[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
                     http://milis.gp.gpib.org
               Selamat HUT GPIB ke-53 (31 Oktober 2001)
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Salam Sejahtera...

GP Immanuel punya seorang "contact person", namanya Budi Sulistyo...umurnya 
25 tahun, saat ini menganggur dan hanya membantu keluarganya menggarap 
sawah. Budi tinggal di Pos Pelkes Teluk Dalam L2C "Bukit Kasih"(Mayoritas 
warganya Transmigran)...Waktu GP Immanuel bikin aksi pengobatan cuma-cuma 
dalam rangka HUT GP ke 51 di Teluk Dalam, Budilah yang banyak membantu kami.
Karena keaktifannya, AGP sekaligus guru sekolah minggu itu, kami undang ikut 
serta dalam Seminar sehari tentang Kepemimpinan Pemuda pada 22 September 
lalu.
Menjelang usai seminar, Budi mendatangi saya dan berbisik pada saya, "Kak 
Roy, kapan lagi saya ikut kegiatan seperti ini, undang kami ya kak trus 
kapan kita ibadah bersama, nanti kalo sempat saya diajarin tentang GP ya 
kak...??" beruntun pertanyaan Budi itu, yang semuanya tak sempat saya jawab.
Saya takut terlalu banyak mengumbar janji yang belum tentu saya tepati dan 
membuat ia dan kawan-kawannya berharap terlalu banyak.

Saya akui kalo pelayanan kami hingga saat ini belum mampu menyentuh Pos 
pelayanan dan kesaksian.
Ada 13 pos pelkes di jemaat kami, semuanya bisa ditempuh lewat darat atau 
sungai, jangan dikira di 13 pos pelkes itu tidak ada pemuda...menurut 
perkiraan kami dan diperkuat keterangan MJ Pelkes yang bisa kami temui, ada 
sekitar 100-150 an AGP berusia pemuda 18-35 tahun di pos-pos pelkes 
tersebut.
Pekerjaan mereka mulai dari petani, penggarap ladang, pencari kayu gaharu, 
penebang kayu, guru, pekerja tambang Batubara,minyak, gas dan pekerja pabrik 
pengolahan kayu.
Pelayana mereka di jemaatnya sendiri seperti menjadi Guru PA atau aktif 
memuji Tuhan lewat VG.
selama ini kendala yang kami hadapi untuk melayani mereka, adalah 
jarak,transportasi dan komunikasi yang minim,dana hingga ke personil PGP 
Immanuel yang kurang pengalaman.
Kegiatan bersama mereka sampai saat ini hanya berupa undangan retreat 
bersama, seminar, membagi buletin ke mereka atau mengunjungi saat Ibadah 
minggu di pos pelkes...itupun tak semua dari 13 pos yang bisa kami capai.
Kerinduan kami dan mereka untuk bersama bersekutu dalam ibadah pemuda tak 
terwujud sampai saat ini.

Rekan-rekan Milis yang terkasih....
entah yang keberapa kalinya hal ini saya angkat dalam Milis i-kan.
Hal ini kembali saya angkat berdasar atas apa yang kami diskusikan pada hari 
Kamis lalu saat kami bertemu dengan bung Paulce.
Ternyata terungkap kalau dalam LSPP lalu tidak mengangkat permasalahan 
penatalayanan bagi AGP di pos pelkes....entah kenapa itu tidak terungkap 
oleh para peserta LSPP. mungkin karena Peserta (Jemaatnya)LSPP ada yang 
tidak memiliki pos pelkes atau ada yang memiliki tapi tak ada AGP-nya atau 
ada juga yang ada AGPnya tapi ya terlupakan...
Saya tahu dan sadar kalo sebagian dari kita hidup dan besar diperkotaan, 
hingga pelayanan kitapun masih berkutat mengurusi GP di perkotaan saja.
Kalau kita melayani mereka sebatas berkunjung ke satu pos pelkes atau jemaat 
terpencil, beribadah bersama, kerja bakti bersama lalu pulang...hanya 
sebatas itu ?!
Tak bisakah kita merencanakan satu strategi pelayanan yang tepat guna dan 
mampu menyentuh keberadaan mereka yang jauh dari kita diperkotaan 
ini....satu misal membuatkan mereka jadwal ibadah, mengajarkan mereka 
materi-materi pembinaan dasar hingga merekapun bisa melayani diri mereka 
sendiri Dsb..
sudah saatnyalah bagi kita untuk bergerak dan keluar dari gereja dan mau 
terjun melayani mereka, sadarlah kalau justru merekalah yang masih punya 
semangat melayani yang belum rusak dgn keinginan duniawi khas perkotaan.
Kalau tidak salah...Sinode GPIB punya kebijaksanaan baru dalam menempatkan 
pendeta baru, para pendeta tersebut wajib ditempatkan diberbagai pos pelkes 
GPIB, kalo tidak salah lagi selama 4 tahun.
Moment itu bisa kita (GP GPIB) pakai untuk menyusun strategi pelayanan bagi 
mereka....

hampir dua minggu setelah Seminar, Budi menghubungi saya di telpon, dia 
mengadu kalo SBA jatah mereka sudah hampir sebulan tak mereka terima ...saya 
berjanji akan kontak Pengurus PA...menutup pembicaraan dengan saya, Budi 
berkata "Kak Roy, beritahu kami ya kak kalo Immanuel bikin acara lagi, 
jangan lupain kami ya kak..?"

Sobat...
ada banyak Budi-Budi lain yang rindu akan pelayanan bagi mereka yang 
notabene adalah bagian dari tubuh kita Gerakan Pemuda GPIB.
Bisakah kita jawab kerinduan mereka ???

Salam,
Roy Lolong
Immanuel Samarinda


_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://gpib.org
<>< Situs GP GPIB : http://gp.gpib.org
<>< Situs Milis GP2000 : http://milis.gp.gpib.org
<>< Contact Administrator : [EMAIL PROTECTED] 
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib

Kirim email ke