[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
               BPK GP GPIB [w] httw://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
"SANG PUTERA"    
Seorang Bapa yang kaya raya beserta Putera tunggalnya
mempunyai hobi yang sama yaitu mengkoleksi karya-karya
seni.
Aneka karya seni yang langka mulai dari Picasso sampai
Raphael telah mereka miliki. Mereka sering duduk
bersama sambil mengagumi koleksi seni mereka yang amat
indah.

Pada saat perang Vietnam meletus, Sang Putera-pun
berangkat ke medan perang. Sayang Sang Putera gugur
pada saat ia menolong temannya yang terluka. Sang Bapa
merasa sangat kehilangan dan sedih karena dia adalah
putera satu-satunya.

Satu bulan kemudian, sesaat sebelum hari Natal,
seseorang mengetuk pintu rumah Bapa tua itu. Seorang
pemuda berdiri di depan pintu sambil membawa sebuah
bungkusan yang amat besar, dan berkata, "Tuan, anda
pasti tidak mengenal saya. Saya adalah prajurit yang
ditolong oleh anak Tuan sesaat sebelum dia gugur. Hari
itu, dia telah menolong banyak nyawa temannya, dan
saat itu ia sedang menggendong saya ke tempat yang
aman sebelum tubuhnya tertembus peluru tepat mengenai
jantung, dan ia gugur saat itu juga. Dia sering
bercerita mengenai anda dan koleksi-koleksi anda."
Sambil menyerahkan bungkusan yang dibawanya, pemuda
itu berkata, " Saya tahu bahwa benda ini tidak ada
apa-apanya bila dibanding dengan koleksi anda, tapi
saya yakin bahwa putera anda almarhum menginginkan
agar anda mau menerimanya."

Sang Bapa membuka bungkusan tersebut. Sebuah lukisan
diri Sang Putera yang dilukis oleh pemuda tersebut
terpampang dihadapannya. Lukisan itu benar-benar indah
dan hidup.
Dengan berlinang-kan air mata, Sang Bapa mengucapkan
terima kasih atas pemberian pemuda tersebut dan
berniat untuk membayar lukisan itu. "Tidak tuan, saya
tidak dapat membalas apa yang telah dilakukan putera
anda kepada saya. Ini adalah sebuah hadiah untuk
Anda."

Sang Bapa kemudian menggantung lukisan tersebut di
tempat yang strategis. Lukisan ini senantiasa
diperlihatkan kepada setiap tamu yang datang
berkunjung ke rumahnya, sebelum mereka menikmati
koleksi seni yang lain.
Beberapa bulan kemudian Sang Bapapun meninggal. Semua
karya seni miliknya dilelang.

Banyak orang yang khusus datang untuk menikmati
koleksi seni tersebut sambil mengikuti acara
pelelangan. Lukisan pertama yang diajukan untuk
dilelang adalah lukisan Sang Putera. Juru lelang mulai
menawarkan lukisan tersebut, "Baik bapak-ibu sekalian,
siapa yang mau memulai penawaran terhadap lukisan
ini?"

Tapi tidak ada reaksi dari orang-orang yang hadir,
bahkan ada peserta yang berteriak, "Kami ingin melihat
lukisan yang terkenal. Lewati saja lukisan ini." Tapi
si juru lelang tidak menggubris usulan tersebut,
"Adakah yang ingin menawar lukisan ini ? Siapa yang
ingin mengajukan penawaran pertama ? "100$, $200?"

Seorang peserta lain berteriak dengan nada marah,
"Kami datang kesini bukan untuk melihat lukisan jelek
itu. Kami datang untuk melihat Van Goghs, the
Rembrandts. Ayo, mulailah dengan lelang yang
sesungguhnya."

Tapi si juru lelang tetap melanjutkan penawarannya,
"Sang Putera, Sang Putera, siapa yang menawar Sang
Putera ?"
Akhirnya ada juga yang menawar lukisan tersebut,
sebuah suara yang datang dari barisan yang paling
belakang. Ia adalah mantan tukang kebun yang telah
lama bekerja di rumah Sang Bapa. "Saya menawarnya $
10."
Bagi si tukang kebun, jumlah uang sekian sudah cukup
banyak. OK, kita sekarang punya $ 10, siapa yang mau
menambah menjadi $ 20 ?"

"Berikan padanya untuk $ 10, dan tunjukkan master
piece yang sesungguhnya," teriak peserta yang lain.
Mereka benar-benar tidak menghendaki lukisan yang
mereka anggap tidak mempunyai nilai sama sekali itu.
Si juru lelang akhirnya menyerah, "Baik $ 10 untuk
lukisan Sang Putera, satu kali, dua kali, tiga kali."
dan palupun diketuk.

Ayo, sekarang kita mulai dengan lelang yang
sesungguhnya," teriak seorang peserta dari baris
depan. 
Si juru lelang meletakkan palunya dan berkata, "Maaf
bapak-ibu sekalian, lelang hari ini telah selesai."

"Bagaimana dengan lukisan-lukisan lainnya," teriak
para peserta.

"Maaf bapak-ibu sekalian, sebelum saya diminta untuk
memimpin acara lelang ini, saya mendapat pesan rahasia
dari pengacara keluarga : Yang dilelang hanyalah
lukisan Sang Putera. Barangsiapa yang membeli lukisan
Sang Putera maka ia akan mendapat seluruh warisan yang
ditinggalkan oleh Sang Bapa, termasuk lukisan-lukisan
master piece. Saya tidak boleh membocorkan pesan
rahasia ini sampai lukisan Sang Putera ini laku
terjual."

Allah memberikan Putera-Nya 2000 tahun yang lalu untuk
wafat di kayu salib.
Seperti apa yang ditawarkan oleh si juru lelang, "Sang
Putera, Sang Putera, siapa yang mau mengambil Sang
Putera ?"
Barangsiapa yang memiliki Sang Putera, maka ia akan
mendapatkan segalanya.



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices
http://auctions.yahoo.com/

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[w] Homepage GP GPIB http://www.gpgpib.org
[w] GPmail! http://mail.gpgpib.org 
[w] GPCities! http://www.gp2000-list.com
[w] Buku Sejarah GP GPIB http://www.menitijalanberliku.com
[w] Milis GP2000 : http://milis.gpgpib.org
[m] Milis e-SBU : [EMAIL PROTECTED]
[m] Milis BPK PA/PT GPIB : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke