
 pikir tidaklah realistis bagi sang ayah untuk
 mengorbankan hidup anaknya
 hanya dengan berharap bahwa teman anaknya akan
 menjadi seorang pengikut
 Kristus."
 "Benar, engkau benar sekali," jawab pembicara.
 Sebuah senyum lebar
 menghiasi wajahnya dan kemudian di memandang kedua
 remaja tersebut dan
 berkata, "Tentu saja itu tidak realistis bukan ?
 Tapi saya ada di sini
 untuk memberitahu kalian bahwa cerita itu membuka
 mataku tentang apa yang
 sesungguhnya terjadi ketika Tuhan memberikan AnakNya
 untuk saya."Engkau
 tahu....sayalah teman sang anak itu". (Unknown)
 
 
 Rudolf Tumbelaka
 Anggota BPK GP
 GPIB "Yoppe" Belawan 
 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail. 
http://personal.mail.yahoo.com/

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[w] Homepage GP GPIB http://www.gpgpib.org
[w] GPmail! http://mail.gpgpib.org 
[w] GPCities! http://www.gp2000-list.com
[w] Buku Sejarah GP GPIB http://www.menitijalanberliku.com
[w] Milis GP2000 : http://milis.gpgpib.org
[m] Milis e-SBU : [EMAIL PROTECTED]
[m] Milis BPK PA/PT GPIB : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke