[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
               BPK GP GPIB [w] httw://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
HIDUP SEBAGAI ANAK ALLAH


Allah Kita sapa dengan Bapa, pernahkan anda renungkan betapa
ajai hal itudan betapa kaya berkat Kristen yang tertampung
di dalamnya.

Allah adalah Bapa dari segala sesuatu yang ada dalam alam
semesta ini. Allah adalah Benda benda langit, Bapa dari
bintang bintang dan juga Bapa dari semua umat manusia.
Namun ketika Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa dan menyapa
Allah sebagai Bapa, ketika Paulus mengajarkan tentang Roh
yang bersaksi kepada roh kita bahwa kita adalah anak anak
Allah dan kita boleh menyeru Dia Bapa, hubungan lainlah yang
dimaksudkan. Semua makluk adalah “anak” terhadap
Allah, sebab Allah adalah “Bapa” atau sumber
semua keberadaan ini. Tetapi sapaan Bapa yang kita tujukan
kepada-Nya  adalah khusus  hak orang Kristen saja.

Kita berhak menyapa Dia Bapa, kita telah diangkat-Nya
menjadi anak. Pengangkatan anak adalah masalah hokum.
Sepasang suami isteriboleh mengasihi, memberhatikan  dan
n=menganggap seorang anak kecil seperti anaknya sendiri,
tetapi sebelum secara hokum diselesaikan di pengadilan, anak
itu tetap bukan anak mereka. Ini adalah salah satu aspek
keselamatan yang Tuhan karuniakan  bagi kita. Ini merupakan
salah satu akibat dari karya Kristus, kita dimungkinkan
menjadi anak anak Allah.

Apakah artinya hidup  sebagai anak Allah? Sangat besar
artinya! Diangkat menjadi anak seorang berpangkat atau
beruang saja sudah merupakan pengalaman luar biasa, apalagi
diangkat menjadi anak Allah! Kehormatan, harga diri dan
tujuan hidup baru, jaminan, pemeliharaan, semuanya ini
merupakan hak hak yang seharusnya kita cicipi setiap hari.
Di samping itu adalah keberanian  untuk masuk kedalam
hadirat Allah. Sebagai anak kita bebas untuk masuk  ke dalam
hadirat-Nya, kita berdoa, membukan kehidupan kita kepada-Nya
dan kepada campur tangan-Nya. Maka dalam kedudukan yang baru
ini, kita perlu belajar melihat masalah dan kesulitan hidup
kita dengan hati besar seorang ahak Allah yang terjamin
penuh oleh Bapanya di sorga.

Menjadi anak Allah tentunya mengandung arti etis pula. Orang
percaya tidak lagi mengukur dirinya menurut kaca mata dunia
atau orang lain, tidak juga mengikuti selera dan kemauan
diri sendiri. Seorang anak Allah akan berjalan, duduk,
bergaul, berpikir, merencana, berkelakuan sesuai dengan
kehormatannya sebagai anak Allah. Ini bukan berrti bahwa
kita menjadi sempurna. Tetapi kita bertumbuh ke arah
kesempurnaan dengan Bapa kita di sorga. Betapa bahagia
seorang anak Allah!


SANTAPAN ROHANI  MEY-JUNI 1991 XXII/3

HENCE A S WD 
MARANTHA DENPASAR
------------------------------------------------------------------
Email ini dikirim oleh PlasaCom : http://www.plasa.com
Kunjungi teman lama anda di KSI : http://ksi.plasa.com
------------------------------------------------------------------

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kirim email ke