[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
BPK GP GPIB [w] httw://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Kalau ada satu bidang dalam kehidupan manusia, yang paling kerap
dieksploitasi dan dimanipulasi habis-habisan, maka itu adalah agama. Demi
mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi, atau meraih ambisi dan tujuan
politik tertentu; simbol-simbol agama kerap dikedepankan.
Emosi keagamaan memang paling mudah dibangkitkan. Dan ketika emosi sudah
mengemuka, maka yang ada adalah irasionalitas. Betapa tidak, tidakkah sangat
irasional dua orang atau dua kelompok orang saling hantam atau bunuh atas
dasar agama. Bahkan tidak jarang pula atas dasar Kitab Suci yang sama. Tidak
jelas, siapa yang sesungguhnya sedang mereka bela; Tuhan atau pemahaman
mereka tentang Tuhan?
Maka jangan heran kalau agama lantas berwajah ganda; mengajarkan cinta kasih
di satu pihak, tetapi menampilkan wajah beringas penuh kebencian di lain
pihak. Agama seakan menjadi alat pembenaran barbarisme dan anarkhisme; baik
dalam ucapan maupun tindakan.
Seperti hari itu, Jumat sekitar 2000 kurang 32 tahun yang lalu. Bayangkan
adegan ini: wajah-wajah beringas penuh kebencian mencerca dan mencaci Si
Terhukum, sambil berteriak bengis tanpa ampun, "Salibkan, Dia! Salibkan,
Dia!" Tangan teracung, mata nyalang menyala. Darimana munculnya derap
kebencian itu, kalau bukan dari sentimen keagamaan. "Dia telah menghujat
Allah," begitu tuduhan terhadap-Nya. Dan menghujat Allah yang mereka
maksudkan adalah: tidak seiring dan sejalan dengan pemahaman yang mereka
anut.
Sampai kini, awal milenium ketiga, perang dan pertikaian atas dasar agama
terus saja terjadi; baik yang sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
Sekadar menyebut beberapa contoh: di India dan Irlandia Utara, atau yang
paling dekat dengan kita Ambon dan Maluku Utara. Entah sudah berapa banyak
korban yang jatuh, dan masih akan terus jatuh. Sejak dulu, pertikaian dan
peperangan karena agama selalu menjadi pertikaian dan peperangan paling
bengis dan berdarah. Bisa jadi karena masing-masing bertindak atas nama
Allah, dan iming-iming mati masuk surga.
Kapan agama-agama di bumi ini bertobat, dan kembali ke misi awal: menjadi
alat bagi terwujudnya damai sejahtera dan kasih ilahi di antara sesama
manusia. Jumat Agung pertama di milenium baru ini, kiranya menyegarkan kita
kembali; bagaimana supaya melalui perkataan dan perbuatan kita menampilkan
wajah bersahabat penuh kasih Sang Kristus, Junjungan kita.
(disadur dari Glorianet.org, kolom Ayub Yahya)
Jabat hangat,
Zonny
Please visit PATTINASARANY FAMILY website :
http://www.geocities.com/pattfam99
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[w] Homepage GP GPIB http://www.gpgpib.org
[w] GPmail! http://mail.gpgpib.org
[w] GPCities! http://www.gp2000-list.com
[w] Buku Sejarah GP GPIB http://www.menitijalanberliku.com
[w] Milis GP2000 : http://milis.gpgpib.org
[m] Milis e-SBU : [EMAIL PROTECTED]
[m] Milis BPK PA/PT GPIB : [EMAIL PROTECTED]