[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
                     http://milis.gp.gpib.org
     -= Forum Teknologi Informasi GPIB Telah Diluncurkan =-
    <>< Silahkan Bergabung pada alamat http://iuf.gpib.org <>< 
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN

Saya memposting artikel tentang Harry Potter memang untuk mengumpulkan
pendapat teman-teman sekalian, berkenaan dengan eksistensi Harry Potter yang
belakangan meresahkan kaum rohaniawan.
Secara pribadi, awalnya, saya tidak terlalu  berminat terhadap seri ini.
Namun setelah membaca salah satu bukunya, sebagai peminat sastra, saya
merasa terkesan dengan daya imajinasi penulisnya yang mampu mengeksploitasi
banyak hal (khususnya dunia sekolah dan ilmu sihir) dalam bentuk khayalan
tingkat tinggi yang sebetulnya mengasyikan. Penulisnya seolah mengubah image
ilmu sihir yang sebelumnya menyeramkan, berguna untuk menakut-nakuti bocah
dan hitam dibuat akrab dengan dunia anak-anak dan dunia sekolah. Dari sudut
pandang sastra, JK Rowling tergolong piawai mengolah sudut pandang cerita,
mempermainkan konflik serta plot dan mempertajam karakter tokoh-tokohnya
dengan baik sehingga menghasilkan karya yang memang memikat.
Namun, karena sihir terbilang dunia hitam yang dekat dengan kuasa setan,
para rohaniawan kuatir bila anak-anak yang kurang perhatian terhadap agama,
menjadi terikat dengan jargon-jargon dunia sihir yang memang sudah jahat
dari awalnya. Anak-anak diperkenalkan dengan balas dendam, amarah,
tehnik-tehnik sihir (yang barangkali cuma khayalan pengarangnya saja) dan
hantu-hantu yang semuanya tidak alkitabiah. Apalagi, serial ini merupakan
bacaan untuk konsumsi anak-anak dan remaja tanggung yang labil pemahaman.
Sehingga istilah-istialh kristiani semisal: kasih, damai sejahtera,
kebenaran dan sebagainya tidak lagi menjadi pegangan dalam hidup mereka. Dan
ini bisa dimaklumi.
Untuk itu wadah sekolah minggu, arahan orang tua (parental advisory) dan
diskusi-diskusi terbuka diharapkan mampu menyetir pola pikir anak-anak agar
Harry Potter hanyalah berada dalam dunia khayalan yang tidak punya kuasa
apa-apa selain demi memeriahkan khazanan sastra anak-anak dunia.
Perihal kesaksian "mantan penyihir" sebagaimana yang saya postingkan ini
serta tuduhan bahwa JK Rowling adalah tukang sihir, saya hanya see no evil,
hear no evil saja, karena dunia sihir dalam benak saya hanyalah dunia
dongeng yang belum bisa saya lihat bukti konkretnya.
Nah, ada yang lain? Silakan....

Wasalam,
Fauzan R. Soedira
GPIB Immanuel Depok




_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://gpib.org
<>< Situs GP GPIB : http://gp.gpib.org
<>< Situs Milis GP2000 : http://milis.gp.gpib.org
<>< Situs IUF-GPIB : http://iuf.gpib.org
<>< Contact Administrator : [EMAIL PROTECTED] 
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib

Kirim email ke