[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
               BPK GP GPIB [w] httw://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Masyarakat Indonesia sedang prihatin dengan perkembangan politik di
Indonesia. Ada pihak yang menganggap legitimasi Gus Dur sudah menurun,
sehingga timbul berbagai gerakan untuk mendesak Gus Dur mengundurkan diri.

Memang politik di alam demokrasi selalu berbicara dengan mayoritas sebagai
bagian dari aturan main berpolitik. Kekuasaan dan kewenangan selalu
dikaitkan dengan mayoritas yang biasanya ditentukan melalui pemilihan umum.
Saya kira kita di Indonesia masih sedang belajar berdemokrasi.

Saya tidak akan membahas aspek politik dari demokrasi maupun masalah
mayoritas atau minoritas. Yang akan saya soroti bukanlah peranan mayoritas
dalam membawa pembaruan, karena pola pikir ini cukup populer; melainkan
posisi minoritas yang dipakai Tuhan untuk membawa berkat -- suatu proposisi
yang mungkin jarang dipikirkan.

Kita lihat saja seorang Ibu Teresa, seorang perempuan, ternyata melalui
panggilan dan komitmennya, cinta kasihnya, di suatu negara yang penduduknya
besar, dapat membawa pengaruh dan pembaruan serta membawa pengharapan kepada

banyak orang miskin.

Yusuf, seorang anak yang dijual saudaranya, menjadi budak, kemudian
dipenjara, namun dalam situasi semua itu, walaupun seorang diri, ia setia
kepada Tuhan, dan akhirnya dipakai Tuhan untuk membawa berkat bagi orang
Mesir dan menyelamatkan saudara-saudaranya.

Tuhan Yesus, memulai pelayanan-Nya sendirian, kemudian dibantu oleh 11
murid, dapat mempengaruhi dunia ini. Bahkan melalui satu Pribadi ini, dunia
dan manusia diselamatkan.

Apa makna semua contoh ini bagi kita? Kalau kita simak ada beberapa hal
mendasar yang patut kita catat. Mereka itu adalah orang yang setia pada
Allah, yang bertekad untuk memuliakan Allah dalam hidupnya dan bersedia
diutus Allah.

Mereka tidak mulai dengan mencari kekuasaan mayoritas, melainkan dengan
setia dan tekun berbuat yang terbaik di mana mereka dipanggil atau
ditempatkan; apakah di rumah sebagai pembantu, di penjara, di lorong
kemiskinan, atau di istana sekali pun.

Kini, kadang-kadang kita dengar ucapan "kita minoritas lagi dipinggirkan"
atau tidak diberi kesempatan. Komentar ini biasanya datang dari kawan-kawan
yang merasa tidak mendapat jabatan, ataukah secara politik tidak mandapat
kesempatan berkuasa. Memang betul, Tuhan pasti menginginkan kita mengabdi di
berbagai sektor pelayanan, termasuk di pemerintahan, politik, dan bisnis.

Yang perlu kita renungkan adalah panggilan kita, visi kita, penyiapan kita,
sikap kita, dan usaha kita memberikan yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan,
kesejahteraan sesama, kemajuan bangsa dan negara.

Apakah firman Tuhan dalam surat Kolose 3:17,23 sudah kita praktekkan?
"Berbuat yang terbaik, bukan untuk menyenangkan manusia saja melainkan
memuliakan Tuhan"? Apakah kita sudah mengembangkan talenta yang diberikan
Tuhan semaksimalnya sebagai wujud pertanggungjawaban kita? (Matius 25).

Kalau kita simak orang-orang atau kelompok minoritas yang dipakai Tuhan
untuk membawa berkat, maka akan menonjol komitmen dan kesetiaan mereka pada
Tuhan, visi mereka mengantarkan mereka untuk berbuat yang terbaik, misi
mereka diyakini adalah bagian dari misi Ilahi; kekuatan mereka bukan
kekuatan sendiri tetapi mereka mengandalkan Tuhan; ladang pengabdian mereka
merupakan panggilan yang mendorong mereka maju dengan penuh semangat.

Menyimak prinsip-prinsip ini maka pertanyaan kita seyogianya adalah: Apa
panggilan saya? Bagaimana saya memberdayakan diri dan diberdayakan oleh
Tuhan? Bagaimana saya dapat mengalami kuasa Tuhan dalam hidup saya? Jawaban
terhadap pertanyaan ini tidak lepas dari peristiwa Paskah, kebangkitan
Kristus.

Kuasa kebangkitan itulah yang telah membuktikan bahwa kuasa dosa dan maut
telah dikalahkan, akan dapat menjadi inspirasi bagi kita, bukan
mempersoalkan minoritas, tetapi menyiapkan diri untuk menjadi saluran
berkat.

Kiranya Tuhanlah yang akan memampukan kita semua untuk berbuat yang terbaik,
memuliakan nama-Nya di dalam seluruh hidup kita.

Selamat menjadi berkat,



%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[w] Homepage GP GPIB http://www.gpgpib.org
[w] GPmail! http://mail.gpgpib.org 
[w] GPCities! http://www.gp2000-list.com
[w] Buku Sejarah GP GPIB http://www.menitijalanberliku.com
[w] Milis GP2000 : http://milis.gpgpib.org
[m] Milis e-SBU : [EMAIL PROTECTED]
[m] Milis BPK PA/PT GPIB : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke