[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
BPK GP GPIB [w] http://milis.gpgpib.org
======================================================================
1 Juli 2001 : 2 Tahun Milis GP2000
15 Juli 2001 : 51 Tahun BPK Gerakan Pemuda GPIB
Posting Ucapan Anda di -> http://bukutamu-milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Kiranya refleksi ini menjadi bahan renungan kita bersama melihat berbagai
gejolak yang berkembang di sekitar kita.
Jabat hangat,
Zonny, Immanuel Depok
http://pattinasarany.cjb.net
Akhir-akhir ini kebhinnekaan masyarakat Indonesia sepertinya berada dalam
kondisi terancaman. Disintegrasi bangsa menjadi keprihatinan kita semua.
Kita semakin disadarkan bahwa kemajemukan dapat menjadi sumber disintegrasi
bangsa kalau kita tidak menghargai dan mengelola kemajemukan itu dengan baik
dan kreatif.
Kita sudah begitu lama bangga dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika". Kita
majemuk tetapi bersatu. Kita sadar bahwa bangsa kita terdiri dari banyak
suku, ras, agama, dan golongan. Kita telah menikmati betapa indahnya bersatu
dalam kesatuan sebagai satu bangsa, satu tanah air, bahkan satu bahasa.
Kini benih perpecahan dan disintegrasi lagi mengemuka. Jikalau kita salah
melangkah, maka akan lahir begitu banyak negara baru. Dalam suasana demikian
kiranya kita patut merenungkan arti dari peribahasa: bersatu kita teguh,
bercerai kita runtuh dan bubar. Kita berdoa agar bangsa kita akan semakin
arif dalam mengelola perbedaan, pluralitas, kemajemukan melalui pemantapan
perekat-perekat yang kokoh.
Kita syukuri bahwa bahasa telah menjadi salah satu perekat. Visi negara
kesatuan RI juga merupakan elemen perekat yang kuat, untuk mewujudkan negara
Indonesia dan masyarakat Indonesia yang modern, maju, bersatu, sejahtera,
dan berkeadilan. Pancasila telah merupakan perekat yang sangat penting pula.
Kesamaan kepentingan dalam kehidupan bernegara, dan dalam cara pandang kita
pun sangat penting dalam upaya kita memantapkan persatuan.
Belajar dari keprihatinan dan tantangan yang kita hadapi ini, maka kita juga
prihatin dengan pluralitas denominasi yang sedang berkembang di antara
gereja dan kelompok kristiani. Nampaknya semakin banyak ragam gereja dan
persekutuan dalam masyarakat kristiani. Memang kita dapat menyambut itu
secara positif, sebagai wujud pertumbuhan pelayanan kristiani. Namun di
pihak lain, patut juga kita catat keprihatinan banyak kelompok, yang melihat
banyaknya denominasi dan kelompok sebagai beban kesaksian dan pelayanan
kristiani di Indonesia.
Apakah kita akan menyaksikan berkurangnya pluralitas di masyarakat kita pada
masa yang akan datang? Gejala menyatakan bahwa ternyata kecenderungan yang
muncul adalah meluasnya pluralitas, karena perkembangan teknologi dan juga
kreativitas masyarakat sesuai dengan selera mereka.
Oleh karena itu nampaknya kita harus siap menerima pluralitas yang semakin
kompleks. Kita harus mampu mengelola pluralitas itu untuk kemuliaan Tuhan
dan kesejahteraan manusia. Caranya adalah mencari perekat-perekat utama yang
harus dikedepankan, agar menjadi pegangan bersama.
Nampaknya kita harus kembali belajar dari apa yang diciptakan Tuhan. Secara
umum kita dapat mengatakan bahwa pluralitas itu adalah anugerah dan kehendak
Allah. Dari cerita penciptaan dapat kita simpulkan bahwa Allah sendiri
menciptakan kepelbagaian. Baik itu dari penciptaan alam semesta, maupun
dalam hal penciptaan manusia. Mereka tampil dalam kepelbagaian.
Allah sendiri selalu menyatakan kasih-Nya kepada kepelbagaian manusia. Ia
memberi sinar matahari bagi yang benar yang tidak benar. Ia mengasihi dunia
ini sehingga dikaruniakanya Anak-Nya yang tunggal. Ia adalah Allah yang
memperlengkapi umatnya dalam kepelbagaian (1 Korintus 12, Roma 12). Tubuh
diangkat sebagai contoh kepelbagaian atau pluralitas yang kaya dan saling
melengkapi.
Dalam rangka itulah kita harus menerima bahwa kita akan hidup dalam
pluralitas dan kepelbagaian yang seharusnya saling memperkaya, agar dapat
menjadi satu sistem yang indah, efektif, dan saling bersinergi. Kepelbagaian
yang berdasarkan karunia Tuhan, baik itu terkait dengan ras, budaya maupun
profesi, seharusnya kita lihat sebagai suatu kekayaan yang patut dikelola
dengan penuh ucapan syukur.
Kita harus belajar saling menerima, saling menghargai, saling bersinergi,
baik dalam persekutuan, pelayanan, maupun kesaksian. Pluralitas dalam gereja
Tuhan dapat menjadi kekayaan yang luar biasa memberi keindahan dan kekayaan
persekutuan.
Semoga kita semua belajar untuk mengelola kepelbagaian kita untuk menjadi
kekayaan bagi kemuliaan nama Tuhan. Selamat bersaksi dan melayani dalam
kepelbagaian!
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%