[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
               BPK GP GPIB [w] http://milis.gpgpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Salam Damai. Saya Yudith dari GP GPIB MARANATHA Jakarta

Tanggapan buat Ray Mond. GP GPIB IMANNUEL DEPOK. Ini mengenai tanggapan Anda
tentang topik LSD, yang diajukan oleh Sdr Jurike dari Tenggarong.
===============================
Saya tidak begitu mengerti jalan pikiran Anda.

>>>>Emangnya Anda mau nanya apa?
    Soal topik kayak gini, kayak-kayaknya perlu ada controling dari manusia
    paling dewasa sedunia,

*** Siapa nih yang dimaksud MANUSIA PALING DEWASA SEDUNIA??? Parameternya
apa?

>>>>Untuk itu dibutuhkan wawasan sekomprehensif mungkin agar melihat aspek
ini - khususnya soal SEX!
        -secara  obyektif....

*** Sekali lagi, parameternya apa, "wawasan sekomprehensif mungkin, secara
obyektif"

>>>> Kalo dari saya.... bicara soal LOVE, SEX and Pacaran (dating), kita
bicara
        soal kebutuhan sangat mendasar seperti halnya kebutuhan akan makanan
dan
        minuman. Siapapun, entah disadari atau tidak, butuh hal-hal
tersebut.
        Sigmund Freud bicara banyak soal ini. Yang jadi masalah... di
kebudayaan
        Timur, dalam hal ini Indonesia, urusan ini jadi sangat "terbatas"
untuk
        dibahas, dibicarakan  atau dilakukan!

*** Mungkin Anda berbicara SEX dalam arti hanya hubungan intim antara lelaki
dan perempuan, dan LOVE adalah nafsu
         yang timbul karena menyukai lawan jenis?  Dan DATING adalah wacana
untuk memenuhi dan menjalankan kebutuhan
         tersebut?

>>> Di kota-kota besar LSD mungkin sudah jadi obrolan ringan sambil menemani
        minum bir dan alkohol. Tapi di pinggir-pinggir kota atau di
pedesaan....
        orang mungkin lebih setuju ngobrolinnya dalam kapasitas becanda,
jarang yang
        sampai serius (ini cuma asumsi, lho, kebenarannnya masih perlu
diteliti lagi).

*** Saya rasa memang benar-benar jawaban ini cerminan Kepribadian Anda, yang
menjadikan LSD dibicarakan secara
     ringan sambil minum bir dan alkohol. Berarti Anda tidak menganggap
bahwa LSD sebagai kata lain dari persiapan
     kehidupan masa depan, persiapan kehidupan berkeluarga. Love, Sex dan
Dating dalam pandangan Anda hanya hal-hal
     yang duniawi, yang tidak ada hubungannya dengan berkat dari Tuhan.

>>>> Dari sisi rohani, saya melihat kitab PENGKHOTBAH bisa dijadikan
referensi
        tambahan. Karena konon, ditulis oleh raja Salomo yang punya sekian
ratus
        istri. Ini pun masih berupa asumsi, kebenarannya masih perlu
diteliti
        lagi....

*** Mengapa masih berupa asumsi? Memang Salomo memiliki sekian ratus istri,
dan memang Pengkotbah ditulis oleh
         Salomo. Apakah Anda tidak pernah PA? atau kurang belajar sejarah
Alkitab? Saya rasa ini hanya pengetahuan umum.
        Dan mengapa menjadi REFERENSI TAMBAHAN? Lalu, Rerefernsi UTAMAnya
apa menurut Anda?

>>>>>Usul saya:
        LOVE yang akan kita bicarakan tentunya adalah eros' kan? Karena
ujungnya
        nanti akan ke SEX dan Dating juga. Nah, saya berpikir untuk
mengundang
        teman-teman yang punya pengalaman dengan Eros agar bercerita
        sejujur-jujurnya soal ini (tentunya jujur yang bertanggung jawab
kan?). Nah,
        dari sini akan kelihatan bagaimana SEX and DATING yang telah melanda
kita.
        Sekali lagi pengalaman.... kalau terlalu riskan dan masih
malu-malu... nah
        ini pun sudah merupakan bukti bahwa aspek ini maish terbatas untuk
dibahas,
        dibicarakan apalagi dilakukan.

*** Boleh tanya, siapa yang mengatakan bahwa LOVE disini berarti EROS?
       Mungkin jawaban ini merupakan cerminan dari pribadi Anda? Bahwa jika
Anda feel LOVE dengan seseorang, maka itu         berarti EROS, dan maka
Anda akan berpikiran SEX dalam DATE anda?
         Maaf jika agak sedikit terlampau terus terang, namun saya sekali
jika ada seorang pemuda GPIB yang masih sebegitu             dangkalnya
berpikiran tentang LSD. Maaf, gaya pikiran Anda masih seperti anak SMP, yang
lagi puber. Yang masih             baru terbuka matanya. Atau, memang Anda
masih SMA? baru saja naik sidi? Mungkin bisa dimengerti kalau memang
        demikian keadaannya.
        Bagaimana dengan AGAPE dan FILIA?

Saran saya, Anda jangan terlalu gegabah dalam menilai pertanyaan orang,
karena terbukti yang ditanyakan oleh Saudara Jurike adalah masalah hubungan
LOVE antara dua orang manusia, yang mendapat berkat dari Tuhan untuk saling
bertemu dalam keadaan saling cocok, saling mencukupi, saling memenuhi. Hanya
masih ada hambatan dari orang tua pihak perempuan, untuk DATING mereka.

Masih diterima diskusi lanjutannya. Juga untuk teman-teman dari seluruh
Indonesia yang mau ikut urun rembug.





%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kirim email ke