[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Dear Nova, Bung Villy and others,
Wah, kalo SBU dijadikan "buku pegangan" untuk khotbah
MJ pada ibadah-ibadah jemaat (KRT, KGP dll) saya rasa
memang sulit, yah. Karena, setahu saya, SBU itu memang
sebuah buku renungan harian layaknya renungan harian
lainnya yang beredar di pasaran untuk dikonsumsi
anggota/warga jemaat dan bukan untuk "buku pegangan"
khotbah. Kalaupun akhirnya ada MJ yang menggunakannya
sebagai "buku pegangan" saya rasa ini cuma sebagai
langkah praktis saja (dalam artian, sang pengkhotbah
secara leterlek membaca seluruh isi SBU pada saat
berkhotbah). Padahal, sebuah khotbah tentu punya cara
penyampaiannya sendiri. Kenapa, karena bahasa lisan
dan bahasa tulisan itu punya batasan-batasannya
sendiri2.
Itu pertama.
Kedua, setahu saya di beberapa gereja (terutama di
GPIB Immanuel Depok) disediakan hari khusus untuk
persiapan Ibadah KRT, KGP dll. Khususnya bagi para
pengkhotbah/pembicara. Di situ MJ diarahkan oleh
Vikaris, Pendeta atau Pelum untuk menyelami lebih
dalam bahan-bahan yang akan dibawakan pada ibadah2
tsb. Dan mereka diharapkan bisa mengembangkannya
sendiri dengan mencari referensi yang biasanya sudah
dibahas dalam persiapan itu. Tapi itu di jemaat saya
(itu pun terkadang bolong-bolong dan terbengkalai).
Entah di tempat lain.
Ketiga, apa perlu Lembaga Penerbitan menerbitkan lagi
sebuah Text Book yang rutin diterbitkan tiap bulan
atau dua bulan seperti SBU ini guna melengkapi MJ
dalam mempersiapkan materi khotbahnya? Terserah. yang
pasti, dari namanya saja SBU singkatan dari Sabda Bina
Umat, artinya Bahan Renungan untuk Membina Umat, bukan
Majelis Jemaat. Hihihihi!
Cheers,
Fauzan R Soedira
GPIB Immanuel Depok
Nova Nansie wrote:
Pada dasarnya saya setuju, diadakannya sebuah
perubahan dalam hal ini SBU. Memang SBU yang baru
ini saya lihat cukup menarik dan singkat. Tetapi
saya rasa kita juga harus mempertimbangkan tentang
keadaan majelis yang ada di Pelkes misalnya, yang
menggunakan SBU sebagai pedoman renungan dalam
ibadah keluarga di sektor, misalnya. Utk SBU model
"lama", saya melihat disitu masih bisa ditemukan
beberapa point yang kemudian bisa dikembangkan, tp
kalo yg skrg kaya'nya agak sulit yah... (ini saya
lho), apakah karena terlalu singkat atau karena
sayanya yg kurang pandai... ? Entahlah...!!!
Mungkin kalau kita yang berada di kota besar kita
bisa mengembangkan isi SBU dengan menggunakan
berbagai sumber. Dan "mungkin" ada persiapan yg
dipimpin oleh pendeta (atau orang yg setidaknya
mengerti)sebelum membawakan Firman. Tp bagaimana
dengan di Pelkes yg sarananya (sumber) sangat
terbatas? Saya rasa ini perlu juga yah diperhatikan.
=====
[fauzan r soedira]
gpib immanuel depok
bpk gerakan pemuda
sektor betseda
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Sign up for SBC Yahoo! Dial - First Month Free
http://sbc.yahoo.com
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://gpib.org
<>< Situs GP GPIB : http://gp.gpib.org
<>< Situs Milis GP2000 : http://milis.gp.gpib.org
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]