[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Akhir-akhir ini masyarakat kita, keluarga kita, dan bahkan banyak sekali
warga kita yang dilanda beraneka badai kehidupan. Bangsa kita masih
tenggelam dalam krisis multidimensi. Krisis moral, krisis ekonomi dan dalam
banyak hal krisis kemasyarakatan. Baca saja koran, headline yang muncul
adalah pembunuhan, perampokan, kerusuhan, narkoba, perkosaan. Daftar ini
bisa panjang sekali.

Kalau kita bayangkan wajah-wajah yang mengalami krisis dan badai kehidupan
itu, kita akan mudah menyadari betapa berat beban kehidupan yang dialami
warga kita, keluarga kita, dan bahkan bangsa kita.

Badai kehidupan bukan barang baru bagi umat kristiani. Di Taman Eden,
manusia pertama saja mengalami badai kehidupan yang amat mencekam karena ia
jatuh dalam dosa. Ia takut, pergi bersembunyi.

Di zaman Nuh, bayangkan badai kehidupan yang menimpa umat manusia ditelan
air bah, karena dosa mereka. Nuh memang selamat, tetapi sebagai manusia
pasti ia bergumul karena punahnya begitu banyak manusia.

Yusuf, seorang muda, mau dibunuh saudaranya, kemudian dijual, menjadi hamba,
masuk penjara, namun tetap setia, dan akhirnya menjadi raja muda dan menjadi
berkat bagi banyak orang.

Daniel, seorang pintar, menjadi tawanan politik, dipersiapkan untuk
kepentingan lain, namun ia tak mau melupakan Tuhannya dan tetap setia,
sehingga masuk kandang singa sekali pun tak menjadi masalah.

Yesus Kristus disiksa, disalib tanpa ada kesalahan dan dosa. Paulus dan
Silas didera, dipenjarakan karena menolong orang, tetapi tetap bersukacita
dalam Tuhan dan akhirnya diselamatkan oleh kuasa Tuhan.

Banyak sekali cerita yang patut kita renungkan mengenai penderitaan anak
manusia, karena perbuatannya, karena penyalahgunaan kekuasaan, atau karena
berbuat baik.

Dari berbagai contoh di atas, kita dapat bertanya apakah yang membuat mereka
menang atas badai kehidupan yang menimpa mereka. Kata kuncinya adalah
M-E-N-A-N-G. Dalam refleksi ini akan diangkat MENANG itu.

M - mata tertuju pada Yesus. Ibrani 12:1-2 berbicara tentang perlombaan iman
dengan mata tertuju pada Yesus. Dialah yang akan membawa iman kita pada
kesempurnaan. Yusuf, dalam menghadapi badai kehidupan. selalu setia pada
Tuhan sehingga semua yang dikerjakannya diberkati Tuhan. Dalam menghadapi
badai, janganlah mata kita tertuju pada badai, atau kekuatan atau kuasa
lain, melainkan pada Dia yang Mahakuasa yang mampu mengatasi segala masalah
yang menimbulkan badai kehidupan.

E - emosi yang dibuat tangguh oleh Tuhan. Sekarang ini para ahli tidak lagi
hanya berbicara tentang Intelligent Quotient, melainkan juga Emotional
Quotient, bahkan juga Emotional Competence. Emosi yang tangguh adalah bagian
dari kepribadian yang tangguh, ulet, dan tak mudah tergoyahkan, terpengaruh;
melainkan ia kukuh pada pendirian yang benar. Ia tak mudah putus asa
melainkan selalu berpengharapan, mampu melihat sinar cerah di balik awan
gelap.

N - niat atau komitmen yang kukuh. Karena komitmennya pada Tuhan, maka apa
pun yang terjadi, ia setia pada Tuhan. Badai pasti berlalu, kuasa Tuhan akan
tetap sepanjang masa. Oleh karena itu, ia akan berpegang teguh pada janji
Tuhan, ia akan hanya mengandalkan kuasa Tuhan.

A - akal. Akal yang diberikan Tuhan ia kembangkan dan pakai sebaik-baiknya
bagi kemuliaan Tuhan. Talenta yang ia terima, mungkin 2 atau 5, ia lipat
gandakan untuk memuliakan Tuhan (Matius 25). Ia akan belajar, berlatih
sehingga kalau badai datang ia akan dimampukan Tuhan untuk melihat jalan
kemenangan di atas badai itu. Tidak berarti bahwa semuanya akan mulus,
tetapi karena ia sudah disiapkan, ia bisa seperti Yusuf, dari seorang budak
menjadi raja muda, agar menjadi berkat.

N - networking (Kisah Para Rasul 2:41-47). Karena kebersatuannya dengan
Tuhan ia dapat dimenangkan oleh Tuhan karena ia berada dalam Tuhan (Yohanes
15:5). Dia akan didoakan oleh kawan sepersekutuannya, ia akan didukung,
dibantu oleh kawan sepelayanannya. Ia tak pernah merasa sendirian.


G - gerakan. Karena ia bersama Tuhan, karena ia sudah diberdayakan Tuhan,
karena ia yakin akan dukungan kawan seiman, maka ia berani, kuat,
termotivasi untuk mengadakan gerakan pembaruan, gerakan pelayanan, gerakan
kemenangan. Ia melihat badai sebagai kesempatan untuk melayani, untuk
menyatakan kuasa Tuhan, untuk berbuat sesuatu yang memuliakan Tuhan. Ia
sadar bahwa hidup ini akan banyak menghadapi badai, namun bukan badai itu
yang menjadi perhatiannya, melainkan karya Tuhan yang harus diwujudkan.
Karya penyelamatan, karya pembaruan, karya yang membawa kesejahteraan.

Orang beriman adalah orang yang MENANG atas badai kehidupan. Selamat
berlomba dalam perlombaan iman untuk mencapai kemenangan.





%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Komunitas Member Milis GP2000 di http://www.communityzero.com/gpgpib
<>< GP Mail! di http://gpgpib.i-p.com



Kirim email ke