[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Rekans, fyi.
GBU,
Evelyn - GPIB Petra Jakarta
-------------------Original Message--------------------
Berikut ini adalah sebuah kesaksian yang berasal dari Republik Demokrat
Kongo saat di sana terjadi peperangan antara pemerintah dengan tentara
pemberontak. Pintu didobrak dengan keras saat tentara-tentara musuh memasuki
rumah seorang pendeta muda. Semua tentara itu membawa senapan mesin dan
mereka dalam posisi siap siaga untuk menembak. Rencana mereka adalah
membunuh semua penduduk desa tersebut, dan dimulai dengan membunuh pendeta
muda di desa itu bersama dengan keluarganya.
Keluarga kecil ini terpaku dan menunggu apa yang akan terjadi kemudian.
Tentara-tentara itu diliputi dengan kebencian. "Tunggu sebentar," kata
Pendeta itu, "biarkan kami berdoa sebentar sebelum kami mati." Seluruh
anggota keluarga itu berlutut di lantai dan bergandengan tangan membentuk
satu lingkaran, dan memohon pertolongan dari Allah. Setelah selesai berdoa,
mereka berpikir para tentara akan segera menghujani tubuh mereka dengan
peluru-peluru dari senapan mesin. Namun hal itu tidak terjadi.
Perlahan-lahan keluarga itu bangkit berdiri dan melihat keajaiban -- para
tentara telah meninggalkan rumah tersebut.
Beberapa bulan kemudian, mereka baru mengetahui apa yang menyebabkan para
tentara itu meninggalkan desa tersebut. Hal itu terjadi ketika pendeta muda
tadi sedang mengikuti persekutuan Kristen di kota lain dan dia saat itu
sedang men-sharing-kan peristiwa yang baru dialaminya beberapa bulan yang
lalu. "Para tentara tiba-tiba saja pergi meninggalkan rumah dan desa
saya."Pendeta itu mengatakan bahwa sampai saat ini keluarganya dan para
penduduk desa tidak mengetahui apa yang menyebabkan mereka meninggalkan desa
tersebut.
"Mungkin saya dapat menjelaskannya kepada anda," sahut seseorang yang duduk
di belakang. Ternyata dia adalah salah seorang tentara yang ikut mendobrak
pintu rumah pendeta muda tadi. "Seperti yang anda ketahui, saya ada di sana
saat kami memasuki rumah anda. Saya adalah tentara yang mengarahkan senapan
di kepala anak-anak anda saat keluarga anda semua berlutut dan berdoa.
Kemudian tiba-tiba sebuah tembok api muncul dan mengelilingi semua keluarga
anda. Kami bahkan tidak dapat melihat anda karena terhalang oleh
kobaran-kobaran api itu. Api itu sangat panas dan kami segera menyadari
bahwa rumah itu akan segera terbakar, jadi kami cepat-cepat melarikan diri.
Ketika telah berada di luar, kami melihat rumah anda penuh dengan api -
namun api itu tidak membakarnya dan kami segera melarikan diri dari desa itu
juga. Mantan tentara itu melanjutkan kesaksiannya, "Beberapa waktu kemudian
saya menyadari bahwa itu bukanlah api biasa seperti yang kami ketahui,
tetapi itu adalah api yang dikirim oleh Allah. Jika dengan cara seperti itu
cara Allah anda menjawab doa-doa yang anda naikkan, maka saya ingin
mengenal-Nya juga. Saya sudah lelah bertempur dan membunuh orang. Itulah
alasannya mengapa malam ini saya datang ke tempat ini."
Mantan tentara ini telah mengetahui bagaimana Allah menjawab doa dan
bagaimana Dia memperhatikan orang-orang yang mengasihi-Nya. Mantan tentara
ini perlu belajar sendiri bagaimana mengenal, mempercayai, dan mengalami
Kasih Allah dalam hidupnya.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Komunitas Member Milis GP2000 di http://www.communityzero.com/gpgpib
<>< GP Mail! di http://gpgpib.i-p.com