[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
BPK GP GPIB [w] httw://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Tulisan ini mungkin bisa menjadi perenungan bagi kita mengenai doa.
GBU.
Jabat hangat,
Zonny - Immanuel Depok
Sepertinya kita tidak suka dengan kata setengah. Misalnya ketika orang tua
kita berkata, "Nak, nanti kalau ayah meninggal, rumah ini akan jadi milikmu.
Tapi yang setengah ayah berikan kepada orang lain. Jadi nanti kamu dapat
pekarangan depan sama ruang tamu dan satu kamar tidur". Atau paling jengkel
kalau pacar atau suami/ istri kita berkata: "Sayang aku benar-benar
mencintaimu. Tapi kamu dapat setengah hatiku, soalnya yang separoh lagi
dicuri orang".
Aku tidak mau separoh, aku mau penuh. Kita pasti berteriak seperti itu. Kalu
begitusaat kita datang kepada Tuhan dengan separoh hati, apakah Tuhan
berkenan ? Jelas Ia tidak berkenan. Tetapi orang Kristen sekarang ini aneh.
Mereka maunya, meskipun doa dengan ogah-ogahan, tetapi Tuhan menjawabnya
serius dan dalam "tempo yang sesingkat-singkatnya"
Aktivitas yang menguras energi kita sepanjang hari memang benar-benar
membuat semangat kita "loyo" saat masuk dalam hadirat Tuhan. Apalagi semakin
hari acara televisi semakin mengasyikkan. Jadilah kita orang Kristen yang
bersemangat nongkrong di depan televisi sambil makan singkong goreng plus
kopi hangat. Akhirnya dapat ditebak, saat berdoa, tenaga yang sudah terkuras
di babak awal karena berbagai aktivitas itu, menjadikan kita seperti seorang
petinju yang tinggal menunggu dipukul KO saja.
Kalau sudah seperti itu, biasanya kita berdoa seperti anak kecil yang
berkata, "Tuhan, doaku hari ini sama dengan yang kemarin. AMIN" Atau,
"Tuhan, Engkau kan tahu isis hatiku, jadi jawablah doaku ya Tuhan. AMIN".
Inikah yang disebut doa yang berkuasa ? Jika kita berdoa tidak dengan
segenap hati seperti ini, setan pasti tertawa terbahak-bahak. Karena doa
yang dinaikkan dengan sungguh-sungguh kekuatannya melebihi ledakan nuklir.
Dan iblis tidak tahan dengan doa yang berkuasa.
Dalam salah satu suratnya kepada jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus
berdoa kapada Tuhan dengan sungguh-sungguh, "Siang malam kami berdoa
sungguh-sungguh......" (I Tes.3:10) Tidak ada cara lain bagi Rasul Paulus
untuk menunaikan tugasnya dengan baik, kecuali dengan berdoa
sungguh-sungguh.
Mungkin kita adalah orang yang sibuk. Aktivitas sepanjang hari
banar-benar menguras energi kita. Tetapi dalam hal berdoa, jagalah semangat
kita. Hampiri Allah dengan hati yang penuh kerinduan dan kesungguhan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[w] Homepage GP GPIB http://www.gpgpib.org
[w] GPmail! http://mail.gpgpib.org
[w] GPCities! http://www.gp2000-list.com
[w] Buku Sejarah GP GPIB http://www.menitijalanberliku.com
[w] Milis GP2000 : http://milis.gpgpib.org
[m] Milis e-SBU : [EMAIL PROTECTED]
[m] Milis BPK PA/PT GPIB : [EMAIL PROTECTED]